SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 21 April 2014
Pencarian Arsip

Mendagri: Sudah 298 Kepala Daerah Dipenjara Karena Korupsi
Jumat, 5 Juli 2013 | 13:39

Gamawan Fauzi [google] Gamawan Fauzi [google]

[BENGKULU] Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengungkapkan, sampai saat in, sudah 297 kepala daerah terdiri gubernur, bupati dan wali kota masuk penjara karena melakukan pelanggaran hukum, di antaranya terkait kasus korupsi.   Selain itu, sekitar 2.000 anggota DPRD dan PNS di seluruh Tanah Air juga masuk penjara.

"Jadi, sejak reformasi ini cukup banyak kepala daerah, anggota DPRD dan PNS masuk penjara karena melaukan pelanggaran hukum," kata Gamawan Fauzi, pada jumpa pers sesuai melantik Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan Baktiar Najamudin, di Bengkulu, Kamis (4/7).  

"Saya sedih kalau mendengar ada kepala daerah masuk penjara. Saya kadang-kadang berpikir apa yang salah dalam sistem pemerintahan sampai ratusan kepala daerah tersandung hukum dan masuk penjara," ujarnya.  

Apakah akibat pilkada langsung atau karena kepala daerah yang tidak pahan dalam tentang sistem pemerintahan. Sebab, sejak reformasi bergulir minat orang untuk menjadi kepala daerah cukup tinggi.  

Mereka berasal dari beragam latar belakang ada dari pengusaha batubara, kyai, birokrat dan sebagainya. Dengan bermacam latar belakang ini maka banyak kepala daerah yang tersandung hukum.  

"Hari ini, saya baca di running text ada satu lagi kepala daerah yang ditahan. Saya bilang sama Pak Dirjen Otda, jumlah kepala daerah yang masuk penjara bertambah satu lagi, sehingga jumlahnya menjadi 298," ujarnya.  

Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), saat ini berupaya memperbaiki sistem pemerintahan agar ke depan tidak ada lagi kepala daerah yang masuk penjara, termasuk masalah pemilihan gubernur.  

Dihentikan
Di bagian lain, Mendagri mengatakan, Pemerintah juga menghentikan pembentukan daerah otonomi baru (DOB). Penghentian ini, mengingat pembentukan 205 daerah DOB yang sudah dibentuk selama ini masih banyak bermasalah, terutama soal tapal batas dengan wilayah induk.  

"Untuk sementara kita menghentikan pembentukan daerah otonom baru baik provinsi, maupun kabupaten dan kota. Kita akan melakukan evaluasi terhadap daerah otonom baru yang sudah kita bentuk selama ini," ujarnya.  

Saat ini, katanya, ada 180 usulan pemekaran daerah baru yang sudah masuk ke Kemdagri. Pada 2012, dibahas 20 usulan pemekaran daerah, 15 di antaranya sudah disetujui DPR untuk dimekarkan. “Sisanya lima lagi, bergantung DPR, kalau mereka mau membahasnya kita persilakan,” ujar Mendagri.

Terkait sengketa tapal batas daerah otonom baru dengan daerah induk, Mendagri mengatakan, hal ini terjadi karena pemekaran daerah baru tidak dilengkapi dengan titik koordinat. Batas wilayah hanya ditentukan dengan sungai, sehingga jika terjadi perubahan sulit untuk menentukan tapal batas awal.  

Hal inilah yang menyebabkan masih banyak terjadi sengketa tapal batas antara daerah baru dengan daerah induk, termasuk di Bengkulu. Karena itu, ke depan syarat pembentukan daerah baru harus dilengkapi titik kordinat antara wilayah yang akan dimekarkan dengan daerah induk.  

Selain itu, daerah induk harus mengalokasikan anggaran yang cukup dan penyerahan aset kepada kabupaten baru harus jelas. Sebab, selama ini sudah bertahun-tahun daerah dimekarkan, tapi daerah induk menyerahkan asetnya, sehingga menjadi masalah berkepanjangan.  

Terkait dengan itu, pembentukan daerah otonom baru akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama persiapan pemekaran, dan lima tahun kemudian baru dimekarkan menjadi daerah otonom baru.  

"Jadi, daerah persiapan otonom baru tidak perlu ada DPRD, tapi setelah resmi dimekarkan menjadi kabupaten atau kota baru dibentuk DPRD, dan pengesahanya cukup melalui surat keputusan (SK) saja. Pembenahan pembentukan daerah baru ini sedang kita bahas dengan pihak terkait," ujarnya.[143]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN