Mayat Perempuan Tanpa Kepala di Tempat Sampah
Sabtu, 14 Juli 2012 | 8:39
Ilustrasi korban tewas [seruu] [KUPANG] Sesosok mayat tanpa kepala dan sudah mengeluarkan aroma tidak sedap ditemukan di
dekat bak sampah di pinggir ruas jalan M Hatta tidak jauh dari Rumah Sakit Tentara
Wirasakti Kota Kupang, Kamis (12/7) lalu. Mayat tanpa identas itu ditemukan di samping
Kantor Kelurahan Fontein atau berada tepat di bagian depan pusat oleh-oleh khas NTT Ibu
Soekiran, Jalan Mohamad Hatta.
Mayat tersebut diduga seorang perempuan. Selain tanpa kepala, beberapa bagian tubuh yang
lain juga tidak ada. Seperti, pada tangan kirinya yang ada hanyalah dari bagian bahu
sampai pergelangan, sedangkan telapak tangannya tidak ada.
Tangan kanannya hanya sebatas siku, sedangkan bagian lainnya tidak ada. Demikian pun payudaranya tidak ada, tulang di bagian kaki kirinya bisa dilihat serta kulit di sekitar
perut pun sudah rusak. Pada bagian tengkuknya masih tersisa kulit tubuh. Telapak kakinya
terlihat hancur. Secara keseluruhan, kondisi tubuhnya sangat memprihatinkan.
Saat ditemukan, mayat tersebut tanpa busana dan sulit dikenali. Informasi yang dihimpun Pos Kupang di Tempat Kejadian Perkara (TKP) , mayat tersebut
ditemukan oleh seorang ibu sekitar pukul 05.00 Wita pagi.
Saat itu ibu tersebut kebetulan melintas di tempat tersebut dan menemukan sesuatu yang
aneh yang ternyata adalah mayat. Dia lalu memberitahu warga lainnya dan akhirnya sejumlah
warga memenuhi tempat itu sampai arus lalu lintas pun sempat terhambat.
Aparat kepolisian dari Polres Kupang Kota, dipimpin Kasat Reskrim AKP Fisie R. Putra, langsung memasang garis polisi (Police line). Selanjutnya mayat tersebut dihantar
menggunakan ambulans ke RSUD W Z. Johanes Kupang sekitar pukul 06.00 lewat. Lalu dilakukan visum luar oleh dokter dari pihak kepolisian (Dokpol) Polda NTT di ruang
jenazah sekitar 45 menit, selanjutnya disimpan di lemari pendingin jenazah.
"Diperkirakan mayat ini sudah lama, karena ada bagian tubuh yang sudah tinggal tulang dan
ada kulit yang mulai mengering. Tetapi tentunya butuh proses lanjutan untuk memastikannya," kata AKP Fisie saat ditemui wartawan di TKP.
Dari kasus tersebut sampai dengan hari ini Sabtu (14/7) sudah tiga
keluarga telah melapor kehilangan anggota. Ketiga keluarga yang datang
tersebut kata Octo, yakni Marthen Manafe dari RT 10 RW 04 Kelurahan
Sikumana.Dia mengaku isterinya tidak pernah lagi kembali ke rumahnya sejak Bulan
Mei 2012 lalu, sehingga dia pun sudah melaporkan hal itu ke Polsek
Maulafa. Marthen mendatangi IPJ pada hari Kamis (12/7) sore.
Selain Marthen, ada juga Alex Las Boy, dari Jalan Sukun II Oepura, yang
mengaku anaknya bernama Vera Las Boy (15), tidak pernah kembali ke
rumahnya sudah 2 minggu. Alex mendatangi IPJ pada hari Jumat (13/7) pagi
kemarin.
Warga lainnya, seperti yang sudah diberitakan sebelumnya yaitu Yulius
Pello, dari daerah Labat-Oebobo Kota Kupang. Dia mendatangi IPJ pada
hari Kamis (12/7) pagi, saat jenazah sedang dilakukan visum luar. Dia
mengaku anak putrinya yang bernama Kristi Pello
(25), tidak pernah kembali ke rumah sejak hari Jumat (6/7/2012)lalu.
Pantauan SP Kupang di IPJ tersebut Jumat kemarin, beberapa orang warga
sengaja datang untuk melayat jenazah yang belum diketahui identitasnya
itu.
Sebelumnya telah diberitakan, sesosok mayat tanpa kepala dan sudah
mengeluarkan aroma tidak sedap ditemukan di dekat pembuangan sampah
(TPA) yang berada di ruas jalan sekitar Rumah Sakit Tentara Wirasakti
Kota Kupang., yakni disamping Kantor Kelurahan Fontein
atau berada tepat di bagian depan pusat oleh-oleh khas NTT Ibu
Soekiran, Jalan Mohamad Hatta. (YOS)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Kapolri Harus Beri Sanksi Keras Kapolda Papua
Akhirnya Pendukung Rustri Beralih ke Ganjar
Kawah Gunung Merapi Keluarkan Gas Beracun
Biaya Tinggi di Dalam Lapas, Alasan Napi Kendalikan Jaringan Narkotika
Tanah Dirampas Walikota, Warga Batam Bakal Demo di Jakarta
Tingkat Kelulusan UN SMA di Banten Mencapai 99,71 Persen
