Mantan Menkes Soewardjono Soerjaningrat Wafat
Selasa, 21 Agustus 2012 | 21:13
[JAKARTA] Menteri
Kesehatan pada periode tahun 1978 - 1988 dan salah satu pendukung utama dari
program kependudukan Keluarga Berencana (KB), Soewardjono Soerjaningrat
meninggal dunia di Jakarta, Selasa (21/8) malam.
"Jenazah (Soewardjono Soerjaningrat) akan dibawa ke rumah duka Jalan
Jupiter Raya No 26 Villa Cinere Mas," kata Staf Ahli Menko Kesra dr
Tubagus Rahmat Sentika SpA MARS dalam keterangan tertulis yang diterima di
Jakarta, Selasa malam.
Rahmat Sentika memaparkan, Soewardjono Soerjaningrat meninggal dunia di ICU
Rumah Sakit Puri Cinere, Depok, Jawa Barat pada sekitar pukul 19.00 WIB.
Ia juga mengemukakan, mantan Menkes tersebut rencananya akan dimakamkan di
Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Rabu (22/8) esok.
Soewardjono Soerjaningrat menjabat sebagai Menkes pada tahun 1978 - 1988,
menggantikan GA Siwabessy (1966-1978) dan diteruskan oleh Adhyatma (1988-1993).
Menurut buku "Mencatat Sejarah Kesehatan Nasional Indonesia, Era
1973-2009", Presiden Soeharto sangat mempercayai kemampuan Soewardjono
yang diangkat hingga dua kali masa periode dalam jajaran Kabinet Pembangunan.
Soeharto saat itu sangat terkesan dengan cara-cara Soewardjono Soerjaningrat
yang senantiasa menyampaikan program-program kesehatan dengan secara sadar
menyesuaikan diri dengan bahasa yang bisa dipahami oleh rakyat Indonesia, yang
sebagian besar pendidikannya masih rendah.
Selain itu, Soewardjono juga diketahui pernah memohon kepada Soeharto agar
melakukan tindakan melarang merokok kepada rakyat Indonesia yakni dengan
mencantumkan bahaya merokok di bungkus rokok seperti di negara-negara maju.
Namun, ketika itu Soeharto menanggapi dingin usulan Soewardjono dengan alasan
tidak mau mematikan kehidupan dari ribuan petani tembakau. [Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Kapolri Harus Beri Sanksi Keras Kapolda Papua
Akhirnya Pendukung Rustri Beralih ke Ganjar
Biaya Tinggi di Dalam Lapas, Alasan Napi Kendalikan Jaringan Narkotika
Tanah Dirampas Walikota, Warga Batam Bakal Demo di Jakarta
