SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 21 Agustus 2014
Pencarian Arsip

KPUD Kerap Jadi Alat Menjegal Calon
Senin, 17 Juni 2013 | 6:11

Ilustrasi uang. [Google] Ilustrasi uang. [Google]

[JAKARTA]  Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengatakan,  hajatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tak lepas dari berbagai praktik kecurangan.

Berbagai modus kecurangan selalu mewarnai Pilkada, mulai dari anggaran, sampai memperalat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) untuk menjegal calon tertentu.

“KPUD sering sekali menjadi alat untuk menjegal calon tertentu,” kata Mahfud di Jakarta, Minggu (16/6).

Ia menjelaskan dari sisi regulasi, Pilkada sudah cukup ideal. Namun, perilaku elite yang membuat hajatan Pilkada rusak.

Mereka yang menjarah pesta rakyat itu, dengan cara-cara lancang, ingin menang dengan cara curang. Karena itu wajar bila kemudian muncul keinginan merevisi format Pilkada.

“Modusnya banyak sekali. Ada yang pinjam KTP dari bank, untuk syarat dukungan. Menyalahgunakan anggaran dan lain-lain.  Saya kira sebenarnya, masalah bukan di aturan karena setiap aturan filosofisnya sudah bagus," ujanya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kota Palangkaraya, Rojikinnor mengemukakan pernah merasakan pengalaman pahit, terjegal di tengah jalan ketika hendak maju ke Pilkada.

Saat ia menyerahkan surat permintaan ke Menteri Dalam Negeri, Gawaman Fauzi agar menangguhkan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Murung Raya, Perdie M. Yoseph dan Darmaji.

Tak hanya mengadu ke Mendagri, ia juga mengadukan jajaran KPUD Murung Raya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). 

Rojikinnor bercerita awal mula kenapa ia mengadu ke DKPP. Pada April lalu, ia sempat berniat maju gelanggang pemilihan kepala daerah di Kabupaten Murung Raya. Kawan duet sudah didapat,

Setia Budi yang juga seorang PNS. Partai pendukung juga berhasil dihimpun. Ada 7 partai yang mendukungnya. Merasa sudah memenuhi syarat, ia langsung mempersiapkan diri. Spanduk, poster, kaos dan segala tetek bengek keperluan kampanye telah ia siapkan. Tim sukses pun disusun.

Dia pun mendaftar ke KPU setempat dengan pasangannya. Tiba-tiba, sebelum pengumuman penetapan pasangan calon, nama dia dan duetnya dicoret KPU. Alasan KPU setempat, ada kepengurusan ganda dari salah satu partai pendukungnya.

Ia tak terima lalu menggugat surat pencoretan dirinya ke PTUN. Mujur, PTUN memenangkan gugatannya. Dalam putusannya, PTUN meminta KPU membatalkan SK pembatalan dirinya. Ia dianggap memenuhi syarat.

Tapi KPUD tak mengubris, terus saja melaksanakan tahapan Pilkada, mereka melakukan banding. Bulan April kemarin, hasil Pilkada sudah diumumkan. Pemenangnya adalah Perdie M. Yoseph, adik dari  Bupati Murung Raya yang sudah menjabat dua kali, Willy M.Yoseph.

Merasa diperlakukan tak adil, ia pun datang ke Jakarta. Kali ini, yang ia datang adalah DKPP. Pada lembaga itu, ia mencari keadilan. Dia, mengadukan jajaran komisioner pemilihan di Murung Raya.

Pada bulan Mei, ia daftarkan aduaannya. Segepok dokumen pun telah diserahkan. Tapi, sampai memasuki pertengahan Juni, tak ada kabar dari DKPP. Bolak-balik ia menanyakan.

“Saya ingin mendapatkan keadilan. Bila memang KPUD bersalah, ya katakan bersalah. Mereka sebentar lagi habis masa jabatannya. Tolong, jangan gantung nasib orang. Kami dari daerah, datang ke Jakarta ini, tak sedikit ongkos,” tuturnya.

Juru bicara DKPP, Nurhidayat Sardini, saat dikonfirmasi, mengatakan, segera mengecek pada stafnya, mengenai pengaduan Rojikinnor yang terkatung-katung. Intinya, bila aduan telah memenuhi syarat untuk disidangkan, maka segera diproses.

Bahkan, untuk mempercepat penyelesaian setumpuk aduan, DKPP, sampai menggelar sidang secara marathon, dari siang hingga malam.

“Setelah saya cek ke sekretariat, memang sudah masuk, posisi saat ini dalam proses kajian karena sangat padatnya persidangan dan perkara yang masuk dan ditangani, “  kata mantan Ketua Badan Pengawas Pemilu itu. [R-14]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»