SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 17 September 2014
Pencarian Arsip

KPU Banten

Dua Bacaleg Di Bawah Umur Dari Golkar Dan PPP
Rabu, 8 Mei 2013 | 6:03

Peringatan KPU soal penyerahan daftar caleg. [Antara] Peringatan KPU soal penyerahan daftar caleg. [Antara]

[SERANG] Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten menemukan dua bakal calon legislatif (Bacaleg) DPRD Banten yang di bawah umur.

Keduanya berasal dari Partai Golkar dan PBB. Namun belum diketahui dari Daerah Pemilihan (Dapil) mana mereka diusulkan.  

Selain itu, KPU Banten juga menemukan seorang Bacaleg yang terdaftar namanya, namun tidak ada berkasnya yakni atas nama Bacaleg E Hafadzah dari PPP.  

Hal itu diketahui seusai KPU Banten menyerahkan berkas Bacaleg yang masih mengalami kekurangan atau tidak lengkap ke masing-masing parpol, di Hotel Mambruk, Anyer, Serang, Selasa (7/5).  

"Jika parpol yang mengusulkan Bacaleg di bawah umur itu tidak segera mengganti dengan Bacaleg yang memenuhi kriteria dari segi usia, maka  kami dari KPU Banten akan mencoretnya. Berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang ada, usia Bacaleg sekurang-kurangnya 21 tahun pada 22 April 2013 lalu," tegas Ketua Pokja Verifikasi Bacaleg KPU Provinsi Banten, Agus Supriyatna.  

Agus mengungkapkan terkait Bacaleg bernama E Hafadzah dari PPP, berdasarkan informasi yang diperoleh KPU Banten, yang bersangkutan terdaftar juga di caleg DPR.

"Kami minta PPP untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Tidak boleh bacaleg didaftarkan ganda," tegasnya.  

Lebih lanjut Agus mengungkapkan,  ada 7 anggota DPRD Banten yang mendaftar melalui parpol yang berbeda namun belum mengisi formulir pernyataan pengunduran diri dari anggota DPRD yang dilampiri surat pimpinan DPRD yang menyatakan surat pengunduran diri sedang diproses.  

"Kekurangan persyaratan yang paling banyak yakni surat keterangan sehat jasmani dan rohani. Kebanyakan hanya menyerahkan surat keterangan sehat dan terbebas dari narkoba. Untuk keterangan sehat rohani, banyak yang belum," ujarnya.  

Terkait keterwakilan bakal calon legislatif dari kalangan perempuan minimal 30 persen di masing-masing parpol sudah terpenuhi. Hanya saja ada dua parpol yang belum memenuhi ketentuan 30 persen Bacaleg perempuan untuk daerah pemilihan (Dapil) tertentu yakni PKB dan Partai Hanura untuk Dapil Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.  

Agus menyatakan, secara umum, dari 12 parpol peserta Pemilu yang mendaftarkan Bacaleg ke KPU Banten, tidak ada satu pun parpol yang seratus persen memenuhi syarat. Namun demikian, jelas dia, parpol masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki dan melengkapi berkas persyaratan yang kurang pada 9-22 Mei. 

"Dalam jeda waktu tersebut, parpol diharapkan bisa segera memperbaiki dan melengkapi kekurangan yang ada," katanya.   I

a menyatakan, setelah dilakukan perbaikan, KPU Banten akan melakukan verifikasi ulang pada 23-30 Mei 2013. "Kami mengimbau kepada semua parpol  agar memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin untuk memperbaiki kekurangan berkas yang ada,” ujarnya.  

Dicoret  

Sementara itu, dari Kota Cilegon dilaporkan bahwa salah seorang Bacaleg dari Partai Hanuta berinisial YR, terpaksa dicoret dari daftar caleg semetara (DCS) karena masih di bawah umur.

Padahal, dalam Peraturan KPU Nomor 13/2013 tentang Pencalonan, Bacaleg harus berusia minimal 21 tahun saat pendaftaran.   Ketua KPU Cilegon Syaeful Bahri menyatakan, berdasarkan berkas pencalonan yang diberikan Partai Hanura, YR belum genap berusia 21 tahun pada 22 April 2013 saat penutupan pendaftaran caleg.

"Dari 340 caleg yang didaftarkan oleh 12 peserta pemilu, hanya satu caleg dari Hanura yang gugur," kata Syaeful.  

Menanggapi masalah tersebut, Ketua DPC Partai Hanura Kota Cilegon Bochari mengaku pasrah. Untuk sementara, partainya belum bisa bersikap apakah akan mengganti dengan Bacaleg lain atau membiarkan Bacalegnya dicoret.

"Nanti kita sikapi setelah menggelar rapat dengan pengurus lain," ujar Bochari.  

Diketahui, YR adalah caleg Partai Hanura yang dicalonkan dari Dapil IV meliputi Kecamatan Jombang dan Purwakarta. Mahasiswi semester IV di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Serang itu ternyata baru pada Juli 2013 nanti genap berusia 21 tahun. "Kalau dicoret tidak masalah," kata YR.  

75 Berkas

Sementara dari Kabupaten Serang dilaporkan bahwa sekitar 75 persen Bacaleg DPRD Kabupaten Serang tidak memenuhi persyaratan. Dari total Bacaleg sebanyak 523 orang, baru sekitar 130 orang yang berkas persyaratannya lengkap.  

"Yang lengkap itu hanya 25 persen dari total Bacaleg," kata anggota KPU Kabupaten Serang Enan Nadia.  

Menurut Enan, Bacaleg yang tidak memenuhi persyaratan meliputi 10 kepala desa yang mendaftarkan diri sebagai Bacaleg yang tidak menyertakan surat rekomendasi dari atasannya dan empat anggota DPRD Kabupaten Serang yang belum menyertakan surat rekomendasi bahwa yang bersangkutan telah mengundurkan diri.  

"Yang belum memberikan rekomendasi itu ditunggu sampai tanggal 23 Mei," katanya.   Selain itu, kata Enan, ada Bacaleg yang tidak cukup umur dan Bacaleg yang diketahui sebagai penyelenggara Pemilu. "Mereka itu otomatis gugur," katanya. [149]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»