Korban Bentrok Ambon Bersikeras Temui Gubernur
Rabu, 16 Mei 2012 | 14:49
Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. [Dok.SP] [AMBON] Korban
bentrok di Ambon, Selasa (15/5) subuh yang rumahnya terbakar, Kace Maruanaya,
Rabu (16/5), bersikeras menemui Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu untuk
menyampaikan keluh-kesahnya.
Dengan mengendarai sepeda motor, Kace memasuki halaman kantor gubernur dan
memarkirkan kendaraannya tepat di depan mobil dinas gubernur yang diparkir di
teras utama gedung pemerintah tersebut.
Personel Satuan Polisi Pamong Parja (Satpol PP) sempat melarang Kace memarkir
kendaraannya di depan mobil gubernur namun ia tidak menggubrisnya.
"Saudara - saudara (personil Satpol PP) tidak mengalami penderitaan
seperti saya, makanya jangan menghalangi untuk menemui Gubernur," ujar
Kace yang mengaku bahwa rumahnya di kawasan Mardika, Kecamatan Sirimau, Kota
Ambon sudah empat kali terbakar sejak konflik pecah pada 1999.
Dia mengatakan bahwa saat ini dirinya hanya mengenakan sandal jepit dan oblong
untuk menemui gubernur karena semua pakaian terbakar saat bentrokan yang
terjadi Selasa (15/5).
"Untungnya saya diberi Rp1 juta oleh Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy
dan itu dimanfaatkan untuk membeli kasur agar anak-anak bisa tidur di
pengungsian. Makanya saya harus bertemu gubernur," tandas Kace.
Nasib baik berpihak kepadanya karena saat masih berbicara dengan Satpol PP,
Gubernur Ralahalu ke luar dari ruang kerjanya dan memanggil Kace.
"Ada apa?," sapa gubernur sambil meminta Kace menyampaikan
keperluannya.
Gubernur yang hendak menghadiri pertemuan dengan Forum Koordinasi Pimpinan
Daerah meminta Kace untuk menemuinya kembali karena waktunya saat itu sangat
terbatas.
"Syukur bisa bertemu gubernur kendati masih dijanjikan untuk kembali
lagi," ujar Kace.
Sebelumnya Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu mengatakan bahwa seluruh biaya
yang ditimbulkan akibat bentrok itu ditanggung oleh Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Maluku, baik korban luka maupun rumah dan kendaraan terbakar.
Insiden di kawasan Mardika menyebabkan 50 orang terluka akibat terkena serpihan
yang diduga bom yang dilempar orang tidak dikenal, serta terkena lemparan batu
dan benda tajam lainnya saat warga sedang menonton arak- arakan obor Pattimura,
Selasa subuh.
Para korban kebanyakan mengalami luka berat dan ringan di daerah tungkai kaki
dan paha, punggung serta bagian wajah.
Seluruh korban kini menjalani perawatan intensif di sejumlah Rumah Sakit (RS)
antara lain Rumah Sakit Umum Daerah dr Haulussy Ambon, 23 orang, RS Sumber
Hidup (8) orang, RS Bhakti Rahayu, 11 orang, RS Al Fatah Ambon (7) orang serta
satu korban di RS dr Latumeten. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Dahlan: Gaji Outsourcing 10% Di Atas UMP
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
DPR: Jangan Hentikan Pencarian Korban Freeport
Tim Otsus Papua-Aceh DPR Kunjungi Freeport
Freeport: Jumlah Korban Meninggal 11 Orang
Polisi Tahan 40 Motor Milik Geng Motor
6 Tahun Penelitian, Teluk Buyat Tidak Tercemar Arsen dan Merkuri
