Kontras Sesalkan Polisi Tembak Warga Sipil di Paniai, Papua
Rabu, 16 Mei 2012 | 14:46
Ilutrasi tertembak [google] [JAYAPURA] Koordinator Kontras (komisi untuk orang hilang
dan korban tindak kekerasan) Papua, Olga Helena Hamadi, menyesalkan penembakan
sejumlah warga sipil di lokasi pendulangan emas Kabupaten Paniai, Papua pada
Selasa (15/5) malam.
"Kami sangat menyesalkan penembakan itu terjadi," kata Hamadi di
Jayapura, Papua, Rabu.
Ia mengemukakan, pihaknya menolak kekerasan seperti penembakan yang dilakukan
oleh kepolisian atau Brimob setempat terhadap warga sipil, karena penembakan
tersebut bisa meniadakan rasa keadilan dan perdamaian di Paniai.
"Kami menolak kekerasan yang dilakukan oleh kepolisian. Penembakan
terhadap warga sipil meniadakan rasa keadilan dan perdamaian di Paniai,"
katanya.
Lebih lanjut perempuan muda ini mengemukakan kasus penembakan di Paniai harus
diusut hingga tuntas dan jika terbukti pelakunya harus mendapatkan hukuman yang
sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, karena jika tidak
kasus penembakan tersebut bisa membuka pintu baru bagi kekerasan yang
berikutnya.
"Seharusnya perlu upaya segera memeriksa pelaku penembakan. Usut tuntas
dan beri sanksi yang seberat-beratnya karena penembakan ini membuka pintu bagi
terjadinya kekerasan berikut," katanya.
"Kalau bisa aparat yang terlibat penembakan ditarik dari Paniai,"
katanya.
Sementara itu, Ketua lembaga pengembangan masyarakat adat suku Wolani, Mee dan
Moni (LPMA Swamemo) Thobias Bogobau di Jayapura mengatakan hal itu tidak perlu
terjadi jika aparat bertindak lebih bijak.
"Seharusnya hal ini tidak perlu terjadi, aparat hadir untuk melindungi dan
mengayomi warga tetapi yang terjadi seperti ini," katanya dengan nada
sesal.
Ia pun meminta agar peristiwa penembakan itu tidak terjadi lagi, dan meminta
DPR Papua untuk segera membentuk tim khusus terkait itu.
"Jangan ada lagi penembakan, DPR Papu harus turun lihat permasalahan
ini," pintanya.
Seperti yang diwartakan sebelumnya, sebanyak lima orang warga ditembak personel
Brigade Mobil (Brimob), dan seorang tewas, di pendulangan emas di lokasi 45
Desa Nomowodide, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Papua, pada Selasa
sekitar pukul 20.00 WIT.
Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Paniai, AKBP Anthon Diantje, yang dihubungi
Antara dari Jayapura, Rabu, membenarkan kasus yang bermula dari keributan yang
dilakukan korban, sehingga menewaskan Malianus Kagepe.
Empat warga yang terluka, menurut dia, Lukas Kagepe tertembak bagian perut,
Amos Kagepe luka tembak bagian kaki, Alpius Kagepe luka tembak di lengan kanan,
dan satu korban lainnya belum diketahui identitasnya terkena tembakan di dada.[Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
Longsor di Freeport, 21 Tewas, 7 Masih Dicari
AS Akui Pesawatnya Langgar Wilayah Indonesia
Dipecat, Ketua RT Gugat Lurah ke PTUN
