SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip

Kontras Desak Segera Investigasi Kasus Kekerasan di Ogan Ilir
Sabtu, 28 Juli 2012 | 5:31

Koordinator Kontras, Haris Azhar Koordinator Kontras, Haris Azhar

[JAKARTA] Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengecam keras aksi penembakan yang dilakukan oleh anggota Brimob Polda Sumatera Selatan terhadap masyarakat desa Limbang Jaya Kecamatan Ogan Ilir Sumatera Selatan. Di mana, menyebabkan Angga Darmawan, anak berusia 12 tahun mengalami luka tembak pada bagian kepala dan meninggal ditempat.

Oleh karena itu, koordinator Kontras, Haris Azhar mendesak supaya pemerintah segera menghentikan penggunaan kekuatan senjata dan cara kriminalisasi dalam menghadapi masyarakat disengketa sumber daya alam. Dan meminta supaya Komnas HAM dan Ombudsman untuk segera melakukan investigasi atas rangkaian tindak kekerasan di Ogan Ilir.

Selain itu, Haris juga menyangkan peristiwa kekerasan yang terjadi di Ogan Ilir karena terjadi hanya dua hari setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan akan membentuk tim penyelesaian sengketa agraria.

Menurut Haris, dari catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan dan pemantauan yang dilakukan KontraS, aksi kekerasan terhadap masyarakat yang berkonflik dengan PTPN VII pada Jumat (27/7) ini adalah rangkaian sejak 17 Juli 2012 lalu.

"Insiden kekerasan ini adalah buntut dari sengketa lahan antara warga 22 Desa disekitar PTPN VII Cinta Manis terkait dengan pengambil alihan lahan usaha masyarakat sekitar," jelas Haris dalam keterangan pers yang diterima, Jumat (27/7) malam.

Di mana, lanjut Haris, akibat peristiwa sengketa lahan tersebut menyebabkan puluhan warga menjadi korban kriminalisasi, yaitu tercatat sembilan orang warga ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda Sumatera Selatan.

Sedangkan, akibat peristiwa kekerasan oleh Brimob pada Jumat (27/7), satu orang anak tewas dan empat orang lainnya mengalami luka tembak dengan kondisi kritis. Keempatnya adalah, Jessica (perempuan, 16 tahun, Cucu dari anggota DPRD Ogan Ilir), Dud binti Juning (Perempuan, 30 tahun), Rusman Bin Alimin (Laki-laki, belum diketahui umurnya), dan satu lagi belum diketahui namanya.

Terkait peristiwa tersebut, pihak kepolisian menjelaskan bahwa peristiwa berawal dari penyerangan terhadap tim gabungan pada Jumat (27/7) sore oleh warga setempat. Di mana, tim sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah hukum Polres Ogan Ilir terkait kasus pencurian pupuk di Rayon III terkait kejadian 17 Juli lalu.

Ketika penyerangan dikatakan ada Unit Patroli Polres Ogan Ilir dan Brimob dengan kekuatan Dalmas Polres 13 orang, satuan narkoba 12 orang, Intel 10 orang, Lantas 2 orang, Polda 3 orang, serta Brimob 90 orang. (N-8)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN