KNKT: Investigasi Kotak Hitam Sukhoi Tetap di Indonesia
Rabu, 16 Mei 2012 | 14:57
Kotak hitam (Black Box). [google] [BOGOR] Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi
(KNKT) Tatang Kurniadi mengatakan investigasi dan penelitian terhadap kotak
hitam pesawat komersial Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak tetap
dilakukan di Indonesia.
"Kami yang akan tetap melakukan investigasi dan penelitian terhadap flight
recorder atau kotak hitam pesawat naas tersebut," kata Tatang kepada
wartawan, Rabu, usai melakukan konferensi pers di Cijeruk, Bogor.
Menurutnya, investigasi dan penelitian yang tetap akan dilakukan di Indonesia
ini karena sesuai dengan peraturan internasional tentang keselamatan terbang.
Selain itu pemerintah juga sudah berkoordinasi dengan pihak Rusia tentang
investigasi dan penelitian kotak hitam tersebut.
"Mulai hari ini (Rabu) kami akan melakukan penelitian dan investigasi
karena kami juga mempunyai laboratorium khusus untuk mengungkap isi dari kotak
hitam jika terjadi kecelakaan pesawat," tambahnya.
Untuk melakukan tugas ini, membutuhkan waktu minimalnya satu tahun agar bisa
mengungkap isi dari rekaman "flight data recorder" (FDR) tersebut.
Nantinya hasil rekaman ini akan dirilis oleh KNKT.
Namun, sampai saat ini bagian kotak hitam yang baru ditemukan adalah cockpit
voice recorder (CVR) atau perekam suara kokpit namun FDR atau perekam data
terbang belum ditemukan dan masih dalam pencarian Tim SAR gabungan.
"Walaupun baru satu bagian kotak hitam yang ditemukan, investigasi dan
penelitian sudah langsung dilakukan kami untuk mengungkap apa yang terjadi
sehingga pesawat tersebut bisa menabrak tebing Gunung Salak dan jatuh, tanpa
harus menunggu bagian lain dari kotak hitam yakni FDR," kata Tatang.
Untuk pihak Rusia, katanya, mereka hanya menunggu hasil penelitian dari KNKT,
sehingga sepenuhnya penelitian dan investigasi kotak hitam tersebut merupakan wewenang
Indonesia. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
Longsor di Freeport, 21 Tewas, 7 Masih Dicari
AS Akui Pesawatnya Langgar Wilayah Indonesia
Pimpinan Geng Cewek di Pasuruan Dilapokan ke Polisi
Dipecat, Ketua RT Gugat Lurah ke PTUN
Pilgub NTT Putaran Kedua, Frenly Yakin Menang
Layanan Air Bersih di Indonesia Paling Buruk di Dunia
