Kerusuhan di LP Kerobokan Diduga karena Perlakuan Diskriminatif
Rabu, 22 Februari 2012 | 11:54
LP Kerobokan di Bali [google] [KUTA] Kepala
Kepolisian Daerah Bali, Irjen (Pol) Totoy Herawan Indra menduga kerusuhan di
Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Kuta, Selasa (21/2) malam, dipicu oleh
kekecewaan narapidana yang selama ini diperlakukan diskriminatif.
Ditemui di Lapas Kerobokan, Rabu (22/2), Kapolda mendapatkan penjelasan dari
empat perwakilan narapidana yang mengeluhkan bahwa ada perbedaan pelayanan
kesehatan di antara para narapidana itu.
Perbedaan perlakukan juga dirasakan oleh beberapa narapidana di dalam sel.
"Ada napi yang mengeluhkan diskriminasi itu," kata jenderal polisi
berbintang dua itu.
Kapolda menyatakan bahwa saat ini situsi di dalam Lapas Kerobokan sudah dalam
keadaan kondusif, meskipun masih tercium bau hangus di seluruh ruang
perkantoran yang ludes terbakar dan puing-puing reruntuhan bangunan belum
dibersihkan.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah senjata api dan senjata gas air mata
dari dalam ruang yang terbakar pada pukul 23.00 WITA itu.
Tiga narapidana, Romy, Suprianto, dan Nyoman Tirtayasa dievakuasi ke Rumah
Sakit Trijata karena mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Demikian pula
dengan seorang petugas sipir Lapas yang mengalami luka.
Sementara itu, ratusan personel TNI/Polri ditarik dari Lapas seiring dengan
kepergian Kapolda Bali dari lokasi itu.
Sejumlah mobil pemadam kebakaran juga sudah meninggalkan lokasi Lapas, setelah
api yang melalap seluruh ruang perkantoran benar-benar padam.
Kepala Kesatuan Pengaman Lapas Kerobokan, Anang Khuzaini, tak bersedian
memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.
Demikian halnya dengan Kepala Lapas Kerobokan, Bowo Nariwono. "Waktu
kejadian saya berada di Jakarta," ucapnya, beralasan.
Beberapa saat setelah kepergian Kapolda, situasi di dalam Lapas kembali tak
terkendali. Sejumlah narapidana dan tahanan mencoba keluar melalui salah satu
pos penjagaan yang menghadap ke Jalan Tangkuban Perahu, Kerobokan, Kuta,
Kabupaten Badung.
Namun, petugas kepolisian yang masih tersisa di sekitar Lapas berusaha
menghalau mereka, sehingga situasi kembali terkendali. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kapal Pengangkut Batubara Tenggelam di Perairan Merak
Subak Diakui Dunia, Masyarakat Bali Gembira
Larangan Beribadah Harus Dilaporkan ke Dewan PBB
BBM Langka di Lampung, Pertamina ‘Ngapain Aja?’
Duit Kencan Kurang Rp 20 Ribu, Pria Bunuh Wanita Penghibur
Rusuh di Jambi, 60 Rumah Karyawan Perusahaan Sawit Dibakar
Jika Tak Kuat Mental, Keluarga Disarankan Tidak Lihat Jasad Korban Sukhoi
Duel di Kafe, Satu Tewas Ditebas Pedang
