SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 19 Juni 2013
Pencarian Arsip

Kepala BNP2TKI Kunjungi Pengungsi Rohingnya
Kamis, 2 Agustus 2012 | 23:15

Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat. [Dok.SP] Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat. [Dok.SP]

[JAKARTA] Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, mengunjungi para pengungsi Muslim asal Rohingya, Myanmar di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang, Kepri, Kamis (2/8) di sela sela agenda Safari Ramadhan BNP2TKI hari ke-10.  

Jumhur dalam siaran persnya yang diterima SP, Kamis (2/8), mengatakan, dalam kunjungan mendadak dalam rangkaian Safari Ramadhan itu, ia menyampaikan keprihatinan dan solidaritas sesama umat Muslim.

Selain pengungsi asal Afghanistan, di Rudenim Tanjungpinang terdapat 82 pengungsi asal Rohingya. Penduduk Muslim Rohingya saat ini mendapat perlakukan kekerasan dan pembantaian dari pemerintah junta militer Myanmar.

"Sabar, ya, pemerintah Indonesia mendesak Myanmar memperlakukan penduduk Rohingya dengan baik," katanya.  

Dalam kunjungan itu, Jumhur mendapat gambaran dari para pengungsi yang seluruhnya pria itu. "Kami diteror habis-habisan, tempat ibadah dibakar penduduk dibunuh," kata Muhammad Yunus, salah satu pengungsi Rohingya yang sudah fasih berbahasa Indonesia.  

Mereka pada umumnya telah tinggal di Rudenim itu telah berjalan sembilan bulan. Dari 82 pengungsi itu sudah ada sembilan orang yang sedang dalam proses penempatan ke negara-negara yang menerima pengungsi sebagai penduduk.

"Rakyat Indonesia sangat marah terhadap pemerintah Myanmar yang melakukan pembantaian dan kejahatan kemanusiaan terhadap penduduk Muslim Rohingya," kata Jumhur.  

Petugas imigrasi Ohan Suryana yang mendampingi dalam pertemuan itu menyatakan Indonesia bukan negara yang menerima pengungsi secara permanen sehingga penanganan mereka di tempat itu hanya sementara untuk dicarikan negara yang bisa menerima mereka sebagai penduduk.

Jumhur menjelaskan, kunjungannya  menemui 82 pengungungsi Muslim asal Rogingya, Myanmar, di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang, Kepri, Kamis (2/8), adalah bersifat pribadi.


"Saya secara pribadi terpanggil sebagai saudara sesama Muslim dan sebagai solidaritas," kata Jumhur.   Meskipun menjadi pejabat negara pertama yang langsung menemui para pengungsi itu, Jumhur mengatakan kunjungannya di luar agenda dari kegiatan Safari Ramadhan BNP2TKI 24 Juli - 3 Agustus 2012 ke Sumut, NAD, Riau, dan Kepri.

Di hadapan para pengungsi, Jumhur menyatakan keprihatinannya dan dia menyatakan bahwa rakyat Indonesia sangat marah atas tindakan sewenang-wenang dari pemerintah junta militer Myanmar terhadap penduduk Muslim Rohingya.  "Sabar, pemerintahan Myanmar pasti akan berubah," kata Jumhur.


Dari 82 pengungsi asal Rohingya yang semuanya pria itu, sembilan orang di antaranya sedang dalam proses penempatan ke negara yang menerima pengungsi sebagai penduduk permanen. 

"Indonesia bukan negara penerima pengungsi jadi penanganan terhadap mereka bersifat sementara, menunggu negara yang bersedia menerima mereka," kata Ohan Suryana, petugas imigrasi yang mendampingi dalam pertemuan itu.


Sementara para pengungsi sangat berharap pemerintah Indonesia membantu untuk masa depan mereka dan penduduk Rohingya yang lebih baik.  "Kondisi di Rohingya sangat mengerikan," kata Muhammad Yunus, kepada Jumhur. [E-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN