Kepala BNP2TKI Kunjungi Pengungsi Rohingnya
Kamis, 2 Agustus 2012 | 23:15
Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat. [Dok.SP] [JAKARTA]
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
(BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, mengunjungi para pengungsi Muslim asal Rohingya,
Myanmar di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang, Kepri, Kamis (2/8)
di sela sela agenda Safari Ramadhan BNP2TKI hari ke-10.
Jumhur dalam
siaran persnya yang diterima SP, Kamis (2/8), mengatakan, dalam kunjungan
mendadak dalam rangkaian Safari Ramadhan itu, ia menyampaikan keprihatinan dan
solidaritas sesama umat Muslim.
Selain pengungsi asal Afghanistan, di Rudenim
Tanjungpinang terdapat 82 pengungsi asal Rohingya. Penduduk Muslim Rohingya
saat ini mendapat perlakukan kekerasan dan pembantaian dari pemerintah junta militer
Myanmar.
"Sabar, ya, pemerintah Indonesia mendesak Myanmar memperlakukan
penduduk Rohingya dengan baik," katanya.
Dalam
kunjungan itu, Jumhur mendapat gambaran dari para pengungsi yang seluruhnya
pria itu. "Kami diteror habis-habisan, tempat ibadah dibakar penduduk
dibunuh," kata Muhammad Yunus, salah satu pengungsi Rohingya yang sudah
fasih berbahasa Indonesia.
Mereka pada
umumnya telah tinggal di Rudenim itu telah berjalan sembilan bulan. Dari 82
pengungsi itu sudah ada sembilan orang yang sedang dalam proses penempatan ke
negara-negara yang menerima pengungsi sebagai penduduk.
"Rakyat Indonesia
sangat marah terhadap pemerintah Myanmar yang melakukan pembantaian dan
kejahatan kemanusiaan terhadap penduduk Muslim Rohingya," kata Jumhur.
Petugas
imigrasi Ohan Suryana yang mendampingi dalam pertemuan itu menyatakan Indonesia
bukan negara yang menerima pengungsi secara permanen sehingga penanganan mereka
di tempat itu hanya sementara untuk dicarikan negara yang bisa menerima mereka
sebagai penduduk.
Jumhur menjelaskan, kunjungannya menemui 82 pengungungsi Muslim asal
Rogingya, Myanmar, di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang, Kepri,
Kamis (2/8), adalah bersifat pribadi.
"Saya secara pribadi terpanggil sebagai saudara sesama Muslim dan sebagai
solidaritas," kata Jumhur.
Meskipun
menjadi pejabat negara pertama yang langsung menemui para pengungsi itu, Jumhur
mengatakan kunjungannya di luar agenda dari kegiatan Safari Ramadhan BNP2TKI 24
Juli - 3 Agustus 2012 ke Sumut, NAD, Riau, dan Kepri.
Di hadapan para pengungsi, Jumhur menyatakan keprihatinannya dan dia menyatakan
bahwa rakyat Indonesia sangat marah atas tindakan sewenang-wenang dari
pemerintah junta militer Myanmar terhadap penduduk Muslim Rohingya.
"Sabar, pemerintahan Myanmar pasti akan berubah," kata Jumhur.
Dari 82 pengungsi asal Rohingya yang semuanya pria itu, sembilan orang di
antaranya sedang dalam proses penempatan ke negara yang menerima pengungsi
sebagai penduduk permanen.
"Indonesia bukan negara penerima
pengungsi jadi penanganan terhadap mereka bersifat sementara, menunggu negara
yang bersedia menerima mereka," kata Ohan Suryana, petugas imigrasi yang
mendampingi dalam pertemuan itu.
Sementara para pengungsi sangat berharap pemerintah Indonesia membantu untuk
masa depan mereka dan penduduk Rohingya yang lebih baik. "Kondisi di
Rohingya sangat mengerikan," kata Muhammad Yunus, kepada Jumhur. [E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
Mendagri: Gubernur Sumut Layak Raih MURI
DPR Dukung Kenaikkan BBM, Dua Pos Polisi dan Restoran KFC Dibakar Massa
Antisipasi Mahasiswa Ngamuk, Kampus Nommensen Diliburkan Selama Sepekan
Anggaran Pelantikan Gubernur Jateng Rp 1 Miliar
Wow..Anggaran Interior Rumah Dinas Gubernur Banten Rp 5,9 Miliar
Sidang Kasus Cebongan Digelar 20 Juni
