SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 28 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Kemdikbud Kaji Usulan Untuk Hapus UN SD
Senin, 6 Mei 2013 | 11:11

Mendikbud Muhammad Nuh sedang berdialog dengan anak SD . Bhakti, [SP/Dina Manafe]. 
Mendikbud Muhammad Nuh sedang berdialog dengan anak SD . Bhakti, [SP/Dina Manafe].

[JAKARTA] Menteri Pendidikand an Kebudayaan (Mendikbud) Muhhamad Nuh berjanji akan mengkaji kembali usulan/wacana untuk menghapus Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar (SD) di tahun-tahun mendatang. Sisi positif yang patut dipertimbangkan dari usulan ini adalah siswa hanya dievaluasi sekali yakni di pada kelas 9 atau jenjang SMP.

Wacana menghapus UN lantaran dianggap kontroversi dengan program wajib belajar (wajar) 9 tahun.  Menurut Nuh, menghapus UN SD boleh-boleh saja, tetapi harus ada kebijakan lain sebagai penggantinya. Seperti apa bentuk penggantinya ini, menurut Nuh, pihaknya harus mengkaji kembali dan mempersilahkan berbagai pihak untuk memberikan masukan.

Sebab UN, kata Nuh, memang di samping untuk memetakan mutu pendidikan di seluruh Tanah Air, juga menjadi standar kelulusan sekolah, dan menentukan masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.  Jika nanti standar kelulusan diserahkan sepenuhnya ke pihak sekolah, dikhawatirkan justru menimbulkan persoalan baru bagi tingkat SMP.   

Untuk masuk ke jenjang SMP, apakah SMP mempercayakan standar kelulusan kepada tiap-tiap sekolah ataukah menyaring siswa dengan membuat ujian seleksi masuk
SMP.

Kalau pun SMP melakukan ujian saringan lagi, tentu membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya yang besar. Itu sama saja dengan memindahkan anak dari tidak ada UN, tetapi masuk dengan ujian seleksi.  Karena itu, Nuh meminta waktu untuk mempertimbangkan plus minus menghapus UN SD.

"Untuk wacana hapus, tidak serta merta, tetapi dikaji dulu. Sebab kalau tidak ada atau belum dipersiapkan penggantinya, maka akan kehilangan data, peta, dan lainnya. Alternatifnya bisa menggunakan region atau wilayah, dan dipastikan dari jenjang pendidikan 6 tahun ke tiga, dan ke atasnya  harus menyamubung karena terintegrasi dalam satu sistem," kata Nuh, sesuai menggelar inspeksi mendadak (sidak) UN SD 2013 di SD Bhakti, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (6/5).

Nuh menambahkan, pihaknya membuka ruang terbuka untuk setiap kritikan dan masukan terkait wacana ini. Kemdikbud juga berencana menggelar konvensi, yang mempertemukan semua pihak, ekstrimitas, dan elemen untuk membahas UN dan juga sistem pendidikan nasional secara umum.

Dengan konvensi yang rencananya akan digelar September mendatang diharapkan bisa menghasilkan sebuah kesepakatan dengan pertimbangan dari berbagai pihak, baik yang pro maupun kontra terhadap system pendidikan secara keseluruhan.

"Sebab hampir setiap tahun terjadi kontraproduktif, sehingga energinya tidak produktif. Maka dengan konvensi diharapkan semua pihak baik yang pro maupun kontra duduk bersama untuk membuat kesepakatan dengan pertimbangan berbagai pihak. Sehingga energi bisa difokuskena kepada pendidikann tanpa harus kontraprouktif," ucapnya.[D-13]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»