Kapal Kargo Tenggelam di Perairan Sabang
Jumat, 3 Agustus 2012 | 9:55
Ilustrasi kapal tenggelam [AP] [BANDA
ACEH] Sebuah kapal
kargo KM Artika yang
berawak kapal 11 orang dengan membawa 250 ton baras beras dan barang
rempah-rempah ke Sabang, Kamis (2/8) pukul 18.15 kemarin tenggelam diperairan
Sabang, pada lokasi sejarak 15 mil dari daratan, upaya pencarian kapal berserta
awaknya mesih terus dilakukan sejak, Kamis malam hingga, Jumat (3/8) pagi namun
belum ada satupun korban yang berhasil ditemukan.
Pemilik Barang H
Hamdani kepada wartawan, Kamis (2/8) malam menyebutkan dia sebelumnya mendapat
laporan dari Kapten Kapal bahwa kapal berkapasitas 199 GT yang
membawa beras dari Malaysia telah berangkat menuju Sabang Pulau Weh,
tetapi menjelang malam kemarin dia mendapat kabar kapar bocor dihaantam ombak
besar dalam perjalanan, dan setelah ditelpon lagi ke kapten kapal sudah tidak
tersambung lagi.
Kemudian dia
minta awak boat di Sabang untuk menelusuri ke laut, ternyata mendapat kabar
kapal telah tenggelam, menyusul tenggelamnya kapal kargo bersama 11 awak kapal
tim sar terus melakukan upaya pencarian korban, hingga pagi ini belum membuahkan
hasil.
Ketua Rapi Banda
Aceh Taf Haikal mengatakan kapal kargo yang membawa gula itu tenggelam dikawasan
perairan Sabang, kapal itu milik pengusaha asal Tanjung Balai Medan Sumatera
Utara, kapal itu tenggelam akibat bocor dan angin kencang saat berangkat dari
Malaysia menuju Sabang, Aceh.
Relawan RAPI
lain Firman, mengatakan kapal tenggelam diperkirakan pukul 17.00 WIB, sebab
sebelum hilang kontak pukul 17.00 WIB, anak buah kapal KM Artika yang berjumlah
11 orang itu sempat menghubungi tim Search and Rescue Aceh untuk meminta
pertolongan.
Saat kapal
mengalami kebocoran, posisi kapal berada persis di perairan Lampanah, Aceh
Besar. Kapal naas itu merupakan jenis kapal kayu yang membawa 350 ton beras dan
dua ton bawang
Dari informasi,
dua tim pencari langsung menuju ke titik kontak terakhir dengan awak kapal.
Kedua tim tersebut yaitu satu tim yang bergerak dari perairan Ie Meule (Sabang)
menuju perairan Laweueng dan satu tim lagi bergerak dari Balohan, Sabang, yang
bergabung dengan tim Imigrasi menuju titik yang sama.
Begitu juga
dengaan, tim Polisi Airud hingga saat ini masih melakukan upaya
pencarian terhadap nakhoda dan ABK KM Artika. (147)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
Mendagri: Gubernur Sumut Layak Raih MURI
Polres Dibakar, Polda Papua Kirim Tim Ke Pegunungan Bintang
DPR Dukung Kenaikkan BBM, Dua Pos Polisi dan Restoran KFC Dibakar Massa
Lippo Group Bangun Empat RS di NTT
Antisipasi Mahasiswa Ngamuk, Kampus Nommensen Diliburkan Selama Sepekan
Wow..Anggaran Interior Rumah Dinas Gubernur Banten Rp 5,9 Miliar
