Indonesia Semakin Mudah Terkoyak Perbedaan Agama dan Suku
Kamis, 24 Mei 2012 | 14:06
Megawati Soekarnoputri. [google] [JAKARTA] Sosok negarawan harus bisa memahami
empat pilar berbangsa dan bernegara yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka
Tunggal Ika. Hal tersebut merupakan persyaratan ideologis yang harus dimiliki
pemimpin.
Artinya, kepemimpinan bangsa dimulai melalui semangat ideologis. Jangan pernah
meremehkan arti dan makna ideologi suatu bangsa.
"Sangat sulit memang membuat sosok negarawan itu terukur. Presiden
Indonesia siapapun orangnya harus berdiri tegak tanpa pernah ragu dengan
berdasarkan ideologi bangsa," kata Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri
saat menyampaikan pidato utama dalam seminar nasional dengan "Merindukan
Negarawan" yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam
Indonesia (IKA UII), di Jakarta, Kamis (24/5).
Megawati mengemukakan, pemimpin bangsa harus bisa memberikan inspirasi dan
mampu menggelorakan kembali kebanggaan sebagai bangsa melalui nation dan
character building. "Kita seharusnya berdiri kokoh di atas keanekaragaman
sebagai bangsa," ujarnya.
Menurutnya, bangsa ini kini semakin mudah terkoyak oleh perbedaan agama dan
suku. Padahal kepribadian bangsa telah begitu lama mengenal falsafah bangsa
dalam Bhineka Tunggal Ika. "Hal itu terjadi karena tiadanya kepemimpinan
yang efektif dan lemahnya penegakkan hukum. Inilah yang saya khawatirkan,
negara dikalahkan oleh aksi premanisme, oleh massa," tegasnya.
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan ini menuturkan, pembangunan negara diperlukan
untuk mengurus rakyat, mewujudkan tujuan nasional oleh institusi negara.
"Di sinilah kepemimpinan dan manajemen bangsa sangat diperlukan,"
imbuhnya.
Dikatakan, kepemimpinan dan manajemen dengan corak ideologi selanjutnya
diterjemahkan dalam kerja, strategi, kebijakan, operasional dan teknis. Seperti
halnya dalam peningkatan produksi pangan. "Peningkatan produksi pangan
bukan hanya soal teknis, tapi soal ideologis, yaitu dengan memupuk rasa bangga,
hormat dan berpihak terhadap petani," katanya.
Dia berpendapat, ideologi memerlukan pemimpin yang negarawan. Karena ideologi
adalah tata pergaulan hidup yang membebaskan manusia dari berbagai belenggu
penjajahan baik secara politik maupun ekonomi. "Pemimpin berjuang bukan
untuk diri sendiri dan kelompoknya. Pemimpin sejati mempersembahkan hidupnya
untuk negeri," tegasnya. [CKP/]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
Longsor di Freeport, 21 Tewas, 7 Masih Dicari
AS Akui Pesawatnya Langgar Wilayah Indonesia
Pimpinan Geng Cewek di Pasuruan Dilapokan ke Polisi
Dipecat, Ketua RT Gugat Lurah ke PTUN
