SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 30 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Ikut Lomba Marching Bank Ke Belanda, Pemprov Banteng Gelontorkan Rp 4 Miliar
Selasa, 7 Mei 2013 | 6:04

Ilustrasi marching band. [depositphotos.com] Ilustrasi marching band. [depositphotos.com]

[SERANG] Kelompok Marching Band yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Biro Umum Pemprov Banten pada tanggal 19 Juli 2013 mendatang akan berangkat ke Den Haag, Belanda untuk mengikuti kontes Marching Band internasional. Anggaran yang dihabiskan untuk mengikuti lomba ini mencapai Rp 4 miliar yang diambil dari APBD Banten 2013.  

Marching Band yang diberi nama Gita Surosowan Banten ini merupakan perwakilan Indonesia untuk mengikuti kontes tingkat internasional di Belanda.

Kendati Marching Band Gita Surosowan Banten ini terpilih sebagai perwakilan Indonesia, namun seluruh anggaran ditanggung oleh Pemprov Banten melalui APBD 2013. Sementara pemerintah pusat tidak membantu sama sekali terkait anggaran.  

Anggaran yang cukup fantastis itu, dinilai oleh berbagai kalangan di Banten sebagai penghamburan dana APBD. Karena itu, budayawan di Banten meminta Pemprov untuk bersikap transparan dalam mengelola anggaran.  

Pengamat Kebijakan Pemerintah sekaligus Budayawan Banten, Purwo Rubiono meminta Pemprov Banten untuk transparan dalam mengelola keuangan daerah.

Terlebih kebijakan Pemprov Banten yang menganggarkan Rp4 miliar untuk kontes musik di Den Haag, Belanda yang diberangkatkan 19 Juli 2013 mendatang.  

"Prestasi yang diraih Marching Band Gita Surosowan Banten patut kita dukung. Namun, yang menjadi pertanyaan, anggaran Rp 4 miliar untuk kontes di Belanda ini sangat fantastis. Karena itu, kita perlu meminta Pemprov Banten untuk bersikap transparan dalam menggunakan angagran dimaksud,” tegas Purwo di Serang, Senin (6/5).  

Purwo menyatakan, anggaran sebesar Rp 4 miliar itu patut dicurigai jika hanya diperuntukkan bagi pembiayaan anggota Marching Band. Purwo mencurigai adanya kelompok tertentu yang memanfaatkan moment kontes Marching Band di Belanda untuk pelesiran.  

“Masyarakat Banten perlu mengawasi keberangkatan para anggota Marching Band Gita Surosowan Banten ke Belanda. Ini dilakukan, agar tidak ada pihak lain yang tidak berkepentingan ikut memanfaatkan kesempatan yang ada untuk sekadar jalan-jalan dan menghabiskan anggaran dari APBD Banten,” tegasnya.  

Untuk diketahui, keberangkatan kelompok Marching Band Gita Surosowan Banten untuk mengikuti lomba Marching Parade World, Marching Contest and Show Band World Division serta Percussi Ensemble.  

Rombongan peserta yang bakal berangkat ke Belanda sebanyak 185 orang meliputi field comander 2 orang, trumpet 20 orang, mellophone 12 orang, baritone 8 orang, euphonium 12 orang, tuba 12 orang, snare drum 7 orang, bass drum 5 orang, multitom 3 orang, cymbal 5 orang, pit instrument 12 orang, colour guard 20 orang, aradeya 11 orang, perlengkapan 38 orang, kesehatan 1 orang, dokumentasi 2 orang, pelatih 7 orang, pembina 3 orang, ketua harian 1 orang, sekretaris 1 orang, penanggung jawab 1 orang dan pelindung gubernur dan wakil gubernur Banten, 2 orang.  

Sekretaris Umum Marching Band Gita Surosowan sekaligus Kepala Bagian Rumah Tangga pada Biro Umum Pemprov Banten, Yadi Mulyadi mengatakan, anggaran Rp4 miliar untuk lomba Marching Band di Den Haag, Belanda tersebut merupakan angka total akomodasi selama latihan hingga berada di Belanda dan biaya untuk pulang ke Indonesia.  

"Untuk tiket 185 orang saja, menghabiskan anggaran sekitar Rp2 miliar lebih. Selebihnya latihan persiapan selama hampir sebulan dan akomodasi selama berada di Belanda nanti," katanya.  

Yadi mengaku anggaran sebesar Rp 4 miliar itu sangat proporsional. Apalagi,  untuk kepentingan mendukung prestasi kelompok Marching Band milik Pemprov Banten anggaran sebesar itu sebenarnya sangat wajar.  

“Kami menganggap ini penting didukung. Apalagi kegiatan ini untuk membawa nama baik Provinsi Banten dan Indonesia. Karena itu, kami meminta semua pihak untuk mendukung kegiatan ini," ujarnya.  

Sebelumnya, Wakil Gubernur Banten, Rano Karno menyatakan, dalam kontes  Marching Band di Belanda nanti, aka nada kolaborasi dengan alat musik tradisional Banten yakni angklung buhun (alat musik Baduy-Red).

Namun berdasarkan data yang bakal berangkat tidak satu pun pemain angklung atau peralatan musik tradisional Banten yang diikutsertakan. [149]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»