SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Mei 2013
Pencarian Arsip

Hary Tanoe: Sertifikasi Guru Harus Pertimbangkan Pengalaman
Rabu, 23 Mei 2012 | 17:58

Hary Tanoesoedibjo [google] Hary Tanoesoedibjo [google]

[DENPASAR]  Ketua Dewan Pakar Partai NasDem, Hary Tanoesoedibjo berpendapat, pemberian sertifikasi guru harus  mempertimbangkan pengalaman mengajar para guru tersebut.      

Saat berkunjung ke Bali dan menerima pengaduan para guru, Rabu (23/5), Hary Tanoe mengatakan bahwa untuk mengatasi persoalan terkait program sertifikasi guru itu diperlukan satu kebijakan pemerintah, yang mempertimbangkan pula masa kerja dan pengalaman guru tersebut.      

Menurut dia, bagi para guru yang sudah senior dan masa tugasnya hanya tersisa 5-7 tahun lagi, maka kepada mereka sertifikasi harus diberikan dengan mempertimbangkan pengalaman mengajarnya.

Kegagalan para guru senior itu untuk mendapatkan sertifikasinya, kata Hary Tanoe, bisa membawa dampak psikologis yang tidak baik bagi murid maupun guru itu sendiri.      

Di sisi lain, Hary juga berharap pemerintah memberikan sosialisasi dan pelatihan yang lebih jelas kepada para guru,  sehingga mereka mengetahui bagaimana proses sertifikasi itu,  dan dapat menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi ujian sertifikasi.     

Dia juga menyatakan bahwa permasalahan semacam itu tidak hanya dialami oleh guru-guru di Bali saja, tetapi tetapi juga di seluruh Indonesia, sehingga pemerintah harus mencari solusi untuk menanggulanginya.      
Sesaat sebelumnya, para guru yang beraudiensi dengan Hary Tanoe  itu mengadukan persoalannya sertifikasi, yang akan berdampak pada peningkatan penghasilan mereka.

Menurut mereka, para guru yang tidak lulus sertifikasi pada umumnya adalah yang sudah berusia 50-an tahun keatas, dan karena kegagalan itu banyak di antara mereka yang terganggu secara psikologis.   Optimis  

Ketika memberikan kuliah umum di hadapan mahsiswa dan dosen di Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Rabu (23/5) siang, Hary Tanoe  menyatakan optimismenya terhadap Partai NasDem untuk membawa perubahan terhadap bangsa dan negara di masa mendatang.  

Karena itu, ia mengajak mahasiswa sebagai kelompok intelektual supaya jangan bersikap apatis terhadap kondisi bangsa sekarang ini.

“Kami menyadari karena mahasiswa yang begitu besar pengaruhnya dalam memperjuangkan nasib bangsa termasuk dalam memperjuangkan reformasi, banyak yang kecewa. Namun, jangan kekecewaan tersebut membuat mahasiswa patah semangat,  justru lebih bersemangat,” tegas Harry Tanoe.  

Menurut Hary, sebagai kelompok elite atau intelektual, mahasiswa umumnya punya idealisme tinggi dalam memperjuangkan kehidupan bangsa dan negara. Hal itu  bukan saja dibuktikan sekarang, melainklan sejak zaman perjuangan, zaman Orde Lama, Orde Baru, dan reformasi sekarang ini.  

“Memang harus diakui pasreformasi 1998 sampai sekarang,  belum mampu membawa bangsa kita ke hal yang lebih baik dari sebelumnya,” katanya.  

Penegakan hukum di Indonesia, misalnya,  masih tampak  abu-abu.  Artinya, penegakaan hukum di Indonesia kurang tegas, sehingga masih banyak terjadi ketimpangan.  

“Harusnya hukum itu sama untuk semua warga, apa warganya kaya atau miskin harus diberlakukan sama. Demikian juga apakah mereka dari kalangan minoritas atau mayoritas,” katanya.  [137]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN