Gubernur Minta Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Kantor Bupati Mesuji
Jumat, 4 Mei 2012 | 11:36
Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP [antara] [BANDAR
LAMPUNG] Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP meminta aparat kepolisian setempat
untuk bertindak cepat dan berani menangkap pelaku pembakaran.
"Jangan
dibiarkan mereka itu. Kalau dibiarkan kan repot. Ini negara hukum, polisi harus
berani bertindak. Tugas di Lampung harus berani jangan pengecut, kalau ada yang
tidak sesuai aturan sikat saja, kalau tidak berani bertindak silahkan pulang
saja," ujar mantan Deputi Operasional Mabes Polri itu.
Dia
juga menyarankan aparat kepolisian untuk meminta bantuan ke Mabes Polri jika
kewalahan menghadapi para pendemo. “Saat ini, pengamanan di Mesuji makin
diperketat, terutama di kantor-kantor pemerintah,” ujar Kapolres Persiapan
Mesuji, AKBP Nazarudin.
Bahkan,
pihaknya telah meminta bantuan Sat Brimob untuk menambah pasukannya. Sabara
dari Polda Lampung pun telah diterjunkan ke Mesuji.
Menurut
Nazarudin, hingga saat ini pihaknya belum menangkap seorang pun provokator
pembakaran itu. “Namun indentitasnya telah ada di tangan kami. Dalam waktu
dekat ini, para provokator akan kami tangkap,” katanya.
Ketua
DPRD Mesuji, Candra Lela mengatakan, semestinya kerusuhan tidak perlu terjadi
apabila tuntutan warga Mesuji, sebelum pelantikan Bupati dan Wakil Bupati
didengarkan oleh Pemprov Lampung.
Pihak keluarga Wakil Bupati Ismail Ishak dan
pendukungnya, meminta agar pelantikan Bupati dan Wakil Bupati itu ditunda,
setelah Ismail Ishak selesai menjalankan hukumanya dulu, yang tinggal delapan
atau sembilan bulan.
"Ismail
Ishak putra asli Mesuji, tentunya warga Mesuji akan banga apabila daerahnya
dipimpin oleh putra daerah asli Mesuji," tandas Candra Lela.
Dia
menilai, tuntutan warga tidak muluk-muluk. “Kalau ditunda, tak akan terjadi
kerusuhan. Kalau sudah begini, yang rugikan kita semua," ujarnya.
Sumber
di Mesuji menyebutkan, massa yang sudah berada di Pemkab Mesuji sejak Senin
lalu, tiba-tiba marah. Kondisi memanas, tanpa diketahui secara pasti siapa yang
memulainnya.
Tiba-tiba
ada yang membakar kantor pemda.
Api
sangat cepat berkobar, meluluhlantahkan kabupaten termuda di Provinsi Lampung
itu. Aparat gabungan yang diterjunkan juga tampak tidak bisa berbuat banyak,
karena jumlah mereka kalah jauh dibandingkan massa yang terus berdatangan.
Kondisi
yang memanas baru tidak bisa serta-merta dihentikan oleh aparat gabungan Brimob
maupun TNI AD. Sebab, massa terus berdatangan hingga pukul 18.00 WIB.
Bahkan,
suasana semakin memanas sekitar pukul 19.00 WIB, saat terdengar suara tembakan
ke udara dari tengah-tengah massa, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 600
orang. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pihak pun yang bertanggung
jawab atas letusan senjata itu.
Massa
berkumpul sejak mereka mengetahui pemberhentian Ismail Ishak dari jabatan Wakil
Bupati Mesuji. Pemberhentian itu, mengacu pada UU Nomor 32 Tahun 2004 dan
Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan dan Pengangkatan
Kepala Daerah. Dalam aturan itu disebutkan, kepala daerah yang berstatus
terpidana diberhentikan dari jabatannya.
Ismail Ishak tersandung kasus korupsi ketika masih
menjadi anggota DPRD Tulangbawang tahun
2006 lalu. Dia terbukti menerima uang suap sekitar Rp 30 juta.
Akibatnya, Ismail divonis setahun penjara oleh PN Menggala, dan hingga
sekarang dia sudah menjalani kurungan lima bulan. Pelantikan
pun dilakukan Rutan Menggala.
Khamamik,
yang juga Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Partai Demokrasi Kebangsaan (DPP PDK)
Lampung, akan mengusulkan salah satu keluarga Ismail Ishak untuk menggantikan
posisi wakil Bupati, seandainya Ismail diberhentikan oleh Menteri Dalam Negeri
(Mendagri). Namun, Khamamik belum bersedia menyebutkan nama orang yang
diusulkan tersebut.
Ia
mengutarakan, pemilihan keluarga menggantikan Ismail sebagai bentuk penghargaan
kepada Ismail dan etika politik. Hal ini sesuai dengan Pasal 35
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Ia
membantah isu bahwa PDI-P akan mengajukan Syafariah Widiyanti (Atu Ayi) kakak
kandung Gubernur Lampung sebagai pengganti Ismail. "Itu fitnah. Yang
melontarkan isu Atu Ayi itu sama saja mencoreng nama besar keluarga besar
Sjachroedin," ucapnya. [NVS/N-6]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Kapolri Harus Beri Sanksi Keras Kapolda Papua
Akhirnya Pendukung Rustri Beralih ke Ganjar
Kawah Gunung Merapi Keluarkan Gas Beracun
Biaya Tinggi di Dalam Lapas, Alasan Napi Kendalikan Jaringan Narkotika
Ribuan Pelajar Di Sumut Tidak Lulus UN
Biaya Hidup Di Lapas Tinggi, Napi Pun Berbisnis Narkotika
Usut Aliran Rekening Gendut Aiptu Sitorus, Penyedia Jasa Keuangan Diperiksa
