GKI Yasmin Tidak Respons Undangan Kemendagri
Selasa, 22 Mei 2012 | 17:43
Para tokoh lintas agama mengunjungi GKI Yasmin di Bogor [SP/Joanito de Saojoao] [JAKARTA]
Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Reydonnyzar M mengatakan,
pihak GKI Yasmin tidak merespons undangan mediasi untuk membicarakan perihal
konflik perizinan pembangunan gereja yang letaknya di wilayah administratif
Bogor ini.
”Kami
masih meminta kepada mereka (GKI Yasmin), siapa perwakilan yang tetap untuk
duduk bersama,” kata Donny ketika ditemui di kantor KPK, Jakarta, Selasa
(22/5).
Menurut
Donny, kebijakan duduk bersama diambil karena selama ini pernyataan berbeda
selalu disampaikan oleh pihak GKI Yasmin.
Donny
mengungkapkan bahwa kebijakan duduk bersama ini akan melibatkan wali kota Bogor
dan juga Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Tetapi,
Donny membantah jika dikatakan kebijakan duduk bersama ini adalah bentuk
pengabaian atas putusan Mahkamah Agung (MA), yang menyatakan bahwa pembangunan
GKI Yasmin tidak menyalahi aturan.
Seperti
diketahui, masalah perizinan pembangunan GKI Yasmin hingga kini belum
menunjukan titik terang. Padahal, putusan MA yang sudah berkekuatan hukum tetap
menyatakan bahwa izin mendirikan bangunan GKI Yasmin sah. Dan juga keluar
rekomendasi Ombudsman kepada Presiden RI perihal kasus GKI Yasmin.
Tetapi,
muncul larangan bagi jemaat GKI Yasmin untuk beribadah di bangunan yang berada
di Jalan K.H. Abdullah bin Nuh, Bogor, Jawa Barat, itu.
Bahkan, Pemerintahan
Kota Bogor sempat menolak izin mendirikan bangunan gereja tersebut sebelum
putusan MA keluar.
Tidak
hanya Ombudsman yang turun tangan. Bahkan, Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas)
sudah mengeluarkan rekomendasinya, yaitu wali kota Bogor disarankan mematuhi
keputusan MA dan Ombudsman RI atas bangunan gereja.
Kedua,
dibangunnya masjid dekat bangunan gereja sebagai simbol tolerasi antarumat
beragama. [N-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT Putaran Kedua, Frenly Yakin Menang
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
AS Akui Pesawatnya Langgar Wilayah Indonesia
Pimpinan Geng Cewek di Pasuruan Dilapokan ke Polisi
Gadis Remaja Diperkosa 5 Anggota Geng Motor
Layanan Air Bersih di Indonesia Paling Buruk di Dunia
