Evakuasi Korban Sukhoi di Gunung Salak Dihentikan
Senin, 21 Mei 2012 | 14:27
Lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet-100. [google] [BOGOR] Kepala Badan SAR Nasional
Marsekal Madya TNI Daryatmo menyatakan operasi evakuasi tambahan dan pencarian
"FDR" Pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, telah
dihentikan, dan mulai Senin ini tidak ada lagi tim SAR yang berangkat ke lokasi
musibah tersebut.
"Sudah tidak ada lagi penemuan penting, dan kami sudah tiga hari tambahan
melakukan pencarian dengan radius yang lebih besar," kata Daryatmo di
posko helipad Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.
Selain itu, medan lokasi reruntuhan pesawat yang jatuh pada 9 Mei itu sangat
sulit.
Evakuasi tambahan tersebut, kata Daryatmo, tetap ditutup meskipun "Flight
Data Recorder" (FDR) yang merupakan bagian penting dari kotak hitam
pesawat tersebut masih belum juga ditemukan.
Tim Rusia juga telah menarik seluruh personelnya dari Gunung Salak.
Personel SAR Indonesia yang Senin pagi sempat naik ke lokasi musibah, sekitar
pukul 10.00 WIB sudah ditarik kembali ke posko.
Pertimbangan lainnya dari penghentian evakuasi adalah karena Tim "Disaster
Victim Identification" (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi seluruh 45
korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 tersebut.
Sementara itu, investigator Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Oni
Suryowibowo yang berada di Posko Cijeruk Bogor mengatakan bahwa pihaknya akan
tetap melakukan penyelidikan dengan data-data yang sudah ditemukan.
"Kami akan memanfaatkan sumber-sumber yang ada saja," kata Oni ketika
ditanya perihal belum ditemukannya FDR pesawat itu.
Materi-materi pesawat yang terakhir diambil tim SAR dari Gunung Salak Senin
pagi telah diserahkan kepada KNKT.
Sementara itu, bagian tubuh korban berupa potongan kaki dan tangan diangkut
langsung dengan helikopter ke Halim Perdanakusuma. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Dahlan: Gaji Outsourcing 10% Di Atas UMP
DPR: Jangan Hentikan Pencarian Korban Freeport
Freeport: Jumlah Korban Meninggal 11 Orang
Tim Otsus Papua-Aceh DPR Kunjungi Freeport
Elpiji 3 Kg Rp 27.000/Tabung, Warga Mulai Beralih ke Kayu Api
