SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip

Duit Kencan Kurang Rp 20 Ribu, Pria Bunuh Wanita Penghibur
Senin, 21 Mei 2012 | 10:39

Ilustrasi wanita penghibur [google] Ilustrasi wanita penghibur [google]

[KUPANG] Sungguh biadab lelaki hidung belang ini. Pria bernama Moat SEA (37) diduga pelaku pembunuhan Rani (28) wanita penghibur di Pub Belang Beach (PBB), di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) karena masalah biaya kencan kurang  Rp 20 ribu.  

Kasus pembunuhan Rani menambah catat bahwa di NTT rawan kekerasan dan pembunuhan terhadap pekerja seks komersil dan wanita penghibur di tempat hiburan malam.    

Menurut Kapolres Sikka, AKBP Ghiri Prawijaya, kepada SP melalui telepon dari Kupang, Senin (21/5) mengatakan,  Tersangka mengaku membawa pisau dari rumah. "Pisau itu milik orang tuanya. Saat ini tersangka ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Kapolres Sikka, AKBP Ghiri Prawijaya.   Tersangka yang  mengencani korban dan membayar Rp 20 ribu. Namun, uang itu masih kurang Rp 20 ribu lagi untuk menggenapi biaya kencan sejumlah Rp 40 ribu yang telah disepakati sebelumnya.  

"Setelah habis kencan, saya kasih uang Rp 20 ribu. Setelah itu ia minta tambah Rp 20 Ribu sehingga totalnya Rp 40 ribu. Saya tidak ada uang tapi dia tarik celana saya. Uang saya hanya Rp 20 ribu. Saya mau keluar ia tarik. Saya lalu dorong dan kami sempat baku dorong di kamar. Saya panic lalu tikam korban di tubuhnya. Ia sempat bangun. Kami baku dorong", kata tersangka SEA alias Moat Even kepada penyidik.  

Tersangka dinilai menyampaikan kejadian tersebut dengan jujur. Ia mengisahkan kejadian itu dalam bentuk tulisan dan diserahkan kepada penyidik Polres Sikka tentang kejadian yang menewaskan Rani yang dikenal sebagai wanita penghibur di Pub Belang Beach, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.  

Sementara itu penyidik juga telah memeriksa, teman- teman korban yang berada di tempat tersebut yang merupakan penghuni  Pub Belang Beach. Hasil identifikasi polisi dan dokter terdapat 11 luka tusuk di tubuh korban dan yang paling parah di dada korban ada dua luka tusuk sehingga korban kehabisan darah dan meninggal dunia di kamar 10 tempat korban menghibur tersangka.  

Kapolres Sikka, AKBP AKBP Ghiri Prawijaya, juga berjanji, untuk beberapa hari kedepan dilakukan operasi penertiban penyakit masyarakat seperti perjudian kupon putih yang marak di Kota Maumere sampai di desa-desa.   Berbeda dengan pembunuhan yang terjadi di Karang Dempel (KD) yang menimpah Nur Aeni, (48) tahun. Pekerja Seks Komersial (PSK) di Karang Dempel (KD), Kecamatan Alak, Kota Kupang, (NTT), pada bulan Pebruari lalu. Nur ditemukan tewas dikamarnya Nomor 24, Blok Citra dengan kondisi yang mengenaskan, karena lehernya  digorok. Sampai saat ini pelaku pembunuhan belum di indentifikasi oleh pihak penyidik Polresta Kupang Kota. (YOS).    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN