Duit Kencan Kurang Rp 20 Ribu, Pria Bunuh Wanita Penghibur
Senin, 21 Mei 2012 | 10:39
Ilustrasi wanita penghibur [google] [KUPANG] Sungguh biadab lelaki hidung belang ini. Pria bernama
Moat SEA (37) diduga pelaku pembunuhan Rani (28) wanita penghibur di Pub Belang
Beach (PBB), di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) karena masalah biaya kencan kurang Rp
20 ribu.
Kasus pembunuhan Rani menambah catat bahwa di NTT rawan kekerasan
dan pembunuhan terhadap pekerja seks komersil dan wanita penghibur di tempat
hiburan malam.
Menurut Kapolres Sikka, AKBP Ghiri Prawijaya, kepada SP melalui
telepon dari Kupang, Senin (21/5) mengatakan, Tersangka mengaku membawa
pisau dari rumah. "Pisau itu milik orang tuanya. Saat ini tersangka
ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Kapolres Sikka, AKBP Ghiri
Prawijaya.
Tersangka yang mengencani korban dan membayar Rp 20 ribu.
Namun, uang itu masih kurang Rp 20 ribu lagi untuk menggenapi biaya kencan
sejumlah Rp 40 ribu yang telah disepakati sebelumnya.
"Setelah habis kencan, saya kasih uang Rp 20 ribu. Setelah
itu ia minta tambah Rp 20 Ribu sehingga totalnya Rp 40 ribu. Saya tidak ada
uang tapi dia tarik celana saya. Uang saya hanya Rp 20 ribu. Saya mau keluar ia
tarik. Saya lalu dorong dan kami sempat baku dorong di kamar. Saya panic lalu
tikam korban di tubuhnya. Ia sempat bangun. Kami baku dorong", kata
tersangka SEA alias Moat Even kepada penyidik.
Tersangka dinilai menyampaikan kejadian tersebut dengan jujur. Ia
mengisahkan kejadian itu dalam bentuk tulisan dan diserahkan kepada penyidik
Polres Sikka tentang kejadian yang menewaskan Rani yang dikenal sebagai wanita
penghibur di Pub Belang Beach, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat,
Kabupaten Sikka.
Sementara itu penyidik juga telah memeriksa, teman- teman korban
yang berada di tempat tersebut yang merupakan penghuni Pub Belang Beach.
Hasil identifikasi polisi dan dokter terdapat 11 luka tusuk di tubuh korban dan
yang paling parah di dada korban ada dua luka tusuk sehingga korban kehabisan
darah dan meninggal dunia di kamar 10 tempat korban menghibur tersangka.
Kapolres Sikka, AKBP AKBP Ghiri Prawijaya, juga berjanji, untuk
beberapa hari kedepan dilakukan operasi penertiban penyakit masyarakat seperti
perjudian kupon putih yang marak di Kota Maumere sampai di desa-desa.
Berbeda dengan pembunuhan yang terjadi di Karang Dempel (KD) yang
menimpah Nur Aeni, (48) tahun. Pekerja Seks Komersial (PSK) di Karang Dempel
(KD), Kecamatan Alak, Kota Kupang, (NTT), pada bulan Pebruari lalu. Nur ditemukan
tewas dikamarnya Nomor 24, Blok Citra dengan kondisi yang mengenaskan, karena
lehernya digorok. Sampai saat ini pelaku pembunuhan belum di
indentifikasi oleh pihak penyidik Polresta Kupang Kota. (YOS).
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Masyarakat Bali Diminta Kawal Rekapitulasi
PT Freeport Diminta Umumkan Nama-Nama Yang Masih Terkubur
Lapan Luncurkan Roket Pembawa Satelit Di Morotai
Dinilai Memihak Petani, SPI Jateng Dukung Ganjar
Kakak Beradik Di Medan Timur Tewas Terbakar
BNN Bekuk Warga Inggris Penyelundup Sabu 1,5 Kg
Mafia Hukum, Polisi, dan Hakim Diduga Berada di Balik Eksekusi Lahan Pulo Brayan, Medan
Kandungan Polifenol Dalam Kakao Bisa Jadi Obat
Pilgub NTT Putaran Kedua, Paket Frenly dan Esthon-Paul Bertarung Visi dan Misi
Wakil Menkes: Tak Ada Larangan Beri Dana Insentif Ke Dokter PTT
