SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 22 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Demo Pemekaran Wilayah, Empat Warga Tewas Ditembak
Selasa, 30 April 2013 | 8:49

Ilustrasi polisi tembak warga. [Dok.SP] Ilustrasi polisi tembak warga. [Dok.SP]

[MUSI RAWAS] Aksi demo menuntut pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara di Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, berlangsung sejak Senin (29/4), pukul 10.00 WIB hingga  malam,  berakhir bentrok, mengakibatkan empat warga tewas.

Menurut keterangan sejumlah warga di lokasi kejadian, Selasa (30/4), aksi demo warga di Kelurahan Rupit, Kecamatan Rupit itu dilakukan ratusan warga dengan cara memblokir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) menggunakan portal sambil membakar ban bekas.

Aksi ini mengakibatkan Jalinsum mengalami lumpuh total lebih dari 12 jam, dan berakhir ricuh setelah petugas kepolisian dari Polres Musi Rawas dibantu petugas Brimob Kompi Petanang Lubuklinggau berupaya membubarkan aksi demo tersebut.

"Sekitar pukul 21.30 WIB Senin malam terjadi bentrokan antara warga warga dengan petugas yang berupaya membubarkan aksi demo. Ada empat orang yang meninggal dunia yang tertembak senjata petugas saat terjadi bentrokan," kata M Lubis, warga Kecamatan Rupit.

Selain mengakibatkan empat warga tewas, kejadian ini juga mengakibatkan puluhan warga lainnya mengalami luka tembak sehingga harus menjalani perawatan di RS Rupit dan RS dr Sobirin Lubuklinggau.

Warga setempat, kata dia, kemudian menjadi emosional dan marah setelah mendengar adanya warga yang tewas tertembak petugas.

Mereka lalu melakukan aksi pembakaran kantor Polsek Rupit dan Polsek Karang Jaya yang berada di pinggir Jalinsum.

Camat Rupit Firdaus, saat dihubungi membenarkan adanya warga yang tewas tertembak dalam aksi demo menuntut pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) itu.

Saat ini suasana di Jalinsum di sana masih mencekam, karena warga masih banyak yang berkumpul di jalanan. [Ant/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»