SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Cegah Kanker dengan Mengubah Gaya Hidup
Rabu, 22 Februari 2012 | 12:23

Ani Yudhoyono [google] Ani Yudhoyono [google]

[JAKARTA]  Kanker merupakan salah satu penyakit yang menduduki peringkat cukup tinggi penyebab kematian sehingga pencegahan kanker sangat penting dan dapat dimulai melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

Ibu Ani Yudhoyono saat membuka seminar nasional tentang kanker memperingati Hari Kanker Sedunia di Istana Negara Jakarta, Rabu (22/2)  mengatakan "Untuk melawan kanker melalui revolusi budaya hidup menjadi lebih sehat dan mengubah cara pandang kita terhadap kanker".

Ditambahkannya untuk memperkuat semangat hidup dan kemampuan bertahan pengidap kanker, maka Ibu Negara meminta agar diagnosis kanker bagi seseorang jangan disebut dengan divonis terkena kanker.

"Bagi seorang penderita kanker janganlah dikatakan sebagai vonis tapi didiagnosis. Jadi ini juga merupkaan perubahan cara pandang kita terhadap kanker. Pemeliharaan lingkungan baik air, udara, maupun makanan termasuk pengelolaan limbah terutama bahan berbahaya dan beracun atau b3 menjadi sesuatu yang amat penting," kata Ani.

Pengobatan alternatif Ia mengatakan pengobatan alternatif dengan menggunakan bahan herbal hendaknya bisa didorong untuk penanganan kanker.

"Sesungguhnya kita wajib bersyukur karena menganugerahkan bangsa ini tumbuhan dan hewan baik di darat maupun di laut bahkan Indonesia mendapat julukan sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. OKI bisa dibangun kerja sama yang tepat antara kita dan negara lain untuk meneliti kemungkinan obat untuk mengatasi kanker," katanya.

Ani menambahkan,"akhir-akhir ini kita sering mendengar banyak orang menyebut bahwa kunyit putih di Indonesia dapat untuk menyembuhkan kanker. Nah ini perlu diadakan riset. Saya mengimbau seluruh peneliti untuk meneliti benarkah kunyit putih bisa menyembuhkan kanker. Kita sekali lagi merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi".

Ibu negara mengatakan selain penelitian mengenai herbal yang bisa membantu pengobatan kanker, juga diperlukan peningkatan peran dan profesionalitas tenaga medis untuk perawatan kanker.

"Harus kita akui bahwa sistem penatalaksanaan penyakit kanker di negara kita masih belum optimal. Ketersediaan tenaga medis yang profesional belum cukup dan belum tersebar secara merata. Sementara fasilitas yang memadai dan terjangkau tidak mudah untuk diwujudkan. Ini yang harus dijawab oleh Kemenkes dan perguruan tinggi bagaimana mencetak tenaga medis yang handal untuk mengatasi penyakit kanker. Sehingga nantinya proporsional tenaga medis itu bisa baik lagi," paparnya.

Promotif-preventif Sementara itu Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam sambutannya mengatakan kebijakan pemerintah tentang pengendalian kanker dititikberatkan pada upaya promotif-preventif, yaitu peningkatan perilaku hidup sehat seperti tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol dan banyak mengonsumsi sayur buah.

Menkes mengharapkan beban ekonomi pengidap kanker di Indonesia dapat ditekan melalui peningkatan perilaku hidup sehat dan dengan cara deteksi dini.

Melalui deteksi dini penyakit kanker, penderita kanker dapat ditemukan pada stadium awal dan perkembangan penyakit ke tingkat yang lebih berat dapat dicegah maupun dikendalikan.

Menkes mencontohkan deteksi dini antara lain pada 2007 dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara dan juga kanker serviks.

Bagi pengidap kanker anak, Kementerian Kesehatan telah mengembangkan program deteksi dini kanker khususnya bagi penyakit leukemia, retinoblastoma, kanker pada tulang, neuroblastoma, neoparing dan lympoma. [Ant/L-9]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN