Cegah Kanker dengan Mengubah Gaya Hidup
Rabu, 22 Februari 2012 | 12:23
Ani Yudhoyono [google] [JAKARTA] Kanker merupakan salah satu penyakit yang
menduduki peringkat cukup tinggi penyebab kematian sehingga pencegahan kanker
sangat penting dan dapat dimulai melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat.
Ibu Ani Yudhoyono saat membuka seminar nasional tentang kanker memperingati
Hari Kanker Sedunia di Istana Negara Jakarta, Rabu (22/2) mengatakan "Untuk melawan kanker melalui
revolusi budaya hidup menjadi lebih sehat dan mengubah cara pandang kita
terhadap kanker".
Ditambahkannya untuk memperkuat semangat hidup dan kemampuan bertahan pengidap
kanker, maka Ibu Negara meminta agar diagnosis kanker bagi seseorang jangan
disebut dengan divonis terkena kanker.
"Bagi seorang penderita kanker janganlah dikatakan sebagai vonis tapi
didiagnosis. Jadi ini juga merupkaan perubahan cara pandang kita terhadap
kanker. Pemeliharaan lingkungan baik air, udara, maupun makanan termasuk
pengelolaan limbah terutama bahan berbahaya dan beracun atau b3 menjadi sesuatu
yang amat penting," kata Ani.
Pengobatan alternatif Ia mengatakan pengobatan alternatif dengan menggunakan
bahan herbal hendaknya bisa didorong untuk penanganan kanker.
"Sesungguhnya kita wajib bersyukur karena menganugerahkan bangsa ini
tumbuhan dan hewan baik di darat maupun di laut bahkan Indonesia mendapat
julukan sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. OKI
bisa dibangun kerja sama yang tepat antara kita dan negara lain untuk meneliti
kemungkinan obat untuk mengatasi kanker," katanya.
Ani menambahkan,"akhir-akhir ini kita sering mendengar banyak orang
menyebut bahwa kunyit putih di Indonesia dapat untuk menyembuhkan kanker. Nah
ini perlu diadakan riset. Saya mengimbau seluruh peneliti untuk meneliti
benarkah kunyit putih bisa menyembuhkan kanker. Kita sekali lagi merupakan
negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi".
Ibu negara mengatakan selain penelitian mengenai herbal yang bisa membantu
pengobatan kanker, juga diperlukan peningkatan peran dan profesionalitas tenaga
medis untuk perawatan kanker.
"Harus kita akui bahwa sistem penatalaksanaan penyakit kanker di negara
kita masih belum optimal. Ketersediaan tenaga medis yang profesional belum
cukup dan belum tersebar secara merata. Sementara fasilitas yang memadai dan
terjangkau tidak mudah untuk diwujudkan. Ini yang harus dijawab oleh Kemenkes
dan perguruan tinggi bagaimana mencetak tenaga medis yang handal untuk
mengatasi penyakit kanker. Sehingga nantinya proporsional tenaga medis itu bisa
baik lagi," paparnya.
Promotif-preventif Sementara itu Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih
dalam sambutannya mengatakan kebijakan pemerintah tentang pengendalian kanker
dititikberatkan pada upaya promotif-preventif, yaitu peningkatan perilaku hidup
sehat seperti tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol dan banyak mengonsumsi
sayur buah.
Menkes mengharapkan beban ekonomi pengidap kanker di Indonesia dapat ditekan
melalui peningkatan perilaku hidup sehat dan dengan cara deteksi dini.
Melalui deteksi dini penyakit kanker, penderita kanker dapat ditemukan pada
stadium awal dan perkembangan penyakit ke tingkat yang lebih berat dapat
dicegah maupun dikendalikan.
Menkes mencontohkan deteksi dini antara lain pada 2007 dilakukan untuk mendeteksi
kanker payudara dan juga kanker serviks.
Bagi pengidap kanker anak, Kementerian Kesehatan telah mengembangkan program
deteksi dini kanker khususnya bagi penyakit leukemia, retinoblastoma, kanker
pada tulang, neuroblastoma, neoparing dan lympoma. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kapal Pengangkut Batubara Tenggelam di Perairan Merak
Subak Diakui Dunia, Masyarakat Bali Gembira
Larangan Beribadah Harus Dilaporkan ke Dewan PBB
BBM Langka di Lampung, Pertamina ‘Ngapain Aja?’
Duit Kencan Kurang Rp 20 Ribu, Pria Bunuh Wanita Penghibur
Rusuh di Jambi, 60 Rumah Karyawan Perusahaan Sawit Dibakar
Jika Tak Kuat Mental, Keluarga Disarankan Tidak Lihat Jasad Korban Sukhoi
Duel di Kafe, Satu Tewas Ditebas Pedang
