SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip

Butuh Rp 12,5 Triliun Bangun Minateknowisata Anambas
Rabu, 23 Mei 2012 | 16:25

Provinsi Kepulauan Riau. [google] Provinsi Kepulauan Riau. [google]

[JAKARTA] Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, hasil pemekaran Kepulauan Natuna  tiga tahun lalu, membutuhkan investasi Rp 12,5 triliun jika ingin menjadi kawasan minateknowisata.  

Pengembangan kawasan minateknowisata ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan sistem inovasi yang menitikberatkan pada kolaborasi, keterpaduan serta koherensi kebijakan pembangunan.  

Untuk mendukung perwujudan kawasan minateknowisata di Anambas, pemerintah daerah setempat mengandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).  

Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi Tatang A Taufik mengatakan mimpi besar Anambas itu merupakan orientasi jangka panjang melalui upaya pengembangan sistem inovasi daerah.  

"Selain itu juga dikembangkan kluster industri unggulan melalui potensi maritimnya, memperkuat jaringan inovasi dengan cara memberdayakan masyarakat serta modernisasi usahawan atau teknopreneurship," katanya di sela workshop prakarsa strategis penguatan sistem inovasi di Kabupaten Kepulauan Anambas, di Jakarta, Rabu (23/5).  

Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas T Mukhtaruddin mengungkapkan kepulauan tersebut berada dekat Laut Cina Selatan, termasuk pulau terdepan Indonesia dan berbatasan dengan sejumlah negara tetanga seperti Singapura, Malaysia, Vietnam dan Thailand.  

Selain itu, kepulauan yang dihuni 45.000 orang ini lanjutnya memiliki beragam potensi perikanan tangkap dan budidaya terbesar secara nasional mencapai 1 juta ton pertahun.

Sementara kemampuan produksi hanya 182 ton pertahun atau sekitar 0,1 persen. Sedangkan 10 persennya atau sekitar 104.000 ribu ton pertahun dicuri pihak asing.  

Potensi minyak dan gas (migas) Kepulauan Anambas juga besar sekitar 675 juta kaki kubik. Namun gas alam disalurkan melalui pipa bawah tanah sejauh 650 kilometer ke Singapura.

"Ujung pipa di Anambas, krannya di Singapura. Berapa produksi pasti perharinya kita tidak tahu, diperkirakan 80.000 barel per hari," paparnya.  

Ia pun mengusulkan kepada Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia untuk menyepakati dijadikannya wilayah ini sebagai kawasan perhatian investasi. Sebab selain perikanan, potensi pariwisata pun layak dikembangkan.  

Survei CNN, sebuah media asing tahun 2011 jelasnya menyatakan pantai di wilayahnya tergolong pantai terindah di Asia dengan ekosistem yang masih sangat baik.  

"Dengan dianugerahkannya sebagai pulau tropis terindah di Asia tentunya melebihi Thailand, Malaysia atau bahkan Raja Ampat dan Bunaken," ujarnya.  

Untuk mencapai penciptaan kawasan minateknowisata Mukhtaruddin berharap investasi sekitar Rp 12,5 triliun tersebut bisa membangun bandara, pelabuhan internasional, infrastruktur dan energi. [R-15]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN