Butuh Rp 12,5 Triliun Bangun Minateknowisata Anambas
Rabu, 23 Mei 2012 | 16:25
Provinsi Kepulauan Riau. [google] [JAKARTA] Kabupaten Kepulauan
Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, hasil pemekaran Kepulauan Natuna tiga tahun lalu, membutuhkan investasi Rp
12,5 triliun jika ingin menjadi kawasan minateknowisata.
Pengembangan kawasan minateknowisata
ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan sistem inovasi yang menitikberatkan
pada kolaborasi, keterpaduan serta koherensi kebijakan pembangunan.
Untuk mendukung perwujudan kawasan
minateknowisata di Anambas, pemerintah daerah setempat mengandeng Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian
Kebijakan Teknologi Tatang A Taufik mengatakan mimpi besar Anambas itu
merupakan orientasi jangka panjang melalui upaya pengembangan sistem inovasi
daerah.
"Selain itu juga dikembangkan
kluster industri unggulan melalui potensi maritimnya, memperkuat jaringan
inovasi dengan cara memberdayakan masyarakat serta modernisasi usahawan atau
teknopreneurship," katanya di sela workshop prakarsa strategis penguatan
sistem inovasi di Kabupaten Kepulauan Anambas, di Jakarta, Rabu (23/5).
Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas T
Mukhtaruddin mengungkapkan kepulauan tersebut berada dekat Laut Cina Selatan,
termasuk pulau terdepan Indonesia dan berbatasan dengan sejumlah negara tetanga
seperti Singapura, Malaysia, Vietnam dan Thailand.
Selain itu, kepulauan yang dihuni
45.000 orang ini lanjutnya memiliki beragam potensi perikanan tangkap dan
budidaya terbesar secara nasional mencapai 1 juta ton pertahun.
Sementara
kemampuan produksi hanya 182 ton pertahun atau sekitar 0,1 persen. Sedangkan 10
persennya atau sekitar 104.000 ribu ton pertahun dicuri pihak asing.
Potensi minyak dan gas (migas)
Kepulauan Anambas juga besar sekitar 675 juta kaki kubik. Namun gas alam
disalurkan melalui pipa bawah tanah sejauh 650 kilometer ke Singapura.
"Ujung pipa di Anambas, krannya di Singapura. Berapa produksi pasti
perharinya kita tidak tahu, diperkirakan 80.000 barel per hari," paparnya.
Ia pun mengusulkan kepada Komite
Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia untuk menyepakati
dijadikannya wilayah ini sebagai kawasan perhatian investasi. Sebab selain
perikanan, potensi pariwisata pun layak dikembangkan.
Survei CNN, sebuah media asing tahun
2011 jelasnya menyatakan pantai di wilayahnya tergolong pantai terindah di Asia
dengan ekosistem yang masih sangat baik.
"Dengan dianugerahkannya sebagai
pulau tropis terindah di Asia tentunya melebihi Thailand, Malaysia atau bahkan
Raja Ampat dan Bunaken," ujarnya.
Untuk mencapai penciptaan kawasan
minateknowisata Mukhtaruddin berharap investasi sekitar Rp 12,5 triliun
tersebut bisa membangun bandara, pelabuhan internasional, infrastruktur dan
energi. [R-15]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Masyarakat Bali Diminta Kawal Rekapitulasi
PT Freeport Diminta Umumkan Nama-Nama Yang Masih Terkubur
Lapan Luncurkan Roket Pembawa Satelit Di Morotai
Dinilai Memihak Petani, SPI Jateng Dukung Ganjar
BNN Bekuk Warga Inggris Penyelundup Sabu 1,5 Kg
Kakak Beradik Di Medan Timur Tewas Terbakar
Mafia Hukum, Polisi, dan Hakim Diduga Berada di Balik Eksekusi Lahan Pulo Brayan, Medan
Kandungan Polifenol Dalam Kakao Bisa Jadi Obat
Pilgub NTT Putaran Kedua, Paket Frenly dan Esthon-Paul Bertarung Visi dan Misi
Wakil Menkes: Tak Ada Larangan Beri Dana Insentif Ke Dokter PTT
