SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 20 April 2014
Pencarian Arsip

BNP2TKI-IPB Kerja Sama Usaha Agribisnis Untuk Mantan TKI
Selasa, 23 April 2013 | 6:28

Ilustrasi selamatkan TKI [google] Ilustrasi selamatkan TKI [google]

[JAKARTA] Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) menggalang kerja sama kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait pemberdayaan usaha produktif di bidang pertanian, peternakan, maupun perikanan bagi mantan TKI dan keluarganya.

Penandatanganan MoU keduanya dilakukan oleh Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat bersama Rektor IPB, Herry Suhardiyanto di Kampus IPB Darmaga, Bogor, Jawa Barat, Senin (22/4).

Dalam butir kesepahaman dijelaskan, kerja sama antara BNP2TKI-IPB ditujukan guna meningkatkan taraf kehidupan sosial sekaligus mewujudkan potensi keberdayaan mantan TKI, yang dikembangkan melalui usaha baru di bidang agribisnis sebagai sumber pendapatan ekonomi dan pendayagunaan tenaga kerja terhadap mantan TKI dan keluarganya secara berkelanjutan.

“Kerjasama ini akan berjalan untuk tiga tahun pertama dan akan dievaluasi baik efektivitas ataupun kelangsungan perkembangan usahanya,” ujar Jumhur, usai menandatangani MoU tersebut.

Menurutnya, BNP2TKI memberi bantuan anggaran sekitar Rp 200 juta kepada pihak IPB untuk penyediaan lahan seluas 200 hektare di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Pada lahan itu, sebanyak 2 hektare kini difungsikan dalam kegiatan integrated farming (pertanian terpadu) berupa penanaman rumput gajah dan rencana pembudidayaan iklan lele termasuk mengembangkan peternakan sapi.  

“Penanaman rumput gajah merupakan role model atau proyek percontohan dalam kurun waktu empat sampai enam bulan ini, dan kegiatan itu sudah berjalan tiga bulan sehingga sebagian bisa dipanen satu bulan ke depan,” kata Jumhur. 

Ia menyebutkan, setelah empat atau enam bulan pertama, panen rumput gajah berikut terjadi rata-rata sebulan hingga dua bulan dan menghasilkan keuntungan Rp 60 juta per hektare dari modal sebesar Rp 20 juta.

Jumhur menegaskan, proyek budi daya ikan lele dan peternakan sapi susulan akan secepatnya direalisasikan demi memenuhi harapan para keluarga TKI yang berorientasi pada bentuk usaha bersama.  

Lebih jauh diikatakan, pada tahap awal usaha ini, mantan TKI dan keluarganya hanya menjadi tenaga kerja di sektor pemanfaatan lahan usaha agribisnis.

Namun selanjutnya para mantan TKI dapat menjadi pengelola usaha ataupun berperan sebagai pemodal. Para mantan TKI yang diikutsertakan juga tidak harus berasal dari sekitar wilayah Bogor, karena proyek pengembangan agribisnis ini akan melibatkan para mantan TKI asal berbagai daerah.  

Di luar itu, tambah Jumhur, upaya pengembangan lahan sektor usaha agribisnis ini sendiri masih besar dan akan terus meluas ke wilayah Sukabumi, Sentul, serta Kabupaten Lebak.

Karenanya, selain melibatkan mantan TKI, jenis usaha ini pun dapat mendorong keikutsertaan modal perbankan atau lembaga keuangan formal.  

Jumhur menjamin, pemasaran produk usaha agribisnis oleh TKI di antaranya rumput gajah sangat terbuka peluang pasarnya.

Untuk hasil panen rumput gajah saja, sejauh ini beberapa pengusaha pabrikan berkomitmen menampung dengan jumlah besar. [E-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN