Beras Kalbar Dijual ke Sarawak Malaysia
Senin, 9 Juli 2012 | 15:35
Ilustrasi cadangan beras [google] [PONTIANAK]
Sebenarnya jika dilihat dari segi luas lahan persawahan di Wilayah
Kalbar, maka Kalbar dapat dikatakan sudah swa sembada atau surplus
besar. Namun yang terjadi selama ini, beras Kalbar banyak yang dijual
ke Sarawak Malaysia dan sebaliknya banyak juga beras yang didatangkan
dari Pulau Jawa.
Kepala dinas
Pertanian Pemprov Kalbar Ir Hazairin Senin (9/7) mengatakan, pada
dasarnya Kalbar sudah surplus beras namun banyak beras dari Kalbar yang
di jual ke Wilayah Sarawak Malaysia.
Ia mengatakan, jumlah
beras Kalbar yang dijual ke Sarawak Malaysia tidak diketahui secara
pasti. Karena masyarakat khususnya yang berada di perbatasan Sarawak
Malaysia maupun yang berada di sekitar perbatasan
secara langsung menjual beras ke Sarawak Malaysia melalui jalan
perbatasan atau “jalur tikus” di sepajang perbatasan.
Jadi untuk mengetahui
berapa banyak beras Kalbar yang di jual ke Sarawak Malaysia sangat sulit
diketahui. Namun yang pasti pada saat harga beras mahal di Malaysia,
maka warga selalu menjual ke Malaysia.
Secara khusus daerah
penghasil beras yang paling besar di Kalbar yaitu di daerah Kabupaten
Sambas.
Daerah ini juga merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan
Sarawak Malaysia khususnya di PLB Aruk Sajingan.
Namun sebaliknya juga,
beras kebutuhan untuk Kalbar banyak juga yang didatangkan dari daerah Pulau
Jawa.
Hal ini sangat tergantung kepada kondisi atau harga pasar,
artinya jika harga beras lebih murah di Jawa
maka akan didatangkan dari Jawa.
Ia menambahkan,
sekarang ini mulai masuk musim tanam, diperkirakan yang sudah ditanam
mencapai 125 ribu hektar.
Selanjutnya, hingga bulan September pada
puncak musim tanam nanti diperkirakan luas lahan yang
sudah ditanam mencapai 250 ribu hektar.
Lahan ini tersebar di
beberapa kabupaten seperti Kabupaten Kubu Raya, Landak, Sambas,
Bengkayang, Sekadau, Ketapang dan kabupaten Pontianak.
Sementara
luas lahan yang paling luas ditanam adalah Kabupaten
Sambas, Landak dan Kubu Raya.
Pihaknya mengharapkan
agar kondisi cuaca dapat mendukung musim tanam, sebab cuaca ini sangat
berpengaruh terhadap hasil panen petani. Dengan cuaca yang baik dan
sisitim pertanian yang baik diharapkan hasil panen
petani sesuai dengan target yang sudah ditetapkan.[146]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
DPR Dukung Kenaikkan BBM, Dua Pos Polisi dan Restoran KFC Dibakar Massa
Antisipasi Mahasiswa Ngamuk, Kampus Nommensen Diliburkan Selama Sepekan
Anggaran Pelantikan Gubernur Jateng Rp 1 Miliar
Sidang Kasus Cebongan Digelar 20 Juni
Wow..Anggaran Interior Rumah Dinas Gubernur Banten Rp 5,9 Miliar
Kondisi Merapi Tidak Membahayakan
