SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 21 September 2014
Pencarian Arsip

Bentrokan Tolak BBM Naik di Medan, Meluas
Sabtu, 31 Maret 2012 | 8:42

Mahasiswa Medan memblokir jalan [sindikasi] Mahasiswa Medan memblokir jalan [sindikasi]

[MEDAN] Bentrokan antara polisi dengan mahasiswa dibantu masyarakat yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) semakin meluas di berbagai daerah. Selain membakar sejumlah pos dan ingin melukai polisi sebagai petugas yang dianggap pengawal pemerintahan, mahasiswa juga berusaha memblokir sejumlah jalanan sehingga mengakibatkan arus lalulintas terpaksa dialihkan.  

Pantauan SP dari Jumat (30/3) sampai Sabtu (31/3) dini hari, bentrokan antara mahasiswa Universitas Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Nommensen dengan polisi di persimpangan Jl Gaharu dan Jl Perintis Kemerdekaan Medan.

Mahasiswa melempari batu ke arah polisi yang turun untuk membubarkan demo tersebut. Kondisi ini membuat polisi melepaskan tembakan gas air mata ke arah ratusan mahasiswa itu.  

Bentrokan ini pecah sekitar pukul 22.30 WIB. Tidak ada laporan jatuhnya korban jiwa. Menurut informasi, sejumlah mahasiswa maupun aparat kepolisian terluka akibat gesekan tersebut. Bahkan, salah seorang dari mahasiswa bernama Daniel dikabarkan terkena peluru karet yang mengenai rusuk. Dia sudah dilarikan rekan - rekannya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.  

Tidak hanya mahasiswa Nommensen yang turun ke jalan pada malam hari itu. Mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara (USU) juga melakukan aksi demo. Mereka melakukan pembakaran ban sebagai simbol menolak kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM.

Demo mahasiswa di luar kampus USU tersebut berlangsung sampai lewat tengah malam. Polisi juga melakukan pengamanan di kawasan itu.   Siang hari sebelumnya, mahasiswa merusak bahkan membakar sejumlah pos polisi di Jl Kapten Pattimura dan Jl S Parman Medan. Pos polisi hasil swadaya masyarakat itu dibakar mahasiswa karena merasa kesal dengan sikap pemerintah yang bersikeras menaikkan harga BBM. Para demonstran ini pun akan tetap melanjutkan aksinya jika pemerintah tidak mendengar jeritan hati masyarakat tersebut.  

"Massa dalam jumlah lebih besar lagi akan memadati ruas jalan di berbagai kota. Selain memblokade jalan, kami akan berusaha untuk menduduki sejumlah objek vital. Sebaiknya, pemerintah mempertimbangkan kembali niatnya menaikkan harga BBM tersebut. Kepemimpinan SBY sudah otoriter dengan mengerahkan penuh TNI dan Polri menghadapi kami," ujar salah seorang mahasiswa, Henry (24).  

Kepala Bidang Dokumentasi dan Informasi Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menyampaikan, demo mahasiswa sudah mengarah pada tindakan anarkis. Polisi turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus membubarkan demo mahasiswa di persimpangan Jl Peristis Kemerdekaan dan Jl Gaharu. Soalnya, demo mahasiswa itu sudah menggangu pengguna kendaraan yang melintas di kawasan itu.  

"Kami minta kepada seluruh mahasiswa maupun elemen masyarakat untuk tidak berbuat anarkis saat melakukan aksi demo menolak kenaikan harga BBM. Silakan berdemo asal dilakukan secara damai. Kami tidak akan pernah memberikan larangan. Persoalan yang terjadi kemarin, demo mahasiswa itu sudah di luar batas waktu dan mengganggu ketenangan masyarakat lainnya," sebutnya. [155]   




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»