Bentrokan Tolak BBM Naik di Medan, Meluas
Sabtu, 31 Maret 2012 | 8:42
Mahasiswa Medan memblokir jalan [sindikasi] [MEDAN] Bentrokan antara
polisi dengan mahasiswa dibantu masyarakat yang menolak kenaikan harga bahan
bakar minyak (BBM) semakin meluas di berbagai daerah. Selain membakar sejumlah
pos dan ingin melukai polisi sebagai petugas yang dianggap pengawal
pemerintahan, mahasiswa juga berusaha memblokir sejumlah jalanan sehingga
mengakibatkan arus lalulintas terpaksa dialihkan.
Pantauan SP dari Jumat
(30/3) sampai Sabtu (31/3) dini hari, bentrokan antara mahasiswa Universitas
Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Nommensen dengan polisi di persimpangan Jl
Gaharu dan Jl Perintis Kemerdekaan Medan.
Mahasiswa melempari batu ke arah
polisi yang turun untuk membubarkan demo tersebut. Kondisi ini membuat polisi
melepaskan tembakan gas air mata ke arah ratusan mahasiswa itu.
Bentrokan ini pecah
sekitar pukul 22.30 WIB. Tidak ada laporan jatuhnya korban jiwa. Menurut
informasi, sejumlah mahasiswa maupun aparat kepolisian terluka akibat gesekan
tersebut. Bahkan, salah seorang dari mahasiswa bernama Daniel dikabarkan
terkena peluru karet yang mengenai rusuk. Dia sudah dilarikan rekan - rekannya
ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Tidak hanya mahasiswa
Nommensen yang turun ke jalan pada malam hari itu. Mahasiswa dari Universitas
Sumatera Utara (USU) juga melakukan aksi demo. Mereka melakukan pembakaran ban
sebagai simbol menolak kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM.
Demo
mahasiswa di luar kampus USU tersebut berlangsung sampai lewat tengah malam.
Polisi juga melakukan pengamanan di kawasan itu.
Siang hari sebelumnya,
mahasiswa merusak bahkan membakar sejumlah pos polisi di Jl Kapten Pattimura
dan Jl S Parman Medan. Pos polisi hasil swadaya masyarakat itu dibakar
mahasiswa karena merasa kesal dengan sikap pemerintah yang bersikeras menaikkan
harga BBM. Para demonstran ini pun akan tetap melanjutkan aksinya jika
pemerintah tidak mendengar jeritan hati masyarakat tersebut.
"Massa dalam jumlah
lebih besar lagi akan memadati ruas jalan di berbagai kota. Selain memblokade
jalan, kami akan berusaha untuk menduduki sejumlah objek vital. Sebaiknya,
pemerintah mempertimbangkan kembali niatnya menaikkan harga BBM tersebut.
Kepemimpinan SBY sudah otoriter dengan mengerahkan penuh TNI dan Polri
menghadapi kami," ujar salah seorang mahasiswa, Henry (24).
Kepala Bidang Dokumentasi
dan Informasi Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menyampaikan, demo mahasiswa
sudah mengarah pada tindakan anarkis. Polisi turun ke lokasi untuk melakukan
pengamanan sekaligus membubarkan demo mahasiswa di persimpangan Jl Peristis
Kemerdekaan dan Jl Gaharu. Soalnya, demo mahasiswa itu sudah menggangu pengguna
kendaraan yang melintas di kawasan itu.
"Kami minta kepada
seluruh mahasiswa maupun elemen masyarakat untuk tidak berbuat anarkis saat
melakukan aksi demo menolak kenaikan harga BBM. Silakan berdemo asal dilakukan
secara damai. Kami tidak akan pernah memberikan larangan. Persoalan yang
terjadi kemarin, demo mahasiswa itu sudah di luar batas waktu dan mengganggu
ketenangan masyarakat lainnya," sebutnya. [155]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Kapolri Harus Beri Sanksi Keras Kapolda Papua
Akhirnya Pendukung Rustri Beralih ke Ganjar
Kawah Gunung Merapi Keluarkan Gas Beracun
Biaya Tinggi di Dalam Lapas, Alasan Napi Kendalikan Jaringan Narkotika
Tanah Dirampas Walikota, Warga Batam Bakal Demo di Jakarta
Tingkat Kelulusan UN SMA di Banten Mencapai 99,71 Persen
