Jauh-jauh Datang ke Banten
Belajar Ilmu Debus, Dua Orang Tewas Tersiram Air Keras
Selasa, 21 Februari 2012 | 8:39
Salah satu contoh atraksi ilmu debus. [google] [SERANG] Dua orang warga Cilingcing, Jakarta Utara, yakni Dedi
Supriadi (26) dan Andri (26) datang ke Serang, Banten, dengan niat untuk
belajar ilmu debus.
Namun, keduanya tewas akibat disiram air keras saat
sedang belajar debus (ilmu kekebalan tubuh) di Lingkungan Kebanyakan, Kelurahan
Sukawana, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten.
Selain itu, satu
orang lainnya yang juga warga Cilingcing, Jakarta Utara, yakni Rohman
Abdurohman (30) menderita luka melepuh di lengan kananya akibat terkena air
keras.
Berdasarkan
informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi saat korban Dedi Supriadi, Andri,
dan Rohman Abdurohman serta Hendro (28), datang ke Banten dan
menemui Abah Jaenul, guna mempelajari ilmu kekebalan tubuh atau debus pada
Minggu (19/2) siang.
Keempat pemuda itu,
datang ke rumah Abah Jaenul, yang beralamat di Lingkungan
Kebanyakan, Kelurahan Sukawana, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten pada
pukul 20.30 WIB.
Selanjutnya mereka menyampaikan keinginanya untuk belajar ilmu
kekebalan tubuh.
Abah Jaenul yang
diketahui korban sangat sakti itu kemudian menggelar ritual dan memandikan para
pemuda itu dengan air yang telah diberi mantera dan dicampur bunga tujuh rupa.
Seusai dimandikan, keempat pemuda itu langsung diuji coba dengan air keras
secara bergantian.
Giliran pertama
yang disiram air keras adalah korban Dedi dan Andri. Keduanya disiram air
keras di bagain dadanya.
Selanjutnya Abah Jaenul menyiramkan air keras itu ke
lengan tangan sebelah kanan.
Namun, saat
disiramkan air keras itu, kedua korban langsung terjatuh dan berteriak
kesakitan. Abah Jaenul dan dua kawan korban langsung melarikan kedua korban itu
ke klinik yang ada di sekitar Kelurahan Sukawana.
Karena kondisinya
kritis korban langsung dibawa ke RSUD Serang. Namun, dalam perjalanan ke RSUD
Serang, keduanya mengembuskan napas terakhir. Oleh keluarga korban, dua jenazah
itu kemudian dilarikan ke RSCM Jakarta.
Menurut pengakuan
Rohman, dirinya bersama tiga temannya saat akan belajar debus bertemu dengan
keponakan Abah Jainul, yang juga bernama Dedi di Jakarta.
Saat itu, Dedi
mengatakan bahwa pamannya (Abah Jainul) bisa memberikan ilmu debus.
Karena tertarik, keempat pemuda itu meminta kepada Dedi untuk
diantarkan ke Banten guna bertemu dengan ahli debus tersebut.
"Kami datang
ke Banten niatnya untuk belajar ilmu debus. Namun hasilnya malah teman saya dua
orang tewas," ujarnya sambil menitikan air mata.
Mendengar adanya peristiwa tersebut, petugas dari Polres
Serang mendatangi lokasi kejadian. Polisi dan melakukan olah tempat kejadian
perkara (TKP). Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah kain
kafan, satu buah tongkat bergambar ular, golok, dan sisa air keras.
Kasat Reskrim Polres Serang AKP Hadi Santoso mengaku masih
menyelidiki kasus tersebut. Bahkan dirinya masih melakukan pengejaran kepada
Abah Jainul yang melarikan diri.
Sementara itu, Pendi, orang tua korban Dedi, mengaku sangat
terpukul dengan kematian anaknya. Bahkan dirinya meminta kepada polisi untuk
segera menangkap Jainul dan memberikan hukuman yang setimpal.
“Terus terang saya tidak menerima cara kematian anak saya.
Kami dari pihak keluarga mendesak pihak kepolisian menangkap pelaku dan dihukum
seberat-beratnya,” tegasnya. [149]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kapal Pengangkut Batubara Tenggelam di Perairan Merak
Subak Diakui Dunia, Masyarakat Bali Gembira
Larangan Beribadah Harus Dilaporkan ke Dewan PBB
BBM Langka di Lampung, Pertamina ‘Ngapain Aja?’
Duit Kencan Kurang Rp 20 Ribu, Pria Bunuh Wanita Penghibur
Rusuh di Jambi, 60 Rumah Karyawan Perusahaan Sawit Dibakar
Jika Tak Kuat Mental, Keluarga Disarankan Tidak Lihat Jasad Korban Sukhoi
Duel di Kafe, Satu Tewas Ditebas Pedang
