SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Jauh-jauh Datang ke Banten

Belajar Ilmu Debus, Dua Orang Tewas Tersiram Air Keras
Selasa, 21 Februari 2012 | 8:39

Salah satu contoh atraksi ilmu debus. [google] Salah satu contoh atraksi ilmu debus. [google]

[SERANG] Dua orang warga Cilingcing, Jakarta Utara, yakni  Dedi Supriadi (26)  dan Andri (26) datang ke Serang, Banten, dengan niat untuk belajar ilmu debus. 

Namun, keduanya tewas akibat disiram air keras saat sedang belajar debus (ilmu kekebalan tubuh) di Lingkungan Kebanyakan, Kelurahan Sukawana, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten.

Selain itu, satu orang lainnya yang juga warga Cilingcing, Jakarta Utara, yakni Rohman Abdurohman (30) menderita luka melepuh di lengan kananya akibat terkena air keras.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi saat korban Dedi Supriadi, Andri, dan Rohman Abdurohman  serta  Hendro (28), datang ke Banten dan menemui Abah Jaenul, guna mempelajari ilmu kekebalan tubuh atau debus pada Minggu (19/2) siang. Keempat pemuda itu, datang ke  rumah Abah Jaenul, yang beralamat   di Lingkungan Kebanyakan, Kelurahan Sukawana, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten pada pukul 20.30 WIB.

Selanjutnya mereka menyampaikan keinginanya untuk belajar ilmu kekebalan tubuh. Abah Jaenul yang diketahui korban sangat sakti itu kemudian menggelar ritual dan memandikan para pemuda itu dengan air yang telah diberi mantera dan dicampur bunga tujuh rupa.

Seusai dimandikan, keempat pemuda itu langsung diuji coba dengan air keras secara bergantian. Giliran pertama yang disiram  air keras adalah korban Dedi dan Andri. Keduanya disiram air keras di bagain dadanya.

Selanjutnya Abah Jaenul menyiramkan air keras itu ke lengan tangan sebelah kanan. Namun, saat disiramkan air keras itu, kedua korban langsung terjatuh dan berteriak kesakitan. Abah Jaenul dan dua kawan korban langsung melarikan kedua korban itu ke klinik yang ada di sekitar Kelurahan Sukawana.

Karena kondisinya kritis korban langsung dibawa ke RSUD Serang. Namun, dalam perjalanan ke RSUD Serang, keduanya mengembuskan napas terakhir. Oleh keluarga korban, dua jenazah itu kemudian dilarikan ke RSCM Jakarta.

Menurut pengakuan Rohman, dirinya bersama tiga temannya saat akan belajar debus bertemu dengan keponakan Abah Jainul, yang juga bernama Dedi di Jakarta.

Saat itu, Dedi mengatakan bahwa pamannya (Abah Jainul) bisa memberikan ilmu debus.   Karena tertarik, keempat pemuda itu meminta kepada Dedi untuk diantarkan ke Banten guna bertemu dengan ahli debus tersebut.

"Kami datang ke Banten niatnya untuk belajar ilmu debus. Namun hasilnya malah teman saya dua orang tewas," ujarnya sambil menitikan air mata.

Mendengar adanya peristiwa tersebut, petugas dari Polres Serang mendatangi lokasi kejadian. Polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah kain kafan, satu buah tongkat bergambar ular, golok, dan sisa air keras.

Kasat Reskrim Polres Serang AKP Hadi Santoso mengaku masih menyelidiki kasus tersebut. Bahkan dirinya masih melakukan pengejaran kepada Abah Jainul yang melarikan diri.

Sementara itu, Pendi, orang tua korban Dedi, mengaku sangat terpukul dengan kematian anaknya. Bahkan dirinya meminta kepada polisi untuk segera menangkap Jainul dan memberikan hukuman yang setimpal.

“Terus terang saya tidak menerima cara kematian anak saya. Kami dari pihak keluarga mendesak pihak kepolisian menangkap pelaku dan dihukum seberat-beratnya,” tegasnya. [149]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN