Banyak Peneliti Asing Berlaku Curang di Papua
Jumat, 3 Agustus 2012 | 10:00
Ilustrasi arkeolog [google] [JAYAPURA]
Peneliti asing yang masuk dan melakukan aktivitas arkeologi di Papua, sering
berlaku curang dan tak selalu mempublikasikan hasil penelitian mereka. Ini
dikatakan Peneliti Balai Arkeologi Jayapura, Hari Suroto kepada SP, Jumat
(3/8) siang.
Dikatakan, para peneliti asing tersebut mendapat surat ijin dari
Kementerian riset dan Teknologi serta Pusat Penelitian arkeologi Jakarta.
Kata dia, mereka juga jarang melapor dan berkordinasi dengan instansi atau
lembaga terkait di Papua.
"Para peneliti asing itu, kadang membohongi masyarakat dengan
mengaku kalau mereka tidak menemukan apa-apa, padahal bendanya sudah dikirim ke
luar negeri,"ujarnya.
Dia mencontohkan, ada peneliti Jepang yang membawa temuan benda prasejarah ke
negaranya secara diam-diam.
Lalu Tahun 2006 ada peneliti Belanda yang menggali gua di Ayamaru, Sorong, pada
malam hari agar orang kampung tak tahu apa yg didapat.
Tak hanya itu, di Kaimana pada tahun 2010 lalu ditemukan beberapa spesies ikan
langka, dan spesimen ikan itu justru dibawa ke Perancis.
"Bahkan masyarakat teluk Arguni Kaimana sendiri tak tahu akan adanya
temuan spesimen baru itu," kata Hari .
Kata dia, pemerintah dan aparat terkait agar lebih serius menanggapi hal-hal
seperti ini, karena merupakan kekayaan negara yang tak boleh diambil
sembarangan.[154]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
DPR Dukung Kenaikkan BBM, Dua Pos Polisi dan Restoran KFC Dibakar Massa
Antisipasi Mahasiswa Ngamuk, Kampus Nommensen Diliburkan Selama Sepekan
Anggaran Pelantikan Gubernur Jateng Rp 1 Miliar
Sidang Kasus Cebongan Digelar 20 Juni
Kondisi Merapi Tidak Membahayakan
Wow..Anggaran Interior Rumah Dinas Gubernur Banten Rp 5,9 Miliar
Trans7 Serahkan Barang Bukti yang Ditembakan Polisi ke Propam
