SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Mei 2013
Pencarian Arsip

Pemulihan Kesuburan Lahan Pertanian

APPOHI Sumbangkan Bio Dekomposer Cair
Kamis, 3 Mei 2012 | 10:46

Ketua Umum Asosiasi Produsen Pupuk Organik dan Hayati Indonesia (APPOHI) Ir Wahyu (kiri), bersama Menteri Pertanian Ir Suswono (ketiga dari kiri) dan Kadistan Provinsi Bali, Made Putra Suryawan dalam acara Penyerahan Bantuan Dekomposer Cair sebanyak 100.000 liter/hektare kepada petani di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali, belum lama ini. Acara ini hasil kerja sama antara APPOHI dan Menteri Pertanian dengan pencanangan Gerakan Percepatan Pemulihan Kesuburan Lahan Pertanian Indonesia. [Istimewa] Ketua Umum Asosiasi Produsen Pupuk Organik dan Hayati Indonesia (APPOHI) Ir Wahyu (kiri), bersama Menteri Pertanian Ir Suswono (ketiga dari kiri) dan Kadistan Provinsi Bali, Made Putra Suryawan dalam acara Penyerahan Bantuan Dekomposer Cair sebanyak 100.000 liter/hektare kepada petani di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali, belum lama ini. Acara ini hasil kerja sama antara APPOHI dan Menteri Pertanian dengan pencanangan Gerakan Percepatan Pemulihan Kesuburan Lahan Pertanian Indonesia. [Istimewa]

[DENPASAR] Gerakan Percepatan Pemulihan Kesuburan Lahan Pertanian di Indonesia mulai dicanangkan. Gerakan itu, merupakan kontribusi sosial Asosiasi Produsen  Pupuk Organik dan Hayati Indonesia (APPOHI) dan Kementerian Pertanian bagi para petani untuk memajukan pertanian di Indonesia.

“Dimulainya gerakan itu, ditandai dengan penyerahan secara simbolis bio dekomposer cair kepada Menteri Pertanian, Suswono oleh Ketua Umum APPOHI, Wahyu di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali baru-baru ini. APPOHI menargetkan, bantuan bio dekomposer cair kepada petani di seluruh Indonesia mencapai 100.000 liter atau senilai Rp 5 miliar,” kata Satria Khresna Wardhana, Ketua DPD APPOHI Bali kepada SP, Kamis (3/5).

Bio Decomposer adalah pengurai limbah organik, yang memiliki banyak fungsi, antara lain memperbaiki kualitas air limbah, menurunkan nilai BOD, COD, TSS, deterjen, lemak, minyak di air. APPOHI merupakan asosiasi yang beranggotakan pengusaha UKM, yang bertekad untuk memberi kesadaran bagi pihak-pihak terkait, baik pemerintah, swasta, maupun petani untuk memperhatikan kesuburan lahan pertanian.

Dukungan pemerintah dinilai sangat penting, terutama dalam sosialisasi dan implementasi gerakan dengan skala lebih luas, sehingga lebih dirasakan manfaatnya oleh para petani di Indonesia.

Menteri Pertanian, yang hadir pada acara Panen Raya “Denpasar Organic Farming-Denpasar Go Green” dan Pemberian Bantuan Bio Dekomposer Cair ini, menyambut baik gerakan yang dilakukan APPOHI.

“Hal ini merupakan kepedulian dari para pengusaha pupuk organik dan hayati dalam melestarikan dan memajukan pertanian di Indonesia,” katanya. Kegiatan pengembalian kesuburan lahan pertanian saat ini sudah sangat diperlukan. “Setelah sekian lama penggunaan pupuk kimia digunakan, maka kesuburan lahan harus segera dikembalikan,” ujarnya.


Pola pertanian organik di Indonesia sudah mulai meluas, dan juga kesadaran konsumen untuk menggunakan produk organik meningkat. “Pasarnya saat ini sangat luas, baik untuk domestic maupun mancanegara,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Bali juga menyambut baik bantuan yang diberikan APPOHI karena sesuai dengan visi pertanian Bali, yaitu “Bali Organik”. Berbagai upaya telah dilakukan mendukung pertanian organic, baik melalui program simantri dan juga subsidi pupuk organik kepada petani.

Menurut Satria Khresna Wardhana, Ketua DPD APPOHI Bali, gerakan pemulihan kesuburan lahan di Provinsi Bali ditargetkan seluas 4.500 hektare, yang terbagi secara merata di setiap wilayah kabupaten/kota, masing-masing 500 hektare. Bantuan itu dibagikan langsung kepada petani, sehingga semangat pengembangan pertanian organik dapat berjalan secara merata di Bali. [137/J-11]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN