Pemulihan Kesuburan Lahan Pertanian
APPOHI Sumbangkan Bio Dekomposer Cair
Kamis, 3 Mei 2012 | 10:46
Ketua Umum Asosiasi Produsen Pupuk Organik dan Hayati Indonesia (APPOHI) Ir Wahyu (kiri), bersama Menteri Pertanian Ir Suswono (ketiga dari kiri) dan Kadistan Provinsi Bali, Made Putra Suryawan dalam acara Penyerahan Bantuan Dekomposer Cair sebanyak 100.000 liter/hektare kepada petani di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali, belum lama ini. Acara ini hasil kerja sama antara APPOHI dan Menteri Pertanian dengan pencanangan Gerakan Percepatan Pemulihan Kesuburan Lahan Pertanian Indonesia. [Istimewa] [DENPASAR] Gerakan Percepatan Pemulihan Kesuburan Lahan Pertanian
di Indonesia mulai dicanangkan.
Gerakan itu, merupakan kontribusi sosial Asosiasi Produsen
Pupuk Organik dan Hayati Indonesia (APPOHI) dan Kementerian Pertanian bagi para
petani untuk memajukan pertanian di Indonesia.
“Dimulainya gerakan itu, ditandai dengan penyerahan secara
simbolis bio dekomposer cair kepada Menteri Pertanian, Suswono oleh Ketua Umum
APPOHI, Wahyu di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali baru-baru ini. APPOHI
menargetkan, bantuan bio dekomposer cair kepada petani di seluruh Indonesia
mencapai 100.000 liter atau senilai Rp 5 miliar,” kata Satria Khresna Wardhana,
Ketua DPD APPOHI Bali kepada SP, Kamis (3/5).
Bio Decomposer adalah pengurai limbah
organik, yang memiliki banyak fungsi, antara lain memperbaiki kualitas air
limbah, menurunkan nilai BOD, COD, TSS, deterjen, lemak, minyak di air. APPOHI merupakan asosiasi yang
beranggotakan pengusaha UKM, yang bertekad untuk memberi kesadaran bagi
pihak-pihak terkait, baik pemerintah, swasta, maupun petani untuk memperhatikan
kesuburan lahan pertanian.
Dukungan pemerintah dinilai sangat penting, terutama dalam
sosialisasi dan implementasi gerakan dengan skala lebih luas, sehingga lebih
dirasakan manfaatnya oleh para petani di Indonesia.
Menteri Pertanian, yang hadir pada acara Panen Raya “Denpasar Organic
Farming-Denpasar Go Green” dan Pemberian Bantuan Bio Dekomposer Cair ini,
menyambut baik gerakan yang dilakukan APPOHI.
“Hal ini merupakan kepedulian
dari para pengusaha pupuk organik dan hayati dalam melestarikan dan memajukan
pertanian di Indonesia,” katanya.
Kegiatan pengembalian kesuburan lahan pertanian saat ini sudah
sangat diperlukan. “Setelah sekian lama penggunaan pupuk kimia digunakan, maka
kesuburan lahan harus segera dikembalikan,” ujarnya.
Pola pertanian organik di Indonesia sudah mulai meluas, dan juga kesadaran
konsumen untuk menggunakan produk organik meningkat. “Pasarnya saat ini sangat
luas, baik untuk domestic maupun mancanegara,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Bali juga menyambut baik bantuan yang diberikan APPOHI
karena sesuai dengan visi pertanian Bali, yaitu “Bali Organik”. Berbagai upaya
telah dilakukan mendukung pertanian organic, baik melalui program simantri dan
juga subsidi pupuk organik kepada petani.
Menurut Satria Khresna Wardhana, Ketua DPD APPOHI Bali, gerakan pemulihan
kesuburan lahan di Provinsi Bali ditargetkan seluas 4.500 hektare, yang terbagi
secara merata di setiap wilayah kabupaten/kota, masing-masing 500 hektare.
Bantuan itu dibagikan langsung kepada petani, sehingga semangat pengembangan
pertanian organik dapat berjalan secara merata di Bali. [137/J-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Menag: Kementerian Agama Sendiri Tidak Bisa Bubarkan Ahmadiyah
