Antrean Truk di Merak Tak Kunjung Terurai
Senin, 9 Juli 2012 | 6:47
Antrean truk di Pelabuhan Merak kembali terjadi (SP/Laurens Dami)
[MERAK]
Antrean ribuan kendaraan truk di Pelabuhan Merak yang terjadi sejak
pekan lalu, hingga Minggu (8/7) malam tak kunjung terurai secara tuntas
oleh operator pelabuhan PT Angkutan Sungai Danau
dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak. Ribuan
truk yang akan melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Merak, Cilegon,
Banten ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung masih antre hingga mencapai jalan
tol Tangerang-Merak atau sepanjang 11 kilometer
dari Pelabuhan Merak.
Berdasarkan
pantuan, antrean kendaraan sedikit terurai setelah PT ASDP Indonesia
Ferry Cabang Utama Merak mengoperasikan sebanyak 26 kapal
roll on roll off
(roro). Namun, antrean kendaraan tetap terjadi karena pengoperasian 26
kapal roro tidak berjalan optimal. Ekor antrean truk mencapai jalan tol
Tangerang-Merak. Pangkal
antrean mulai dari jalan laying (fly over)
Merak, hingga gerbang tol Merak sepanjang 5 kilometer. Sedangkan untuk
antrean truk di jalan tol sendiri sepanjang 6 kilometer.
Memang
kalau diamati, antrean kendaraan truk sedikit berkurang 4 kilometer
dibandingkan dengan kondisi antrean truk pada Jumat (6/7) lalu yang
panjangnya mencapai 15 kilometer. Penyusutan jumlah
kendaraan ini, karena PT ASDP Indonesia Ferry telah mengoperasikan
sebanyak 26 kapal dan capaian trip pengoperasian kapal sebanyak 86 trip.
Dikatakan,
total kendaraan campuran yang telah terangkut kapal dan diseberangkan
dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakeuheni sebanyak 6.793 uni.
Sedangkan, jumlah truk yang belum terangkut dan masih
berada di luar pelabuhan diperkirakan sekitar 1.600 unit.
“Kami
telah berupaya maksimal untuk mengatasi kepadatan yang terjadi dalam
beberapa hari ini. Kami juga telah mempersiapkan langkah-langkah
percepatan untuk menguraikan kepadatan tersebut,” ungkap
Corporate Secretary PT. ASDP Indonesia Ferry, Christine Hutabarat,
Minggu (8/7).
Langkah-langkah
lain yang dilakukan PT. ASDP Indonesia Ferry. kata Christine Hutabarat,
tetap mempertahankan armada yang beroperasi sebanyak 26 unit kapal.
Untuk bisa mewujudkan itu, PT ASDP Indonesia
Ferry juga sangat mengharapkan peran dari Gabungan Pengusaha Angkutan
Sungai dan Penyeberangan (Gapasdap) untuk memastikan kondisi kapal-kapal
yang beroperasi sehingga langkah percepatan menyelesaikan kondisi
antrean kendaraan truk tersebut bisa segera terwujud.
“Kami akan terus berupaya mempertahankan jumlah kapal minimal 26 unit
hingga antrean kendaraan truk dapat terurai secara tuntas,” jelas
Christine.
Tidak hanya itu, PT ASDP Indonesia Ferry juga mempercepat
port time
untuk kapal dengan bobot 3.500 GT yaitu selama 45 menit dari biasanya
selama satu jam. “Personil bantuan dari PT ASDP Indonesia Ferry sudah
ditempatkan di titik-titik kritis
di dalam pelabuhan, berada di bawah komando General Manager PT ASDP
Indonesia Ferry Cabang Utama Merak,” ujarnya.
PT. ASDP
Indonesia Ferry juga, kata Christine, telah bekerjasama dengan pihak
Polda Banten untuk menempatkan petugas Bawah Kendali Operasi (BKO) di
setiap 1 kilometer antrean truk. Hal ini dilakukan
untuk mempercepat penarikan kendaraan dari kilometer 92. “Kami juga
mendatangkan KMP Roditha sebagai kapal bantuan. Dan KMP Roditha telah
sampai di Merak Minggu (8/7),” ujar Christine.
Petugas
Sentra Komunikasi (Senkom) PT Marga Mandala Sakti (MMS) Nasrudin
mengatakan, truk yang melakukan antre di dalam tol Tangerang-Merak mulai
berkurang. Kondisi antrean truk berada di kilometer
92.
Antrean
kendaraan dari berbagai jenis di gerbang tol Cilegon Timur akibat adanya
pengalihan, sudah tidak terlihat lagi. Namun, titik antrean kendaraan
masih terlihat di
interchange
gerbang Cilegon Timur atau jalur keluar dari jalan tol, akibat
adanya kepadatang arus lalulintas di pusat Kota Cilegon. “Kami berharap,
antrean kendaraan truk cepat teratasi sehingga lalu lintas di jalan tol
bisa berjalan lancar seperti semula,” katanya.
[149]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Kapolri Harus Beri Sanksi Keras Kapolda Papua
Akhirnya Pendukung Rustri Beralih ke Ganjar
Penghitungan Cepat, Paket Frenly Sementara Unggul
Kawah Gunung Merapi Keluarkan Gas Beracun
Biaya Tinggi di Dalam Lapas, Alasan Napi Kendalikan Jaringan Narkotika
