Angka Kematian Akibat Kecelakaan Lalulintas di NTT Menjadi KLB
Senin, 11 Juni 2012 | 15:06
Kepala Cabang Jasa Raharja NTT, Markus Horo [Yoseph Kellen] [KUPANG]
Sebanyak 162 orang warga Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas, akibat kecelakaan
lalulintas yang terjadi sejak Januari - Mei 2012. Korban kecelakaan ini diberikan
asuransi oleh PT (Persero) Jasa Raharja cabang Kupang sebesar Rp 4,7 miliar
lebih.
"Setiap bulan, sedikitnya 30 orang tewas akibat kecelakaan di
jalan raya," kata Kepala PT (Persero) Jasa Raharja Cabang Nusa Tenggara
Timur (NTT), Markus Horo, kepada SP di Kupang, Senin, (11/6) sore.
Selama tahun 2012, menurut Markus, telah terjadi 286 kecelakaan
dengan jumlah korban tewas 167 orang, sisanya mengalami luka berat dan ringan
serta cacat tetap. "Setiap hari ada satu warga NTT yang tewas, karena kecelakaan
lalulintas," katanya.
Kecelakaan lalulintas itu terjadi, karena kurangnya kesadaran
masyarakat untuk tertib berlalulintas saat berkendara. Oleh sebab itu, pihaknya
terus mengkampanyekan tentang bahaya berlalulintas dengan cara menempatkan
papan reklame bagi pengguna jalan di tempat-tempat strategis di daerah ini.
"Kampanye ini untuk meminimalisir kecelakaan lalulintas di daerah
ini," katanya.
Korban kecelakaan ini paling dominan pada umur produktif antara
15-29 tahun. Karena itu, Markus Horo, berharap budaya tertib lalulintas masuk
dalam kurikulum sekolah, masuk dalam mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok).
"Kalau bisa pelajaran ini dimulai dari tingkat sekolah dasar (SD). Namun
uapaya tersebut bukan bidangnya kami. Itu bagiannya pihak Kepolisian,"
katanya.
Dari jumlah korban tewas itu, jelas Markus, PT (Persero) Jasa
Raharja cabang Kupang telah membayar klaim asuransi sebesar Rp 4,7 miliar
lebih. Dalam kurun lima tahun terakhir sejak tahun 2007, Jasa Raharja telah
membayar klaim asuransi kecelakaan sebesar Rp 47,5 miliar lebih.
Jumlah korban tewas yang sangat fantastis ini, kata Markus,
seharusnya dijadikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh pemerintah. Karena
kecelakaan lebih ganas dari HIV/AIDS atau pun demam berdarah. "Harusnya
kecelakaan lalulintas dijadikan KLB oleh pemerintah daerah," jelas Markus
Horo.
Segala upaya dalam rangka mengoptimalkan peran Jasa Raharja (JR),
maka dilakukan berbagai kegiatan dalam pencegahan dan penanggulangan
kecelakaan lalu lintas, serta menurunkan fatalitas korban, maka Jasa Raharja
Cabang NTT, menggelar "Dialog Publik" dengan para Mahasiswa dan
masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat NTT dengan tujuan yang baik.
Kegiatan yang menghadirkan narasumber Dirlantas Polda NTT,
Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Stefanus I. Ratoe Oedjoe, Kepala
Jasa Raharja Cabang NTT, Markus Horo dan pakar transportasi itu, mengangkat
tema "Sinergi Kegiatan Pencegahan Kecelakaan Melalui Program
Kemitraan".
Selain mengoptimalkan peran Jasa Raharja, "Dialog
Publik" tersebut juga dimaksudkan meningkatkan budaya tertib berlalu
lintas, agar selalu tertib, mematuhi aturan lalu lintas dan menghargai pengguna
jalan lainnya, sehingga meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas di wilayah
NTT.
"Tujuan berikutnya untuk mengidentifikasi permasalahan serta
masukan, tentang bagaimana cara atau solusi mengurangi angka kecelakaan,"
kata Markus Horo.
Walaupun trennya menurun, namun angka kecelakaan dari tahun ke
tahun masih signifikan. Karena itu, dengan melibatkan instansi terkait, kita
akan bekerja sama Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LPM) Undana,
menyelenggarakan 'Dialog Publik' sehingga masyarakat menyadari serta taat dalam
berlalulintas sesuai aturan dan rambu-rambu yang ada.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Bruno Kupok,
melalui Sekretaris Dinas Perhungan Provinsi NTT, Ir. Stefanus I. Ratoe
Oedjoe, MT, kepada SP di Kupang, mengatakan, Upaya pemerintah daerah selama ini
terus dilakukan melalui melalui pemasangan rambu-rambu lalulintas dan penyuluhan
kepada masyarakat secara menyeluruh dengan tujuan untuk mengurangi kecelakaan
yang terjadi di Provinsi NTT.
Stefanus I. Ratoe Oedjoe, mengatakan, “Selama ini pemerintah
daerah NTT, melalui Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten / Kota se - NTT,
telah bekerjasama dan bersinergi dengan instansi terkait seperti pihak Polda
NTT dan Jasa Raharja Cabang Kupang terus melakukan kampaye untuk berlalulintas
yang baik dan benar sehingga terhindar dari kecelakaan lalulintas yang marak
terjadi di NTT,” jelas Stefanus I Ratoe Oedjoe. (YOS).
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
Menag: Kementerian Agama Sendiri Tidak Bisa Bubarkan Ahmadiyah
