SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 18 Mei 2013
Pencarian Arsip

Pacific Partnership Ditutup

7.217 Pasien Yang Dirawat di Kapal USNS Mercy Sembuh
Sabtu, 16 Juni 2012 | 8:34

Tim dokter bedah syaraf gabungan dari Siloam Hospital Manado, Sulawesi Utara dan USNS Mercy milik Angkatan Laut Amerika Serikat melakukan operasi Meningoencephalocele. [SP/Ari Supriyanti Rikin] Tim dokter bedah syaraf gabungan dari Siloam Hospital Manado, Sulawesi Utara dan USNS Mercy milik Angkatan Laut Amerika Serikat melakukan operasi Meningoencephalocele. [SP/Ari Supriyanti Rikin]

[MANADO] Sebanyak 7.217 pasien dirawat di kapal rumah sakit terbesar di dunia milik Amerika Serikat (AS) United State Naval Ship (USNS) Mercy. Semua pasien telah sembuh  dari berbagai jenis penyakit.    

Perawatan dilakukan sejak Kamis (31/5)  hingga Jumat (15/6), disaat kegiatan penangulangan bencana di Sumatera Utara (Sulut), atau kegiatan Pacific Partnership yang ditutup Gubernur Sulut Dr Sinyo Sarundajang Jumat (15/6) di Teluk Manado. Kagiatan ini dilakukan di Kota Manado dan tiga Kabupaten Kepulauan yakni Kabupaten Sangihe, Sitaro, dan Talaud.     

Saat penutupan, hadir Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia dan dari TNI  dan Badan Penangulangan Bencana.       

Gubernur Sarundajang kepada SP usai penutupan, mengatakan, kegiatan kemanusiaan ini memberikan banyak manfaat bagi daerah ini. Terutama telah membantu masyarakat yang sakit.  ”Ini sangat membantu, karena pengobatan gratis terhadap pesian dari berbagai jenis penyakit sangat membantu,” katanya.

Dari 7217 pasien yang dirawat, terbanyak dari masyatakat diwilayah kepulauan atau diperbatasan yakni di Kabupaten Sitaro, Sangihe, dan Talaud, yang mencapai 5.000  orang dan ­ sisanya dari Kota Manado. Kegiatan, ini akan kita lakukan lagi ke depan, karena banyak permintaan masyarakat.

”Kami bangga bekerja sama  dengan Amerika Serikat dalam program kemanusiaan ini,” katanya.

199 Pasien Dioperasi
      

Selain pengobatan biasa, kapal rumah sakit AS itu juga melakukan  tindakan operasi terhadap 199 pasien. Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Maxi Rondonuwu mengatakan, jenis penyakit yang banyak dioprasi yakni katarak  dan penyakit dalam lainnya.  Oprasi juga dilakukan atas kerja sama dengan RS Siloam Manado.      

Kepala Badan Penangulangan Bencana Sulut Hoyke Makarawung mengatakan, dengan kegiatan ini, maka Sulut mendapat pengalaman dalam menangani bencana dan pengobatan kepada masyarakat.

“Jadi kita banyak menimba ilmu dari AS mengenai, penangulangan bencana,” katanya.   Usai melakukan, kegiatan di Sulut, Kapal Mercy akan segera menuju kebeberapa negara seperti Philipina, dan Vietnam. [136]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN