Pacific Partnership Ditutup
7.217 Pasien Yang Dirawat di Kapal USNS Mercy Sembuh
Sabtu, 16 Juni 2012 | 8:34
Tim dokter bedah syaraf gabungan dari Siloam Hospital Manado, Sulawesi Utara dan USNS Mercy milik Angkatan Laut Amerika Serikat melakukan operasi Meningoencephalocele. [SP/Ari Supriyanti Rikin] [MANADO] Sebanyak
7.217 pasien dirawat di kapal rumah sakit terbesar di dunia milik Amerika
Serikat (AS) United State Naval Ship (USNS) Mercy. Semua pasien telah sembuh dari berbagai jenis penyakit.
Perawatan dilakukan sejak Kamis (31/5) hingga Jumat (15/6), disaat
kegiatan penangulangan bencana di Sumatera Utara (Sulut), atau kegiatan Pacific
Partnership yang ditutup Gubernur Sulut Dr Sinyo Sarundajang Jumat (15/6) di Teluk
Manado.
Kagiatan ini
dilakukan di Kota Manado dan tiga Kabupaten Kepulauan yakni Kabupaten Sangihe,
Sitaro, dan Talaud.
Saat penutupan, hadir Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia dan dari
TNI dan Badan Penangulangan Bencana.
Gubernur Sarundajang kepada SP usai
penutupan, mengatakan, kegiatan kemanusiaan ini memberikan banyak manfaat bagi
daerah ini. Terutama telah membantu masyarakat yang sakit.
”Ini sangat
membantu, karena pengobatan gratis terhadap pesian dari berbagai jenis penyakit
sangat membantu,” katanya.
Dari 7217
pasien yang dirawat, terbanyak dari masyatakat diwilayah kepulauan atau
diperbatasan yakni di Kabupaten Sitaro, Sangihe, dan Talaud, yang mencapai
5.000 orang dan sisanya dari Kota
Manado. Kegiatan, ini akan kita lakukan lagi ke depan, karena banyak permintaan
masyarakat.
”Kami bangga bekerja
sama dengan Amerika Serikat dalam program kemanusiaan ini,” katanya.
199 Pasien Dioperasi
Selain pengobatan biasa, kapal rumah sakit AS itu juga melakukan tindakan operasi terhadap 199 pasien.
Kepala Dinas
Kesehatan Sulut dr Maxi Rondonuwu mengatakan, jenis penyakit yang banyak
dioprasi yakni katarak dan penyakit
dalam lainnya. Oprasi juga dilakukan atas kerja sama dengan RS Siloam
Manado.
Kepala Badan Penangulangan Bencana Sulut Hoyke Makarawung mengatakan, dengan
kegiatan ini, maka Sulut mendapat pengalaman dalam menangani bencana dan
pengobatan kepada masyarakat.
“Jadi kita banyak menimba ilmu dari AS mengenai,
penangulangan bencana,” katanya.
Usai
melakukan, kegiatan di Sulut, Kapal Mercy akan segera menuju kebeberapa negara
seperti Philipina, dan Vietnam. [136]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Masyarakat Bali Diminta Kawal Rekapitulasi
PT Freeport Diminta Umumkan Nama-Nama Yang Masih Terkubur
Indonesia Seharusnya Unggul Di Bidang Riset
Dinilai Memihak Petani, SPI Jateng Dukung Ganjar
Mafia Hukum, Polisi, dan Hakim Diduga Berada di Balik Eksekusi Lahan Pulo Brayan, Medan
BNN Bekuk Warga Inggris Penyelundup Sabu 1,5 Kg
Kandungan Polifenol Dalam Kakao Bisa Jadi Obat
Pilgub NTT Putaran Kedua, Paket Frenly dan Esthon-Paul Bertarung Visi dan Misi
