SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Mei 2013
Pencarian Arsip

6 Juni Transit Venus Bakal Terjadi
Selasa, 29 Mei 2012 | 7:22

Planet Venus. [google] Planet Venus. [google]

[JAKARTA] Masyarakat Jakarta dan wilayah Indonesia barat serta timur berpotensi melihat fenomena alam transit venus 6 Juni 2012 mendatang. Fenomena alam ini tergolong langka karena baru akan kembali terjadi 100 tahun yang akan datang.

Transit venus terjadi karena posisi matahari, venus dan bumi berada dalam satu garis lurus ditinjau dari semua arah, di mana venus berada di tengah-tengah. Fenomena ini hampir mirip dengan gerhana matahari hanya saja posisi bulan digantikan dengan planet venus.
 
Peneliti planet ekstrasolar Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung Taufik Hidayat menjelaskan transit venus merupakan fenomena langka. Indonesia merupakan wilayah yang beruntung karena akan bisa menyaksikan fenomena ini.

Dalam fenomena dengan periodisasi 8 tahunan, 117 tahunan kemudian 8 tahunan lalu 115 tahunan ini, nantinya akan ada titik kecil hitam (black spot) di pojok matahari. Setelah tahun 2012 ini, fenomena yang pertama kali diketahui tahun 1631 ini baru akan terjadi lagi tahun 2117. 

"Ini moment yang unik, sebab dari sisi ilmiah ada banyak aspek menarik, seperti ada benda melintas dan itu menambah hal baru bagi kita," katanya di sela science insights Transit Venus, di Jakarta, Senin (28/5).

Untuk wilayah Indonesia, diperkirakan transit venus dapat diamati sejak pukul 05.10 WIB sampai sekitar pukul 11.00 WIB.

Taufik menambahkan wilayah Indonesia timur akan bisa menyaksikan transit venus sejak matahari terbit sampai selesainya transit.

Sedangkan di Indonesia barat setelah matahari terbit atau ketika transit sudah terjadi. Langit cerah juga menjadi penentu suksesnya melihat fenomena langka ini.

Beberapa peneliti dari observatorium Bosscha Bandung lanjutnya juga akan berangkat ke wilayah Indonesia Timur yakni ke Atambua. Sejumlah tim peneliti internasional juga akan melihat fenomena ini dari Dili, Timor Timur.

"Nusa Tenggara Timur dipilih karena merupakan wilayah yang sangat menjanjikan dan berpotensi cerah," ucapnya.

Saat terjadi fenomena venus, Taufik mengingatkan masyarakat untuk tidak melihat dengan mata telanjang. Ia pun tidak menyarankan penggunaan kacamata hitam biasa. Masyarakat diimbau memakai kacamata sejenis solar viewer atau peralatan proyeksi.

"Benda silau tidak bisa dilihat langsung. Harus menggunakan kertas atau diproyeksi sehingga hanya melihat bayang-bayangnya," ujarnya.

Manusia di bumi tidak perlu khawatir atas fenomena ini, karena menurut Taufik transit venus tidak membahayakan bumi. Sebab pada prinsipnya tambah Taufik, apa yang akan terjadi ini, bisa ditemukan di planet lain.

Dalam penelitian ekstrasolar, kejadian seperti ini dijadikan metodologi untuk mencari planet di bintang lain yang jumlahnya sekitar ratusan ribu dan masih dicari hingga saat ini.

Pembina Himpunan Astronom Amatir Jakarta Muhammad Rayhan mengungkapkan wilayah negara lain seperti Amerika dan Eropa juga bisa melihat fenomena ini tapi tidak total selama transit venus terjadi. Seperti di Eropa hanya bisa melihat di awal dan akhir transit.

"Peristiwa ini bisa diamati dengan mata namun dengan bantuan filter. Dengan teleskop lebih dianjurkan atau bisa bergabung di Planetorium Jakarta untuk melihat transit venus lebih dekat lagi," paparnya. [R-15]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN