6 Juni Transit Venus Bakal Terjadi
Selasa, 29 Mei 2012 | 7:22
Planet Venus. [google] [JAKARTA]
Masyarakat Jakarta dan wilayah Indonesia barat serta timur berpotensi melihat
fenomena alam transit venus 6 Juni 2012 mendatang. Fenomena alam ini tergolong
langka karena baru akan kembali terjadi 100 tahun yang akan datang.
Transit venus terjadi karena posisi matahari, venus dan bumi berada dalam satu
garis lurus ditinjau dari semua arah, di mana venus berada di tengah-tengah.
Fenomena ini hampir mirip dengan gerhana matahari hanya saja posisi bulan
digantikan dengan planet venus.
Peneliti planet ekstrasolar Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung
Taufik Hidayat menjelaskan transit venus merupakan fenomena langka. Indonesia
merupakan wilayah yang beruntung karena akan bisa menyaksikan fenomena ini.
Dalam fenomena dengan periodisasi 8 tahunan, 117 tahunan kemudian 8 tahunan
lalu 115 tahunan ini, nantinya akan ada titik kecil hitam (black spot) di pojok
matahari. Setelah tahun 2012 ini, fenomena yang pertama kali diketahui tahun
1631 ini baru akan terjadi lagi tahun 2117.
"Ini moment yang unik, sebab dari sisi ilmiah ada banyak aspek menarik,
seperti ada benda melintas dan itu menambah hal baru bagi kita," katanya
di sela science insights Transit Venus, di Jakarta, Senin (28/5).
Untuk wilayah Indonesia, diperkirakan transit venus dapat diamati sejak pukul
05.10 WIB sampai sekitar pukul 11.00 WIB.
Taufik menambahkan wilayah Indonesia
timur akan bisa menyaksikan transit venus sejak matahari terbit sampai
selesainya transit.
Sedangkan di Indonesia barat setelah matahari terbit atau
ketika transit sudah terjadi. Langit cerah juga menjadi penentu suksesnya
melihat fenomena langka ini.
Beberapa peneliti dari observatorium Bosscha Bandung lanjutnya juga akan
berangkat ke wilayah Indonesia Timur yakni ke Atambua. Sejumlah tim peneliti
internasional juga akan melihat fenomena ini dari Dili, Timor Timur.
"Nusa Tenggara Timur dipilih karena merupakan wilayah yang sangat
menjanjikan dan berpotensi cerah," ucapnya.
Saat terjadi fenomena venus, Taufik mengingatkan masyarakat untuk tidak melihat
dengan mata telanjang. Ia pun tidak menyarankan penggunaan kacamata hitam
biasa. Masyarakat diimbau memakai kacamata sejenis solar viewer atau peralatan
proyeksi.
"Benda silau tidak bisa dilihat langsung. Harus menggunakan
kertas atau diproyeksi sehingga hanya melihat bayang-bayangnya," ujarnya.
Manusia di bumi tidak perlu khawatir atas fenomena ini, karena menurut Taufik
transit venus tidak membahayakan bumi. Sebab pada prinsipnya tambah Taufik, apa
yang akan terjadi ini, bisa ditemukan di planet lain.
Dalam penelitian ekstrasolar, kejadian seperti ini dijadikan metodologi untuk
mencari planet di bintang lain yang jumlahnya sekitar ratusan ribu dan masih
dicari hingga saat ini.
Pembina Himpunan Astronom Amatir Jakarta Muhammad Rayhan mengungkapkan wilayah
negara lain seperti Amerika dan Eropa juga bisa melihat fenomena ini tapi tidak
total selama transit venus terjadi. Seperti di Eropa hanya bisa melihat di awal
dan akhir transit.
"Peristiwa ini bisa diamati dengan mata namun dengan bantuan filter.
Dengan teleskop lebih dianjurkan atau bisa bergabung di Planetorium Jakarta
untuk melihat transit venus lebih dekat lagi," paparnya. [R-15]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Kapolri Harus Beri Sanksi Keras Kapolda Papua
Akhirnya Pendukung Rustri Beralih ke Ganjar
Kawah Gunung Merapi Keluarkan Gas Beracun
Biaya Tinggi di Dalam Lapas, Alasan Napi Kendalikan Jaringan Narkotika
Tanah Dirampas Walikota, Warga Batam Bakal Demo di Jakarta
Tingkat Kelulusan UN SMA di Banten Mencapai 99,71 Persen
