307 Posko Kesehatan Disiapkan Sepanjang Jalur Mudik
Jumat, 3 Agustus 2012 | 7:04
Ilustrasi posko kesehatan selama mudik. [google] [SERANG] Sebanyak 307 posko kesehatan disiapkan dibangun di
sepanjang jalur mudik di Provinsi Banten. Selain posko kesehatan, Dinas
Kesehatan Banten juga menyiapkan sebanyak 2.925 orang tenaga medis dan sarana
pendukung kesehatan lainnya.
Sekretaris
Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr Ajat Sudrajat mengatakan, 307 posko
kesehatan itu akan mulai beroperasi mulai H-7 - H+7 Lebaran Idul Fitri.
Pengoperasian posko tersebut akan berlangsung selama 24 jam untuk melayani para
pemudik. “Kami sudah siapkan pelayanan untuk para pemudik,” ujar Ajat, di
Serang, Kamis (2/8).
Untuk
memenuhi kebutuhan tenaga medis Dinas Kesehatan Provinsi Banten bekerja sama
dengan Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Banten.
“Untuk posko kendali utama berada di Dinkes Provinsi Banten. Untuk 8 posko
kendali lainnya berada di kabupaten/kota,” katanya.
Pemprov
Banten juga menyiapkan sebanyak 5 posko khusus, tiga posko di Pelabuhan Merak
dan dua posko di jalur tol Tangerang – Merak tepatnya di Kilometer 68. “Jadi
untuk posko utama yang akan disiapkan sebanyak 228 dan posko tambahan atau
alternatif sebanyak 65,” kata Ajat.
Selain itu, untuk personil tenaga medis berjumlah 2.925
orang, terdiri dari dokter sebanyak 462 , perawat sebanyak 1.779 orang, tenaga
kesehatan lainnya sebanyak 694. “Sarana pendukung lain yang kami siapkan
seperti Rumah sakit siaga 18, ambulance 202, tenda 31, Velbed 260, strecher
187, obat-obatan di setiap posko,” katanya.
Sementara
itu, Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan 10 jalur alternatif untuk menghadapi
arus mudik Lebaran 2012. Jalur alternatif tersebut disiapkan untuk para pemudik
yang akan menuju Pelabuhan Merak dan jalur wisata menuju Pantai Anyer.
Kepala Dinas
Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten Husni Hasan mengatakan,
10 jalur alternatif tersebut yakni Jalan Raya Serdang-Bojonegara-Pulau
Ampel-Merak. Jalur ini untuk mengantisipasi kemacetan pada ruas jalan
Cilegon-Merak.
Kemudian, Jalan
Palima-Ciomas-Padarincang-Cinangka/Anyer, Jalan Taktakan-Gunung Sari-Mancak-Anyer,
Serang-Pandeglang-Labuan-Pasauran-Anyer, Cilegon-Anyer. Jalur ini, kata Husni,
merupakan alternatif untuk mengantisipasi kemacetan pada ruas jalan
Cilegon-Anyer terutama pada H+1 dan H+2 Lebaran.
Husni menyatakan, jalur alternatif selanjutnya yakni
Jalan Saketi-Simpang Malingping untuk menuju wilayah selatan Banten dan
Sukabumi, Jalan Pandeglang-Rangkasbitung-Cigelung merupakan jalur alternatif
dalam rangka mengantisipasi kemacetan pada jalur utama dan alternatif menuju
Bogor.
Menurutnya, jalur alternatif yang lainnya yakni Simpang
Labuan-Cibaliung-Muarabinuangeun-Bayah-Batas Jabar sebagai jalur alternatif
menuju Sukabumi dan sebaliknya, dan Jalan Mengger-Mandalawangi-Caringin sebagai
jalur alternatif menuju wisata Carita. “Kami hanya menyiapkan jalur serta
pengaturan lalu lintasnya saja.
Sementara terkait kesiapan kondisi jalan pada
jalur alternatif tersebut merupakan kewenangan Dinas Bina Marga dan Tata Ruang
(DBMTR) Provinsi Banten,” kata Husni. [149]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Kapolri Harus Beri Sanksi Keras Kapolda Papua
Akhirnya Pendukung Rustri Beralih ke Ganjar
Penghitungan Cepat, Paket Frenly Sementara Unggul
Kawah Gunung Merapi Keluarkan Gas Beracun
Biaya Tinggi di Dalam Lapas, Alasan Napi Kendalikan Jaringan Narkotika
