SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip

307 Posko Kesehatan Disiapkan Sepanjang Jalur Mudik
Jumat, 3 Agustus 2012 | 7:04

Ilustrasi posko kesehatan selama mudik. [google] Ilustrasi posko kesehatan selama mudik. [google]

[SERANG] Sebanyak 307 posko kesehatan disiapkan dibangun di sepanjang jalur mudik di Provinsi Banten. Selain posko kesehatan, Dinas Kesehatan Banten juga menyiapkan sebanyak 2.925 orang tenaga medis dan sarana pendukung kesehatan lainnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr Ajat Sudrajat mengatakan, 307 posko kesehatan itu akan mulai beroperasi mulai H-7 - H+7 Lebaran Idul Fitri. Pengoperasian posko tersebut akan berlangsung selama 24 jam untuk melayani para pemudik.  “Kami sudah siapkan pelayanan untuk para pemudik,” ujar Ajat, di Serang, Kamis (2/8).

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis Dinas Kesehatan Provinsi Banten bekerja sama dengan Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Banten. “Untuk posko kendali utama berada di Dinkes Provinsi Banten. Untuk 8 posko kendali lainnya berada di kabupaten/kota,” katanya.

Pemprov Banten juga menyiapkan sebanyak 5 posko khusus, tiga posko di Pelabuhan Merak dan dua posko di jalur tol Tangerang – Merak tepatnya di Kilometer 68. “Jadi untuk posko utama yang akan disiapkan sebanyak 228 dan posko tambahan atau alternatif sebanyak 65,” kata Ajat. 
 
Selain itu, untuk personil tenaga medis berjumlah 2.925 orang, terdiri dari dokter sebanyak 462 , perawat sebanyak 1.779 orang, tenaga kesehatan lainnya sebanyak 694.  “Sarana pendukung lain yang kami siapkan seperti Rumah sakit siaga 18, ambulance 202, tenda 31, Velbed 260, strecher 187, obat-obatan di setiap posko,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan 10 jalur alternatif untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2012. Jalur alternatif tersebut disiapkan untuk para pemudik yang akan menuju Pelabuhan Merak dan jalur wisata menuju Pantai Anyer.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten Husni Hasan mengatakan, 10 jalur alternatif tersebut yakni Jalan Raya Serdang-Bojonegara-Pulau Ampel-Merak. Jalur ini untuk mengantisipasi kemacetan pada ruas jalan Cilegon-Merak. 

Kemudian, Jalan Palima-Ciomas-Padarincang-Cinangka/Anyer, Jalan Taktakan-Gunung Sari-Mancak-Anyer, Serang-Pandeglang-Labuan-Pasauran-Anyer, Cilegon-Anyer. Jalur ini, kata Husni, merupakan alternatif untuk mengantisipasi kemacetan pada ruas jalan Cilegon-Anyer terutama pada H+1 dan H+2 Lebaran.  

Husni menyatakan, jalur alternatif selanjutnya yakni Jalan Saketi-Simpang Malingping untuk menuju wilayah selatan Banten dan Sukabumi, Jalan Pandeglang-Rangkasbitung-Cigelung merupakan jalur alternatif dalam rangka mengantisipasi kemacetan pada jalur utama dan alternatif menuju Bogor.

Menurutnya, jalur alternatif yang lainnya yakni Simpang Labuan-Cibaliung-Muarabinuangeun-Bayah-Batas Jabar sebagai jalur alternatif menuju Sukabumi dan sebaliknya, dan Jalan Mengger-Mandalawangi-Caringin sebagai jalur alternatif menuju wisata Carita. “Kami hanya menyiapkan jalur serta pengaturan lalu lintasnya saja.

Sementara terkait kesiapan kondisi jalan pada jalur alternatif tersebut merupakan kewenangan Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten,” kata Husni. [149]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN