SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 17 April 2014
Pencarian Arsip

Untuk Operasi Rahang, Pasien Miskin Harus Keluar Rp 8 Juta
Selasa, 15 Januari 2013 | 8:38

Kartu sehat Jakarta [google] Kartu sehat Jakarta [google]


[JAKARTA] Pelayanan pasien pemegang Kartu Jakarta Sehat (KJS) di rumah sakit rujukan masih belum berjalan maksimal. Hal itu dialami oleh Sandy Ariputra (19) seorang pasien miskin yang mengalami kecelakaan dan harus dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara tingkat I Raden Said Sukanto (RS Polri) Kramat Jati, Jakarta Timur.

Saat pertama masuk ke rumah sakit ini, pihak keluarga diminta uang muka sebesar Rp 500.000 dan mengeluarkan uang Rp 3 Juta selama empat hari sejak Jumat (11/1) hingga Senin (14/1) dirawat di Ruang Cemara I Kelas III rumah sakit tersebut. Bahkan anak pertama pasangan Teddy (42) dan Netty (40) itu terancam tak dapat menjalani operasi pemasangan pen di rahang dan dagunya. Pihak rumah sakit meminta uang sejumlah Rp 8 juta untuk pengadaan alat pen.

"Kata dokter kalau tidak ada uang itu, operasi tidak dilakukan, dan anak saya bisa cacat dan tak bisa ngomong," kata Netty saat ditemui di RS Polri, Senin (14/1).

Kesulitan yang dialami Netty bukan tanpa alasan. Pasalnya, Sandy yang sehari-hari bekerja sebagai caddy pria honorer di Padang Golf Halim Perdanakusuma merupakan tulang punggung keluarga setelah sang ayah berhenti bekerja sebagai sopir setahun lalu. Sandy harus membiayai juga dua adiknya, Ari (15) yang masih duduk dibangku SMP dan Dini (10) duduk di kelas V SD.

"Jadi Sandy yang biayain keluarga kami selama ini. Termasuk ongkos dan biaya sekolah dua adiknya. Sekarang saya bingung mau nyari uang dimana," kata Netty.

Netty menuturkan Sandy masuk rumah sakit lantaran mengalami kecelakaan di sekitar Jalan Dago, Kampung Makasar, Jakarta Timur, saat hendak mengambil gaji di tempatnya bekerja, pada Jumat (11/1) sore. Saat itu, Sandy yang mengalami patah rahang, langsung dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Polri.

Dikarenakan KJS Netty dan keluarga belum juga rampung dibuat oleh puskesmas di sekitar rumahnya yang berada di Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur, Netty pun membawa KTP dan Kartu Keluarga sebagai syarat untuk mendapat pelayanan gratis. Betapa kagetnya, ketika tiba di rumah sakit, dia dimintai sejumlah uang sebagai uang muka.

"Saya bawa KTP dan KK untuk persyaratan supaya bisa gratis, tapi waktu baru datang saya diminta uang Rp 500.000 untuk uang muka katanya," kata Netty.

Tak cukup sampai di situ, Menurut Netty, untuk kamar dan perawatan Sandy selama di rumah sakit memang bebas biaya, namun untuk obat-obatan, Netty mengaku harus tetap merogoh kocek. Sejauh ini, sudah Rp 3 juta, pihak keluarga mengeluarkan uang untuk kebutuhan obat-obatan tersebut.

Menanggapi hal ini, Staff Pelayanan Instalasi Jaminan Pasien RS Polri, Tyas, mengatakan, untuk pasien Sandy, pihaknya sudah memberi surat untuk rekomendasi yang harus ditandatangani Dinas Kesehatan agar dapat terbebas dari biaya alat atau pen untuk operasi dan pengobatannya.

"Kami cuma bisa rekomendasikan ke pasien, untuk datang langsung ke Dinas Kesehatan DKI supaya gratis," kata Tyas.
Dikatakan, hal ini dilakukan karena pasien harus dioperasi segera. Sementara jika menunggu pihak rumah sakit mengurus ke Dinas Kesehatan, akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Pasien-pasien lain juga butuh surat rekomendasi dari Dinkes juga. Kami biasanya dikolektifkan, semua data pasien kami kumpulkan dulu, baru diserahkan ke Dinas Kesehatan," kata Tyas.

Jika surat rekomendasi sudah dikeluarkan Dinas Kesehatan DKI, Tyas menjamin seluruh uang yang telah dikeluarkan keluarga pasien akan dikembalikan. Termasuk Rp 500.000 yang telah diserahkan pihak keluarga sebagai uang muka, kecuali beberapa obat yang memang tidak tercakup dalam program KJS.

"Jadi pasien sendiri yang harus pro-aktif. Tidak semua dokter mengkomunikasikan hal ini, karena kami tidak mungkin cek pasien, satu persatu," kata Tyas. [F-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN