Temuan Gudang Cincau Campur Boraks di Ciputat
Kamis, 2 Agustus 2012 | 14:07
Ilustrasi es cincau [google] [TANGERANG] Penyuka makanan cincau harap berhati-hati.
Petugas razia gabungan dari Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) menemukan sebuah
gudang pembuatan cincau hitam di pasar tradisional Jombang, Ciputat, karena mengandung boraks dan telah banyak
belatung.
Dari dalam gudang berukuran 3 X 4 meter, petugas menemukan
20 kaleng besar cincau hitam mengandung boraks siap jual dengan berat sekitar
1,6 ton. Sayangnya, meskipun berhasil mengamankan barang bukti, petugas pemilik
gudang tidak kedapatan di lokasi.
"Cincau hitam yang kita dapatkan diduga kuat mengandung
boraks. Permukaan cincau berwarna keputihan dan saat disentuh dengan tangan
sangat kenyal," terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan
(Disperindag) Kota Tangsel, Muhammad.
Ia menjelaskan, temuan petugas berawal saat petugas
menggelar operasi mendadak (Sidak) di pasar Jombang guna mengawasi peredaran
bahan makanan mengandung zat berbahaya.
Peredaran yang kerap terjadi khususnya memasuki bulan suci Ramadhan dan
jelang hari raya Idul Fitri ini sangat membahayakan masyarakat sebagai
konsumen.
Saat meneliti bahan makanan di dalam pasar, didapati cincau
hitam dalam kemasan plastik tanpa merk terdapat belatung didalamnya. Petugas
pun melanjutinya dengan melakukan pemeriksaan kandungan cincau. Hasilnya,
selain terdapat belatung, cincau hitam yang dijual tersebut positif mengandung
boraks.
"Cincau yang kita dapatkan sudah tergolong
membahayakan, karena kandungan boraksnya lumayan tinggi," tegasnya.
Untuk mengungkap pembuat dan pengedar cincau itu, petugas
menuju ke gudang berlokasi di belakang pasar yang menjadi pemasok ke pedagang
sekitar. Namun kedatangan petugas ini sepertinya sudah tercium pemilik gudang
yang suah mengunci rapat gudangnya. [132]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
