Tahu-Tempe Menghilang Di Pasar Palmerah
Rabu, 25 Juli 2012 | 13:42
Harga kedelai naik memicu perajin tempe dan tahu di Jabodetabek melakukan aksi mogok [SP/Adi Marsiela] [JAKARTA] Pedagang sayur di Pasar Palmerah, Sumini (53)
mengatakan, sejak Selasa (24/7) malam, tidak ada aktivitas penjual tempe-tahu
dan stok kedua barang itu tidak ada di pasar tersebut.
"Sebelah tempat berdagang saya adalah penjual tempe dan tahu, tapi sejak
Selasa malam tidak ada," kata Sumini di Jakarta, Rabu (25/7).
Menurut dia, berhentinya aktivitas penjual tempe dan tahu itu akan berlangsung
mulai hari ini hingga Minggu (29/7).
Ia mengatakan hal tersebut karena tidak adanya pasokan tempe dan tahu kepada
para pedagang karena harga kedelai naik, sehingga para penjual tidak
beraktivitas seperti biasa.
Sumini mengatakan tidak mengetahui secara pasti harga tempe dan tahu saat ini.
Namun dia menjelaskan kemarin tempe di jual dengan harga Rp3.000 - Rp6.000 per
potong.
Pedagang lain, Sutardi (54) mengatakan jumlah penjual tempe dan tahu di Pasar
Palmerah sekitar 20 orang lebih.
Namun menurut dia sejaki Selasa malam hingga hari Rabu tidak ada satupun yang
berjualan.
"Hari Selasa siang masih banyak pedagang tempe dan tahu di Pasar
Palmerah," ujar Sutardi.
Koperasi Tahu Tempe Indonesia (KOPTTI) akan menghentikan produksinya dari hari
Rabu hingga Jumat (27/7) akibat naiknya harga kedelai yang mencapai 35 persen.
Penghentian produksi tahu tempe ini akan diikuti di wilayah Jabodetabek dan
tidak menutup kemungkinan di 18 provinsi di Indonesia.
Kenaikan harga kedelai mencapai 35 persen jika dihitung dari Januari 2012 masih
Rp 5.500/kg, bulan Maret sampai Juni naik menjadi Rp 6.700/kg, kemudian pada
Juli harganya naik Rp 100 per kilogram setiap harinya. Kini mencapai Rp
7.900/kg. [Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Harga BBM Belum Dinaikkan, Tarif Angkot Sudah Naik
HUT Jakarta ke-486, Tampilkan Ondel-Ondel Versi Modern
Meneduh, Bocah SD Jadi Dilecehkan Penjaga Warnet
Pengusaha Tolak Pengurangan Jam Operasional Tempat Hiburan
Jokowi Tak Setuju Program BLSM
Harga Sembako Naik, Ibu Rumah Tangga Menjerit
Jokowi Kunjungi Korban Banjir Rob Pademangan
Dilarang ke DPR, Mahasiswa UNJ Berorasi di Jalan Pramuka
Divonis 15 Tahun, Ayah Perkosa Anak Hingga Tewas Santai Saja
