SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 2 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Setelah Bawang, Harga Cabai Rawit Merah Mulai Naik
Selasa, 26 Maret 2013 | 6:22

Cabai rawit merah [google] Cabai rawit merah [google]

[JAKARTA] Hujan yang terus mengguyur di bulan Maret, membuat para petani cabai rawit merah di beberapa kota sentra produksi seperti Banyuwangi  dan Rembang mengalami gagal panen.

Akibatnya, harga cabai rawit merah mulai merangkak naik, karena pasokan yang mulai menipis. Bahkan, para pedagang mengaku kesulitan mendapat pasokan cabai rawit merah.

Berdasar pantauan SP di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (25/3) pagi, harga cabai rawit dari yang semula Rp 37 ribu per kilogram mulai dipatok Rp 41 ribu per kilogram hingga Rp 50 ribu per kilogram untuk kualitas terbaik.

"Harganya sekarang Rp 50 ribu per kilogram, naik semalam dari sebelumnya Rp 41 ribu. Memang lagi kosong barangnya," kata salah seorang pedagang bernama Rusmin (35).

Rusmin yang sudah 15 tahun berjualan cabai mengatakan, banyaknya petani yang gagal panen mengakibatkan pasokan berkurang dan harga melambung. Untuk mencegah kerugian yang semakin parah, beberapa petani harus rela memetik cabai rawit hijau yang masih muda.

"Biar ga rugi terlalu banyak, para petani sekarang metik cabai rawit hijau yang muda. Para pedagang yang sekarang harus jeli memilih sebelum dijual lagi," katanya.

Asisten Manajer Unit Pasar Besar Induk Kramat Jati bidang Usaha, Sugiyono mengatakan, berdasarkan data yang dihimpunnya, harga cabai rawit merah merangkak naik dari sebelumnya Rp 37 ribu, sekarang mencapai Rp 41 ribu.

Hal ini terjadi karena pasokan dari yang semula mencapai ratusan ton, tinggal 11 ton.   "Itu untuk konsumen sejabodetabek," katanya.

Sementara itu, untuk harga cabai jenis lainnya, Sugiyono mengatakan masih dalam taraf normal. Cabai merah keriting berkisar pada harga Rp 15 ribu per kilogram, cabai rawit hijau Rp 12 ribu per kilogram, dan cabai besar Rp 11 ribu per kilogram.

Selain cabai  rawit hijau, harga bawang merah juga mengalami kenaikan, yakni sekitar Rp 45 ribu hingga Rp 47 ribu.

Padahal, beberapa waktu lalu, harganya yang sempat mencapai Rp 50 ribu per kilogram, turun pada harga Rp 30 ribu per kilogram.

Hal ini menurut Sugiyono karena bawang merah impor yang dipasok untuk menstabilkan harga ternyata kurang diminati pembeli.

"Pasokannya rendah, karena bawang merah impor kurang diminati. Kemasan dan warna mungkin lebih baik dari yang lokal, tapi konsumen lebih suka rasa bawang merah lokal," jelas Sugiyono.

Untuk harga bawang putih, kata Sugiyono, pasokan yang cukup membuar harga sudah normal kembali, yakni berkisar pada harga Rp 24 ribu hingga Rp 26 ribu per kilogram. [F-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!