Puluhan Ribu Buruh Turun ke Jalan
Kamis, 12 Juli 2012 | 11:34
Ilustrasi demo buruh . [google] [JAKARTA] Puluhan ribu buruh dari kawasan industri
Jababeka Kabupaten Bekasi menggelar unjuk rasa menuntut kontrak kerja dan UMR
pada lima lokasi strategis Wilayah Ibu Kota, Kamis (12/7).
Mereka melakukan aksi demonstrasi menuntut hostum atau
tolak upah murah dan penghapusan outsourcing
di depan Istana Merdeka. Aksi ini dilakukan oleh para buruh dari wilayah
Jabodetabek yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Sebanyak 7195 aparat gabungan dari Polisi (Brimob) dan TNI
juga dikerahkan untuk mengamankan aksi ini. TNI menurunkan 500 personil dan
ditempatkan di objek-objek vital seperti pabrik. Polisi ditempatkan di
titik-titik yang dijadikan aksi unjuk rasa. Polisi juga telah mengeluarkan
imbauan kepada para demonstran untuk berlaku tertib dalam menyampaikan aksinya
dan meminta kepada masyarakat dapat memaklumi jika terjadi kemacetan.
Puluhan ribu buruh tersebut sebagian besar tiba di Jakarta
sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka
berbondong-bondong mengendarai sepeda motor, mobil, dan kendaraan lainnya.
Tujuh lokasi strategis dijaga ketat adalah Istana Negara,
Bundaran HI, Kantor Menteri Tenaga Kerja, Kementrian Kesehatan, Kejaksaan
Agung, dan Kementrian Perindustrian.
Sejumlah jalur dan lokasi strategis menuju Ibukota akan
dialihkan untuk mengantisipasi kemacetan berkepanjangan akibat aksi protes
tersebut.
Hadiyono Umar perwakilan buruh Jababeka mengatakan,
kehadiran mereka di Istana Negara dan sejumlah departemen terkait menangani
masalah perburuhan adalah bagian tuntutan kesejahteraan dan komitmen pemerintah
dalam meningkatkan kepedulian terhadap pekerja perusahaan.
Menurut Umar, selama ini protes terkait kontrak kerja dan
UMR sudah disampaikan oleh otoritas buruh kepada pimpinan perusahaan kawasan
Jababeka, namun usulan tidak pernah ditangani serius sehingga buruh harus
mendesak pemerintah untuk mendorong hak pekerja sesuai prosedur.
Kalangan serikat pekerja masih menolak mengenai Kebutuhan
Hidup Layak (KHL) untuk menghitung kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2013
yang telah direvisi beberapa hari lalu oleh Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar.
Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)
Muhammad Rusdi mengatakan alasan penolakan KHL karena UMP tidak dapat memenuhi
kesejahteraan para buruh.
"Kebijakan pemerintah terhadap upah buruh tidak
mempunyai landasan yang jelas. Seharusnya UMP harus bisa memenuhi kesejahteraan
keluarga dan dapat meningkatkan daya beli buruh. Namun UMP yang telah
diterbitkan pemerintah tidak memberikan solusi kepada buruh dan untuk itu, kami
menolak tegas seluruh item KHL tersebut," papar Rusdi kepada SP Kamis (12/7).
Pemerintah selalu beralasan, sambung Rusdi, seringkali
kebijakan upah bila ditingkatkan dapat mengganggu iklim investasi dan
mempengaruhi penanaman modal di Indonesia.
"Hal tidak terbukti. Justru dengan mengeluarkan
kebijakan upah murah, akan menghancurkan iklim investasi di Indonesia,"
ujarnya.
Lebih lanjut Rusdi mengatakan dengan menerapkan kebijakan
upah layak yang sesuai akan menjadi solusi bagi para buruh dan dunia bisnis.
Seperti diberitakan, penambahan komponen KHL antara lain
ikat pinggang, kaos kaki, deodorant dan seterika hanya akan berdampak pada
kenaikan UMP Rp 20.000 di tahun depan.
Peraturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi
(Permenakertrans) tersebut merupakan penyempurnaan peraturan No. 17/2005.
Dalam penyempurnaan permenakertrans, jumlah jenis
kebutuhan yang semula 46 item berubah menjadi 60 item KHL.
Penambahan baru 14 item tersebut adalah ikat pinggang, kaos
kaki, deodorant, seterika 250 watt, rice cooker ukuran 1/2 liter, celana
pendek, pisau dapur, semir dan sikat sepatu, rak piring portable plastik, sabun
cuci piring 500 gr per bulan.
Serta gayung plastik ukuran sedang, sisir,
ballpoint/pensil, cermin 30 x 50 cm.
Selain penambahan 14 item tersebut, juga terdapat
penambahan jenis kualitas dan kuantitas KHL serta perubahan jenis kebutuhan
misalnya listrik 450 watt menjadi 900 watt.
Sedangkan perubahan jenis kebutuhan, kompor minyak 16
sumbu dan minyak tanah 10 liter, diubah menjadi kompor gas dan perlengkapannya
serta gas elpiji 2 tabung masing-masing 3 kilogram.
"Namun semua item itu belum mampu memberikan
kesejahteraan kepada buruh. Hari ini negara telah lalai sehingga buruh turun ke
jalan menuntut hak mereka yang belum terpenuhi," kata Rusdi.
Diperkirakan ada sekitar 50.000 buruh yang tergabung dalam
KSPI turun secara serentak, bukan hanya di Jakarta saja tapi juga ada di 15
kota se-Indonesia. [MKL/DMP/G-5]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
14 Rumah Sakit Tak jadi Mundur dari Program KJS
Terkait Akun Twitter @Trio Macan, Polda Mau Periksa Syarief Hasan
Jokowi Harus Periksa Satpol PP dalam Eksekusi Kompleks Srikandi
24 Ribu Lembar Bahan Uang Dolar Palsu Ditemukan di Hotel
Polisi Bantah Mahasiswa yang Pukul Wartawan Anak Jenderal
Ditahan Setelah Memegang Bokong Seorang Gadis di Bus Transjakarta
Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Priok
14 RS Batal Mundur Dari Program KJS
