Polisi Kini Buru Jaringan Kei
Selasa, 21 Februari 2012 | 11:24
John Kei. [google] [JAKARTA] Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung S Rajab
memerintahkan jajaran Polda Metro Jaya untuk secepatnya melibas jaringan
premanisme Ibukota, selain memburu kelompok Kei yang belum tertangkap terkait
kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel Ayung alias Tan Harry Tantono.
Otoritas kepolisian Ibukota juga mendapat “PR”
meringkus sampai tuntas gerombolan
penjahat konvensional lainnya yang terbukti terlibat kejahatan melalui berbagai
modus intimidasi atau teror seperti, debt
collector, kedok jasa pengamanan dan aksi beking - bekingan lainnya.
Ketegasan Kamtibmas di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya itu
untuk kepentingan penegakan hukum sebagaimana yang diharapkan masyarakat
Jakarta, yakni terciptanya lingkungan aman, damai dan tertib.
“Jadi untuk soal penangkapan siapa pun pelaku kejahatan di
Ibukota dan sekitarnya mulai korban kejahatan konvensional bahkan transnasional
adalah tugas utama jajaran Polda Metro untuk menyelesaikan secara profesional.
Demikian juga terkait penangkapan John Kei dan artis Alba
Fuad di Hotel C’One, Jakarta Timur, sudah sesuai prosedur untuk dilanjutkan
sampai tuntas di pengadilan. Kami mengimbau warga Ibukota waspada, jika
mengetahui atau menjadi korban premanisme jangan segan melaporkan kepada
petugas setempat,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung S Rajab, dalam
percakapan dengan SP, Jakarta, Senin
(20/2).
Menurut Kapolda, kondisi John setelah ditangkap harus
menjalani perawatan medis karena luka tembak.
Sedangkan Alba Fuad mengakui
bersama John dalam kamar hotel tersebut. Proses hukum terhadap John Kei diduga
tidak saja terlibat kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel juga beberapa kasus
kriminal lainnya kini masih dalam penyelidikan intensif penyidik Direktorat
Kriminal Umum dipimpin Kombes Pol Toni Hermanto.
Kapolda mengemukakan, Alba Fuad mengaku terjebak
mengkonsumsi sabu. Artis berwajah blasteran Jawa – Arab dikenal ramah itu
setelah ditangkap dan ditahan di Polda Metro terlihat masih letih diduga akibat
pengaruh sabu.
“Kondisi Alba jika terbukti sebagai pemakai sesuai
Undang-Undang mungkin saja direhabilitasi. Namun petugas telah mengidentifikasi
jejak pemasok sabu yang disita dari Alba,” kata Kapolda.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes
Pol Rikwanto mengatakan sampai Selasa (21/2) sedikitnya 10 orang jaringan John
Kei masih diburu diduga terkait pembunuhan Ayung.
Dalam CCTV di Hotel Swisbel Sawah Besar Jakarta
Pusat dimana Ayung dibunuh terekam16 orang adalah kelompok John Kei.
“Namun
enam dari 16 orang tersebut telah ditangkap. Mereka adalah John Kei, Tuce Kei,
Ancola Kei, Candra Kei, Dani Res, dan Kupra Petugas juga masih mencari pelaku
sama lainnya yang sudah diketahui jatidirinya,’ ujar Rikwanto. [G-5]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
