SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 31 Juli 2014
Pencarian Arsip

Lagi Sekolah Ambruk, Kemdiknas Menjawab Enteng, Perbaiki Saja…
Rabu, 6 Juni 2012 | 12:17

Ilustrasi sekolah ambruk [google] Ilustrasi sekolah ambruk [google]

[JAKARTA] Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suyanto mengatakan pemerintah akan memperbaiki atap Sekolah Dasar Negeri (SDN) 20 Cipinang Besar Selatan Jatinegara, Jakarta Timur yang ambruk tengah malam tadi. Dia mengatakan bagian yang ambruk hanya sebagian saja, namun pemerintah sudah menyiapkan dana jika harus dilakukan renovasi total.

"Faktanya sudah ambruk perbaiki saja. Kalau memang rusak total harus dirubuhkan, kalau hanya atapnya ambruk, itu memang yang harus diperbaiki, tidak masalah, yang penting tidak ada korban jiwa," kata Suyanto saat dihubungi SP di Jakarta, Selasa (5/6).

Pada Senin (4/6), tengah malam, atap di SDN 20 Cipinang Besar Selatan Jatinegara, Jakarta Timur, mendadak ambruk. Dilaporkan, peristiwa itu terjadi saat sekolah itu justru hampir selesai melakukan rehabilitasi dari dana Kemdikbud. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Sekolah itu berlokasi di Jalan Panca Warga 4 Gang 12 RT 07/RW 03, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jaktim.

Suyanto mengatakan pihaknya belum mendapatkan data kerusakan sehingga tidak bisa menjustifikasi dimana letak kesalahannya. Saat ditanyakan apakah ada kemungkinan penyimpangan dana rehab, dia mengatakan pemerintah terus melakukan pengawasan ke sekolah. Pengawasan dilakukan dengan bantuan pihak independen yaitu perguruan tinggi (PT). Selain itu, sekolah juga wajib mengirim rincian data termasuk foto sekolah saat sebelum dan sesudah direhab.

"Ada yang mengecek itu, tim, kami menggunakan orang-orang PT," tandasnya.

Dia memastikan jika memang kerusakan parah maka proses perbaikan dilakukan dengan membangun kembali bangunan sekolah baru. Alokasi dana renovasi sekolah rusak berat untuk SD sekitar Rp 85 juta dan SMP sekitar Rp 90 juta.

"Kalau memang sudah tidak bisa diperbaiki, dibikin unit sekolah baru, dirubuhkan dulu baru dibikin baru, itu sudah ada skemanya," ujar Suyanto.
 
Dia menjelaskan perbaikan sekolah rusak merupakan program prioritas Kemdikbud. Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 17 triliun untuk program rehabilitasi sekolah rusak pada 2011-2012. Dana itu berasal dari dana alokasi khusus (DAK) Rp 10 triliun dan APBN Rp 7 triliun. Targetnya adalah 173.000 sekolah yang berstatus rusak berat.

Menurutnya, pemerintah juga akan mengusulkan tambahan dana rehabilitasi untuk sekolah rusak ringan dalam APBN-P tahun ini.

"Tahun 2012 semua rehabilitasi harus sudah selesai," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan SD Ditjen Pendidikan Dasar Kemdikbud Ibrahim Bafadal mengatakan masih mengecek kondisi sekolah itu. Pihaknya juga sedang memverifikasi apakah rehab sekolah memakai dana transfer dari Kemdikbud (APBN) atau dana alokasi khusus atau DAK (APBD).

"Masih dicek dulu karena data sekolah yang direhab ada 61 ribu," katanya.

Ibrahim menuturkan perbaikan sekolah bisa dilakukan dengan menggunakan dana APBN atau DAK. "DAK bisa dipakai untuk rehab, bangun perpustakaan, atau membeli alat bantu pembelajaran," ujarnya. [C-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»