SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip

KPK Akan Verifikasi Harta Cagub dan Cawagub DKI
Senin, 14 Mei 2012 | 19:23

Pilkada DKI Jakarta. [google] Pilkada DKI Jakarta. [google]

[JAKARTA] Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera melakukan verifikasi terhadap laporan harta kekayaan enam pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Pilkada DKI Jakarta.  

Verifikasi akan dilakukan setelah laporan kekayaan diserahkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta ke KPK.  

"Jadi betul, kita memang sudah menerima laporan harta kekayaan pasangan calon itu. Kita berencana untuk segera melakukan verifikasi terhadap laporan itu," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP ketika dihubungi, Senin (14/5).  

Sebelumnya, Ketua KPUD DKI Jakarta, Dahlia Umar membenarkan bahwa pihaknya telah menyerahkan seluruh laporan kekayaan milik para pasangan cagub dan cawagub ke KPK,  guna diverifikasi oleh lembaga ad hoc tersebut.  

"Nanti (setelah diverifikasi) kita akan publiskan ke publik. Ini juga diharapkan menjadi bagian pembelajaran kepada para pemilih untuk memilih para calon yang memiliki integritas yang baik, salah satunya lewat pelaporan harta kekayaan ini," kata Dahlia di gedung KPK, Jakarta, Senin (15/5).  

Seperti diketahui, sebanyak enam pasang sudah ditetapkan sebagai peserta Pilkada Pemilihan Gubernur dan Calon Gubernur DKI Jakarta pada 11 Juli mendatang.  

Kemudian, dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaran Negara (LHKPN) yang dimiliki oleh KPK sebelumnya, calon gubernur incummbent, Fauzi Bowo yang tercatat memiliki harta paling banyak.  

Total harta pria yang akrab dipanggil Foke ini pada tahun 2010  sekitar Rp 46,93 miliar. Sedangkan, pasangnya, Nachrowi Ramli tercatat hanya memiliki total kekayaan Rp 683,122 juta berdasarkan pelaporan tahun 2010.  

Diurutan kedua, ditempati oleh cagub yang merupakan Walikota Solo, Joko Widodo. Total hartanya mencapai Rp 18 miliar dan US$ 9.483 pada tahun 2010. Sedangkan, pasangannya, yaitu Basuki Tjahaja Purnama tercatat memiliki harta Rp 7,17 miliar pada tahun 2007.  

Kemudian disusul oleh cawagub independen, yaitu Biem Benjamin yang hartanya mencapai Rp 16,46 miliar di tahun 2003.

Sedangkan pasangannya, yaitu cagub Faisal Basri tidak tercatat harta kekayannya dalam data LHKPN yang dimiliki oleh KPK. Mengingat, bukan termasuk penyelenggara negara yang wajib melaporkan harta kekayannya.  

Di belakangnya, ada cagub Alex Noerdin. Pria yang masih menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan ini tercatat memiliki harta mencapai Rp 10,5 miliar di tahun 2006.

Sedangkan, pasangannya, yaitu, Nono sampono tercatat memiliki harta sebesar Rp 3,83 miliar dan  US$ 270 ribu di tahun 2006.  

Setelah itu, tercatat cagub Hidayat Nur Wahid menyusul dengan total harta kekayaan Rp 6,323 miliar di tahun 2009.

Sedangkan, harta pasangannya, yaitu Didik J. Rachbini tidak tercatat dalam LHKPN KPK.   Di posisi paling buncit ada pasangan cagub dan cawagub perseorangan atau independen, Hendarji Soepandji dan Achmad Riza Patria.  

Asisten pengamanan kepala staf angkatan darat ini tercatat memiliki harta mencapai Rp 5,036 miliar dan  US$ 114.250 dari hasil pelaporan tahun 2008.  

Sedangkan, harta milik pasangannya yang merupakan mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta, Achmad Riza Patria tidak ditemukan dalam daftar LHKPN KPK. [N-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN