KPK Akan Verifikasi Harta Cagub dan Cawagub DKI
Senin, 14 Mei 2012 | 19:23
Pilkada DKI Jakarta. [google] [JAKARTA] Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) akan segera melakukan verifikasi terhadap laporan harta kekayaan
enam pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Pilkada DKI Jakarta.
Verifikasi akan dilakukan setelah
laporan kekayaan diserahkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta ke
KPK.
"Jadi betul, kita memang sudah
menerima laporan harta kekayaan pasangan calon itu. Kita berencana untuk segera
melakukan verifikasi terhadap laporan itu," kata Juru Bicara KPK, Johan
Budi SP ketika dihubungi, Senin (14/5).
Sebelumnya, Ketua KPUD DKI Jakarta,
Dahlia Umar membenarkan bahwa pihaknya telah menyerahkan seluruh laporan
kekayaan milik para pasangan cagub dan cawagub ke KPK, guna diverifikasi oleh lembaga ad hoc
tersebut.
"Nanti (setelah diverifikasi)
kita akan publiskan ke publik. Ini juga diharapkan menjadi bagian pembelajaran
kepada para pemilih untuk memilih para calon yang memiliki integritas yang
baik, salah satunya lewat pelaporan harta kekayaan ini," kata Dahlia di
gedung KPK, Jakarta, Senin (15/5).
Seperti diketahui, sebanyak enam
pasang sudah ditetapkan sebagai peserta Pilkada Pemilihan Gubernur dan Calon
Gubernur DKI Jakarta pada 11 Juli mendatang.
Kemudian, dari data Laporan Harta
Kekayaan Penyelenggaran Negara (LHKPN) yang dimiliki oleh KPK sebelumnya, calon
gubernur incummbent, Fauzi Bowo yang
tercatat memiliki harta paling banyak.
Total harta pria yang akrab dipanggil
Foke ini pada tahun 2010 sekitar Rp
46,93 miliar. Sedangkan, pasangnya, Nachrowi Ramli tercatat hanya memiliki
total kekayaan Rp 683,122 juta berdasarkan pelaporan tahun 2010.
Diurutan kedua, ditempati oleh cagub
yang merupakan Walikota Solo, Joko Widodo. Total hartanya mencapai Rp 18 miliar
dan US$ 9.483 pada tahun 2010. Sedangkan, pasangannya, yaitu Basuki Tjahaja Purnama
tercatat memiliki harta Rp 7,17 miliar pada tahun 2007.
Kemudian disusul oleh cawagub
independen, yaitu Biem Benjamin yang hartanya mencapai Rp 16,46 miliar di tahun
2003.
Sedangkan pasangannya, yaitu cagub Faisal Basri tidak tercatat harta
kekayannya dalam data LHKPN yang dimiliki oleh KPK. Mengingat, bukan termasuk penyelenggara
negara yang wajib melaporkan harta kekayannya.
Di belakangnya, ada cagub Alex
Noerdin. Pria yang masih menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan ini
tercatat memiliki harta mencapai Rp 10,5 miliar di tahun 2006.
Sedangkan,
pasangannya, yaitu, Nono sampono tercatat memiliki harta sebesar Rp 3,83 miliar
dan US$ 270 ribu di tahun 2006.
Setelah itu, tercatat cagub Hidayat
Nur Wahid menyusul dengan total harta kekayaan Rp 6,323 miliar di tahun 2009.
Sedangkan, harta pasangannya, yaitu Didik J. Rachbini tidak tercatat dalam
LHKPN KPK.
Di posisi paling buncit ada pasangan
cagub dan cawagub perseorangan atau independen, Hendarji Soepandji dan Achmad
Riza Patria.
Asisten pengamanan kepala staf
angkatan darat ini tercatat memiliki harta mencapai Rp 5,036 miliar dan US$ 114.250 dari hasil pelaporan tahun 2008.
Sedangkan, harta milik pasangannya
yang merupakan mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta, Achmad Riza
Patria tidak ditemukan dalam daftar LHKPN KPK. [N-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Jangan Sampai Stasiun Tujuan Terlewat
Gadis ABG Diperkosa Pamannya Sendiri
Dijamin Tak Ada Penggusuran, Warga Akhirnya Buka Jalan
Komnas HAM: Tak Dibenarkan Warga Menduduki Tanah Negara
Jokowi: Jangan Sampai Data Diboncengi Preman
Petugas Sampah Akhirnya Terima Gaji
Warga Tutup Kembali Jalan I Gusti Ngurah Rai
Akhirnya Jokowi Penuhi Panggilan Komnas HAM
