Jokowi Sindir Foke Soal Inflasi
Rabu, 16 Mei 2012 | 14:41
Joko Widodo alias Jokowi [google] [JAKARTA] Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)
menilai persoalan yang terjadi di Solo dan Jakarta khususnya mengenai
inflasi memiliki kesamaan. Inflasi yang musuh utama rakyat ini,
dikatakannya sebenarnya bisa dikendalikan jika pemimpin daerahnya lebih
banyak terjun ke lapangan ketimbang mengadakan rapat-rapat di kantor.
"Kalau saya sekali kerja yah kerja yang real. Saya sudah bilang
bolak-balik saya mau kerja dilapangan bukan dikantor," ujarnya di
sela-sela Rakornas III di Jakarta, Selasa (16/5).
Jelas dia, yang namanya pengendalian inflasi itu erat kaitannya dengan
dua hal. Pertama, manajemen pasokannya benar. Kedua, manajemen arus
distribusi barangnya harus benar. "Sama (dengan Jakarta), ini sekali
lagi masalah manajemen arus, hanya itu aja.
Pasokan stoknya dicek, terus jangan dibiarkan ke pasar. Harus dicek
barangnya benar ada digudang kemudian distribusinya barang ada. Jangan
didiamkan saja oleh spekulan, itu nanti jadi masalah," jelas Jokowi.
Namun, saat ditanya apakah hal ini menandakan bahwa Gubernur DKI Jakarta
Fauzi Bowo (Foke) kurang dalam hal pengecekan pasokan, dia enggan
menanggapinya. "Saya tidak tahu inflasi Jakarta, saya tidak mengerti.
Urusan saya sekarang masih urusan Solo, sekali lagi ini pekerjaan
lapangan, kalau dibiarin pada pasar maka yang main-main tengkulak
spekulan itu saja," katanya.
Sementara itu, penghargaan yang baru saja diraihnya sebagai kota dengan
kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terbaik se-wilayah Jawa di
bagian tengah ini, diakui Walikota Solo itu sebagai modal untuk
kedepannya bila terpilih nanti sebagai Gubernur DKI Jakarta bersama
wakilnya Basuki Purnama (Ahok). "Iya dong (modal), ini kan pekerjaan
lapangan seperti itu," ucapnya.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, meski dirinya lebih banyak berada di
lapangan namun koordinasi dengan staf lainnya tidak akan terganggu
nantinya. "Pertama dibangun sistem, kalau sistem berjalan kan ada Sekda,
wakil gubernur, dan kepala dinasnya. Paling ketemu sekali seminggu
cukup tidak perlu banyak teori dikantor, tidak perlu banyak rapat,"
jelas dia. [O-2]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Jakarnaval 2013, Libatkan Anak Muda Jakarta
Kepala BLU TransJakarta Diganti
Pedagang Pasar Kena Dampak Langsung Kenaikan BBM
Elite Springbed Gelar Ribuan Promo di PRJ
Penyerapan Anggaran Rendah, Jokowi Minta SKPD Berhati-hati
Polda Sita 118 Ton BBM Ilegal, Tangkap Empat Tersangka
Besok, Jokowi Akan Bahas Kenaikan Tarif Angkutan dengan Organda
Direktorat Narkoba Ungkap Dua Pabrik Ektasi Rumahan
10 Dinas DKI Jakarta Miliki Penyerapan APBD Terendah
HI Kempinski Jakarta Hadirkan Festival Jajanan Pasar Indonesia
