SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip

Jika PKS Pilih Dukung Foke, Akankah Jokowi Terancam?
Sabtu, 11 Agustus 2012 | 11:37

Pilkada DKI Jakarta. [google] Pilkada DKI Jakarta. [google]

  [JAKARTA] Arah dukungan suara Partai Keadilan Sosial (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan sangat mempengaruhi  hasil akhir perolehan suara Pilkada DKI Jakarta 2012. Saat ini, kekuatan suara pendukung PKS dan PPP di Jakarta mencapai lebih dari 600.000 suara, jauh di atas margin yang dibutuhkan untuk memenangi Pilkada DKI, yakni sebesar 380.000 suara.  

Pakar politik Universitas Indonesia (UI), Iberamsyah, menuturkan, bila PKS dan PPP merapat dan memberi dukungan kepada pasangan Foke-Nara, maka diprediksikan akan ada pembalikan perolehan suara dalam Pilkada DKI Jakarta putaran dua.  

“Suara PKS sampai ke tingkat bawah saat ini masih sangat solid. Bila kenyataannya PKS merapat ke Foke-Nara, merupakan ancaman terberat bagi pasangan Jokowi-Ahok,” kata Iberamsyah, Sabtu (11/8)  

Menurutnya, bila dibandingkan dengan suara dukungan PKS, dukungan suara dari partai besar lainnya seperti Golkar yang sebelumnya mengusung Alex–Nono yang gagal pada putaran pertama, tidak akan terlalu berpengaruh. Saat ini, suara Partai Golkar di DKI Jakarta sangat sulit diprediksi dan cenderung keluar dari keputusan partai.  

Dalam hasil penghitungan dan perolehan suara Pilkada DKI Jakarta 11 Juli 2012 lalu, pasangan Jokowi-Ahok memperoleh dukungan sebanyak 1.847.157 (42,60 persen) disusul pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli sebesar 1.476.648 suara (34,05 persen). Pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini yang didukung PKS dan PPP memperoleh sebanyak 508.113 (11,72 persen), disusul Faisal Basri-Biem Benjamin 215.935 (4,98 persen),  Alex Noerdin-Nono Sampono 202.643 (4,67 persen), dan Hendardji Soepandji-Riza Patria 85.990 (1,98 persen).  

Upaya pendekatan terhadap PKS terus dilakukan oleh seluruh pasangan calon gubernur DKI Jakarta, baik itu pasangan Foke-Nara maupun Jokowi-Ahok.  Pasangan Foke Nara bahkan sudah menemui Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq untuk membahas kemungkinan berkoalisi di gedung DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (4/8).  

Sebelumnya, PPP pun sudah resmi menyatakan dukungannya terhadap pasangan Foke-Nara. Suara PKS kini menjadi rebutan dari dua pasangan yang tersisa untuk memperkuat dukungan menghadapi putaran kedua Pilkada DKI yang akan berlangsung 20 September 2012 mendatang.  

Jauh sebelum pasangan Foke-Nara lakukan pendekatan terhadap PKS, pasangan Jokowi-Ahok sebenarnya sudah melakukan hal serupa, yakni sesaat setelah dilakukannya pencoblosan suara pada 11 Juli lalu. Namun, upaya konsolidasi seolah berjalan di tempat dan tidak ada perkembangan yang berarti.  

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Triwisaksana, menjelaskan, ada dua hal penting yang menjadi pertimbangan arah dukungan partai terhadap pemimpin Ibukota ke depan, yaitu masalah kepemimpinan dan masalah agenda bersama.   

“Pemimpin Jakarta periode mendatang harus dari tokoh yang benar-benar yang paling kuat, paling tegas dan memang betul-betul mengenal wilayah, tokoh masyarakat, maupun ormas yang ada di Jakarta,” kata Triwisaksana, Sabtu (11/8).  

Khusus masalah agenda, menurutnya, PKS tentu mempertimbangkan pemimpin yang memiliki agenda yang sama dengan partai tersebut. Rencananya, PKS sendiri baru akan mengumumkan kepada siapa dukungan akan diberikan pada detik-detik terakhir pengumuman. Hingga berita ini diturunkan, rapat internal pemberian dukungan masih berlangsung. Namun demikian, besar kemungkinan PKS akan merapat dan berkoalisi dengan pasangan calon gubernur Foke-Nara. Hal tersebut ditempuh karena sebelumnya sudah terjadi kesepakatan kontrak politik di antara keduanya. [Y-7]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN