SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Jembatan Darurat Ambruk di Bogor, Empat Korban Ditemukan
Selasa, 21 Februari 2012 | 11:29

Jembatan darurat yang ambruk di Bogor [antara] Jembatan darurat yang ambruk di Bogor [antara]

[BOGOR] Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban ambruknya jembatan darurat.  Korban keempat yang ditemukan tim SAR, Selasa (21/2), bernama Dini bin Junaidi (10).  

“Korban ditemukan di kawasan Gunung Leutik, tidak jauh dari lokasi penemuan jenazah korban pertama ibu Umamah. Korban ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB,” kata Kepala Pengendalian Operasional Satkorlak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Ma'mun.

Ma'mun mengatakan, penemuan dini diketahui sekitar pukul 06.00 WIB. Jenazahnya mengapung di pinggir sungai. Korban langsung dievakuasi petugas tim SAR gabungan untuk segera dibawa ke RS Leuwiliang dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Ma’mun  mengemukakan, tim SAR memfokuskan pencarian dengan alat penyelaman mengingat kawasan sungai banyak terdapat palung, diperkirakan jasad korban yang umumnya anak-anak terbawa arus ke sana.

Ma'mun mengatakan hingga hari ini sudah empat korban ditemukan dari delapan korban yang hanyut dalam peristiwa naas tersebut. “Masih ada sisa empat korban lagi yang upaya pencariannya masih terus kita lakukan hingga dapat,” katanya.

Sebelumnya, tim SAR juga menemukan satu lagi mayat korban di wilayah Tangerang Selatan, Senin (20/2) petang.   Ma'mun mengatakan, informasi penemuan jenazah yang diduga korban jembatan ambruk itu diketahui sekitar pukul 18.00 WIB.  

“Kita belum bisa memastikan apakah ini salah satu dari enam korban yang belum ditemukan, mengingat aliran Sungai Cisadane di Tangerang tidak hanya berasal dari TKP jatuh korban,” katanya.  

Ma'mun mengatakan, korban yang ditemukan berjenis kelamin perempuan usia diperkirakan berusia 10 tahun. Diyakini, yakin mayat yang ditemukan adalah salah satu korban yang hanyut akibat runtuhnya jembatan bambu di Sungai Cihideung, Kampung Pabuaran Kaum, Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Hal itu berdasarkan ciri-ciri korban menggunakan baju hijau bermotif gambar kartun. Diduga kuat itu adalah jenazah Maesaroh.  

“Dari ciri-ciri yang diinformasikan petugas SAR yang ada di Tangerang, korban perempuan anak-anak menggunakan baju warna hijau. Pihak keluarga H Haris yakni suami dari Almarhum Umamah (korban yang sudah ditemukan) mengatakan anaknya pada saat pergi menggunakan baju hijau,” katanya.  Untuk memastikan identitas korban, lanjut Ma'mun, pihaknya meminta petugas setempat untuk melakukan proses identifikasi dengan membawa jenazah korban ke rumah sakit umum daerah terdekat.  

Menurut Ma'mun, jarak lokasi penemuan korban sekitar 30 km dari lokasi kejadian. Diperkirakan, jika jasad korban benar maka proses penjemputan akan memerlukan waktu empat jam pulang pergi.  

Ma'mun mengatakan, jika jenazah yang ditemukan benar salah satu korban. Jadi jumlah korban yang ditemukan hari ini sebanyak dua orang.   Satu korban atas nama Septia Riski (10) ditemukan di wilayah Kampung Pagutan, Desa Rumpin, Kecamatan Rumpin atau sekitar 20 km dari TKP. “Alhamdulillah, jika ini benar salah satu korban. Kita sangat bersyukur upaya pencarian dapat cepat dilakukan. Karena kita kasihan pihak keluarga yang menanti-nanti kabar,” kata Ma'mun.  

Peristiwa ambruknya jembatan darurat terjadi Minggu (19/2). Sekitar 22 orang menjadi korban, 15 orang selamat, satu korban ditemukan meninggal pada hari kejadian dan tujuh orang hanyut. [SJM/Ant/132]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN