Jembatan Darurat Ambruk di Bogor, Empat Korban Ditemukan
Selasa, 21 Februari 2012 | 11:29
Jembatan darurat yang ambruk di Bogor [antara] [BOGOR] Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban
ambruknya jembatan darurat. Korban
keempat yang ditemukan tim SAR, Selasa (21/2), bernama Dini bin Junaidi (10).
“Korban ditemukan di kawasan Gunung Leutik, tidak jauh dari
lokasi penemuan jenazah korban pertama ibu Umamah. Korban ditemukan sekitar
pukul 06.00 WIB,” kata Kepala Pengendalian Operasional Satkorlak, Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Ma'mun.
Ma'mun mengatakan, penemuan dini diketahui sekitar pukul
06.00 WIB. Jenazahnya mengapung di pinggir sungai. Korban langsung dievakuasi
petugas tim SAR gabungan untuk segera dibawa ke RS Leuwiliang dan diserahkan
kepada pihak keluarga.
Ma’mun mengemukakan, tim SAR memfokuskan
pencarian dengan alat penyelaman mengingat kawasan sungai banyak terdapat
palung, diperkirakan jasad korban yang umumnya anak-anak terbawa arus ke sana.
Ma'mun mengatakan hingga hari ini sudah empat korban
ditemukan dari delapan korban yang hanyut dalam peristiwa naas tersebut. “Masih
ada sisa empat korban lagi yang upaya pencariannya masih terus kita lakukan
hingga dapat,” katanya.
Sebelumnya, tim SAR juga menemukan satu lagi mayat korban di
wilayah Tangerang Selatan, Senin (20/2) petang.
Ma'mun mengatakan, informasi penemuan jenazah yang diduga
korban jembatan ambruk itu diketahui sekitar pukul 18.00 WIB.
“Kita belum bisa memastikan apakah ini salah satu dari enam
korban yang belum ditemukan, mengingat aliran Sungai Cisadane di Tangerang
tidak hanya berasal dari TKP jatuh korban,” katanya.
Ma'mun mengatakan, korban yang ditemukan berjenis kelamin
perempuan usia diperkirakan berusia 10 tahun. Diyakini, yakin mayat yang
ditemukan adalah salah satu korban yang hanyut akibat runtuhnya jembatan bambu
di Sungai Cihideung, Kampung Pabuaran Kaum, Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea,
Kabupaten Bogor. Hal itu berdasarkan ciri-ciri korban menggunakan baju hijau
bermotif gambar kartun. Diduga kuat itu adalah jenazah Maesaroh.
“Dari ciri-ciri yang diinformasikan petugas SAR yang ada di
Tangerang, korban perempuan anak-anak menggunakan baju warna hijau. Pihak
keluarga H Haris yakni suami dari Almarhum Umamah (korban yang sudah ditemukan)
mengatakan anaknya pada saat pergi menggunakan baju hijau,” katanya.
Untuk memastikan identitas korban, lanjut Ma'mun, pihaknya
meminta petugas setempat untuk melakukan proses identifikasi dengan membawa
jenazah korban ke rumah sakit umum daerah terdekat.
Menurut Ma'mun, jarak lokasi penemuan korban sekitar 30 km
dari lokasi kejadian. Diperkirakan, jika jasad korban benar maka proses
penjemputan akan memerlukan waktu empat jam pulang pergi.
Ma'mun mengatakan, jika jenazah yang ditemukan benar salah
satu korban. Jadi jumlah korban yang ditemukan hari ini sebanyak dua orang.
Satu korban atas nama Septia Riski (10) ditemukan di wilayah
Kampung Pagutan, Desa Rumpin, Kecamatan Rumpin atau sekitar 20 km dari TKP.
“Alhamdulillah, jika ini benar salah satu korban. Kita sangat bersyukur upaya
pencarian dapat cepat dilakukan. Karena kita kasihan pihak keluarga yang
menanti-nanti kabar,” kata Ma'mun.
Peristiwa ambruknya jembatan darurat terjadi Minggu (19/2).
Sekitar 22 orang menjadi korban, 15 orang selamat, satu korban ditemukan
meninggal pada hari kejadian dan tujuh orang hanyut. [SJM/Ant/132]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
