SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Mei 2013
Pencarian Arsip

Jelang Puasa, Harga Kebutuhan Pokok Naik
Kamis, 12 Juli 2012 | 12:02

Sembako Sembako

 [TANGERANG] Harga kebutuhan pokok di Kota Tangerang terus mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadhan. Kenaikan terjadi hampir semua bahan kebutuhan sehari hari. Telur, gula, minyak, beras, ayam potong, daging dan bermacam sayur mayur semua mengalami kenaikan. Untuk menekan harga di tingkat masyarakat, Pemkot Tangerang segera melakukan operasi pasar.  

“Kami sudah bentuk tim untuk menggelar pasar murah dan sidak ke pasar-pasar,” ujar Kepala Disperindag Kota Tangerang, Mochamad Noer, Rabu (11/7).  

Menurutnya, tim yang terdiri dari Asisten Daerah (Asda) II Pemkot Tangerang bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dinas Pertanian, dan Dinas Kesehatan, akan bertugas melakukan sidak harga sembako ke pasaran. “Sepekan ke depan kami akan melakukan sidak bersama tim gabungan. Bukan hanya sidak harga kebutuhan pokok, kualitas, dan juga keamanan konsumsi bagi sembako tersebut juga akan diperiksa secara seksama oleh tim. Pertama, kami akan sidak di Pasar Anyar,” jelasnya.  

Sementara itu, di sejumlah pasar tradisional, meskipun puasa masih hitungan minggu, harga kebutuhan pokok terus melonjak. Faktornya, selain barang yang menipis juga tingginya permintaan pasar akan kebutuhan pokok sudah mulai meningkat. “Hasil evaluasi kami terakhir, memang sudah ada kenaikan harga kebutuhan pokok, antara 5-11 persen. Angka itu masih nomal, dan sedang kami upayakan kembali kepada harga kewajarannya,” singkat Mochamad Noer.  

Pantauan SP di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Kamis (12/7), kenaikan harga kiranya tidak hanya terjadi pada aneka jenis sembako saja, seperti telur, minyak goreng, gula dan beras. Melainkan juga sudah merambah hingga ke sayur-mayur.   Untuk harga telur misalnya, dari sebelumnya cuma Rp 17.000 kini naik menjadi Rp 20.000 per kilogram. Minyak goreng dari Rp 10.000 menjadi Rp. 12.000 per kilogram, gula putih dari Rp 11.000 menjadi Rp 13.000 per kilogram. Telur, dari Rp 16.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram. Untuk cabai merah keriting, dari Rp 17.000 naik menjadi Rp 22.000 per kilogram.  

"Sekarang lagi butuh banyak dana untuk anak masuk sekolah, tetapi dibebani pula dengan kenaikan harga bahan pokok,” ujar Lilis, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kampung Kelapa Cikokol.     

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor telah menyiapkan beberapa langkah inisiatif menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1433 H.  Langkah itu di antaranya melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok sembako dan elpiji secara berkala untuk melihat perubahan harga dan kelancaran distribusi.   Kepala Disperindag Kota Bogor,  Eddy Supriadi Warsa, Rabu (11/7) menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait akan melakukan pengawasan peredaran daging di pasaran.

“Pemantauan akan kami lakukan bersama dengan Dinas Pertanian Kota Bogor sebagai leading sektor atau  instansi yang lebih berwenang dalam hal keamanan daging serta produk olahan hasil hewan,” ujar Eddy.  

Eddy melanjutkan langkah lain yang juga akan ditempuh adalah pengawasan berkala terhadap peredaran barang beredar yang dikhususkan pada pengawasan produk pangan. “Kami ingin memonitor kelayakan kemasan dan masa kadaluwarsa makanan buka puasa dan makanan lebaran,” paparnya.  [SJM/132]          




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN