Jelang Puasa, Harga Kebutuhan Pokok Naik
Kamis, 12 Juli 2012 | 12:02
Sembako [TANGERANG] Harga
kebutuhan pokok di Kota Tangerang terus mengalami kenaikan menjelang bulan
Ramadhan. Kenaikan terjadi hampir semua bahan kebutuhan sehari hari. Telur,
gula, minyak, beras, ayam potong, daging dan bermacam sayur mayur semua
mengalami kenaikan. Untuk menekan harga di tingkat masyarakat, Pemkot Tangerang
segera melakukan operasi pasar.
“Kami sudah bentuk tim untuk menggelar pasar murah dan
sidak ke pasar-pasar,” ujar Kepala Disperindag Kota Tangerang, Mochamad Noer,
Rabu (11/7).
Menurutnya, tim yang terdiri dari Asisten Daerah (Asda) II
Pemkot Tangerang bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dinas Pertanian, dan Dinas
Kesehatan, akan bertugas melakukan sidak harga sembako ke pasaran. “Sepekan ke
depan kami akan melakukan sidak bersama tim gabungan. Bukan hanya sidak harga
kebutuhan pokok, kualitas, dan juga keamanan konsumsi bagi sembako tersebut
juga akan diperiksa secara seksama oleh tim. Pertama, kami akan sidak di Pasar
Anyar,” jelasnya.
Sementara itu, di sejumlah pasar tradisional, meskipun
puasa masih hitungan minggu, harga kebutuhan pokok terus melonjak. Faktornya,
selain barang yang menipis juga tingginya permintaan pasar akan kebutuhan pokok
sudah mulai meningkat. “Hasil evaluasi kami terakhir, memang sudah ada kenaikan
harga kebutuhan pokok, antara 5-11 persen. Angka itu masih nomal, dan sedang
kami upayakan kembali kepada harga kewajarannya,” singkat Mochamad Noer.
Pantauan SP di Pasar
Anyar, Kota Tangerang, Kamis (12/7), kenaikan harga kiranya tidak hanya terjadi
pada aneka jenis sembako saja, seperti telur, minyak goreng, gula dan beras.
Melainkan juga sudah merambah hingga ke sayur-mayur.
Untuk harga telur misalnya, dari sebelumnya cuma Rp 17.000
kini naik menjadi Rp 20.000 per kilogram. Minyak goreng dari Rp 10.000 menjadi
Rp. 12.000 per kilogram, gula putih dari Rp 11.000 menjadi Rp 13.000 per
kilogram. Telur, dari Rp 16.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram. Untuk cabai
merah keriting, dari Rp 17.000 naik menjadi Rp 22.000 per kilogram.
"Sekarang lagi butuh banyak dana untuk anak masuk
sekolah, tetapi dibebani pula dengan kenaikan harga bahan pokok,” ujar Lilis,
seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kampung Kelapa Cikokol.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan
(Disperindag) Kota Bogor telah menyiapkan beberapa langkah inisiatif menjelang
datangnya bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1433 H. Langkah itu di antaranya melakukan pemantauan harga dan
ketersediaan stok sembako dan elpiji secara berkala untuk melihat perubahan
harga dan kelancaran distribusi.
Kepala Disperindag Kota Bogor, Eddy Supriadi Warsa, Rabu (11/7) menjelaskan, pihaknya bekerja
sama dengan instansi terkait akan melakukan pengawasan peredaran daging di
pasaran.
“Pemantauan akan kami lakukan bersama dengan Dinas Pertanian Kota
Bogor sebagai leading sektor atau
instansi yang lebih berwenang dalam hal keamanan daging serta produk
olahan hasil hewan,” ujar Eddy.
Eddy melanjutkan langkah lain yang juga akan ditempuh
adalah pengawasan berkala terhadap peredaran barang beredar yang dikhususkan
pada pengawasan produk pangan. “Kami ingin memonitor kelayakan kemasan dan masa
kadaluwarsa makanan buka puasa dan makanan lebaran,” paparnya. [SJM/132]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Mantan Kasdam Jaya Akan Beli Kembali Lahan yang Dieksekusi
Rumah Mantan Kasdam Jaya Turut Dieksekusi
Ratusan Rumah di Jatinegara Kaum Digusur
14 Rumah Sakit Tak jadi Mundur dari Program KJS
Polisi Bantah Petieskan Kasus Penganiyaan di Pondok Indah
Terkait Akun Twitter @Trio Macan, Polda Mau Periksa Syarief Hasan
24 Ribu Lembar Bahan Uang Dolar Palsu Ditemukan di Hotel
Jokowi: KJS Adalah Kepentingan Masyarakat Jakarta
Jokowi Harus Periksa Satpol PP dalam Eksekusi Kompleks Srikandi
