Hadapi Putaran Kedua, Jokowi Terapkan Strategi Kecil
Kamis, 12 Juli 2012 | 9:54
Pasangan Jokowi-Ahok [republika] [JAKARTA] Dari
penghitungan cepat yang dilakukan berbagai lembaga, pasangan nomor urut tiga,
Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama unggul dengan selisih sekitar tujuh persen
dari pesaing terdekatnya pasangan nomor urut satu, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.
Salah satunya quick count yang dilakukan Jaringan Suara Indonesia (JSI).
Berdasar penghitungan cepat yang dilakukan di 400 TPS di seluruh wilayah
Jakarta itu, Jokowi unggul dengan perolehan 41,97 persen, sementara pasangan
Foke-Nara yang meraih 34,42 persen. Pada peringkat ketiga bertengger pasangan
HNW-Didik dengan 11,4 persen. Untuk peringkat selanjutnya, pasangan calon dari
jalur independen Faisal-Biem dan pasangan calon yang diusung Partai
Golkar-PPP-PDS, Alex-Nono, sama-sama meraup 5,16 persen. Sementara itu pasangan
dari jalur independen lainnya, Hendardji-Riza dengan 1,88 persen.
Dengan perolehan suara sementara ini, sesuai dengan aturan UU no Undang-undang
Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia, pasal 11 (2), Pilkada akan
dilangsungkan dalam dua putaran, dan mempertemukan pasangan Foke-Nara dan
Jokowi-Ahok.
Menanggapi hasil ini, Jokowi menyatakan dirinya berterimakasih kepada semua
pihak yang telah mendukungnya selama ini. Diungkapkan pria yang akrab disapa
Jokowi ini, tidak ada strategi khusus dalam menghadapi putaran kedua dalam
pertarungan menjadi orang nomor satu di DKI. Dikatakan, strategi yang
diterapkannya untuk mengungguli kompetitornya di putaran pertama hanyalah
kebersamaan dengan partai pendukung, relawan, dan masyarakat dalam memenangi
hati warga Jakarta.
"Kami tidak ada pakai strategi besar, strategi besar butuh uang besar.
Stretegi kecil, itu partai bergerak, PDIP, Gerindra, relawan dan masyarakat
juga bergerak," kata Jokowi dalam konferensi pers di Posko Pemenangan
Jokowi-Ahok, Jalan Borobudur no 22, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).
Lebih jauh pria jangkung kurus dengan pakaian khas kotak-kotak Ini mengungkapkan
tak mudah untuk menyeleraskan berbagai elemen pendukungnya tersebut.
Dukungan-dukungan ini menyerupai organisasi tanpa bentuk, karena mulanya
bergerak sendiri-sendiri. Bahkan, dirinya baru konsolidasi dengan seluruh
elemen pendukung tidak lebih dari tiga minggu. Awalnya, diakui Jokowi sempat
terjadi gesekan-gesekan di antara para pendukung.
"Sampai saya ini nggak jelas juga. Partai bergerak PDIP, Gerindra bergerak
sendiri-sendiri. Dan kami baru bertemu tiga minggu lalu, sampai kita menentukan
satu apa yang kita tuju," paparnya.
Jokowi menyatakan, melihat kepaduan para pendukungnya beberapa saat sebelum
hari mencoblosan, dirinya sudah menduga dirinya dan Basuki Tjahaja Purnama
dapat masuk ke putaran kedua.
"Saya sudah sampaikan, nanti akan ada kejutan, ya lihat sendiri kejutannya
apa. Karena kita realistas, kami menemui berbagai kalangan, kita hitung segala
macam Jadi kita bisa mengira-ngira itungannya. Jadi hasil quick count ini tidak
mengejutkan," tambahnya.
Strategi ini tampaknya akan kembali diterapkan untuk menghadapi putaran kedua.
Dirinya bersama Ahok akan kembali menjadi jembatan dan mengkonsolidasikan
setiap elemen pendukung.
"Yang sulit adalah bagaimana dari partai, relawan, dan masyarakat bergerak
pada roda mesin yang sama. Asal bisa krep ya saya yakin lolos," katanya.
Selain konsolidasi internal, Jokowi mengisyaratkan untuk berkomunikasi dengan
cagub lain. Hal itu dilakukannya dengan mengunjungi para cagub. Setelah pada
Rabu siang bertemu dengan pasangan nomor urut empat Hidayat Nur Wahid-Didik J
Rachbini, Jokowi akan bertemu dengan tiga cagub lainnya, yakni Alex Noerdin,
Hendardji, dan Faisal Basri.
"Nggak usah lobi-lobi lah, yang penting didolani. Malam ini akan saya
dolani semua," ucap pria yang saat ini masih menjabat
sebagai Walikota Solo
tersebut.
Selain itu, Jokowi juga membuka diri bagi pihak-pihak yang merendahkannya
selama ini, namun berbalik mendukungnya ketika unggul saat ini.
"Didukung ya senang banget lah. Yang dicintai ya yang kemarin dukung
penuh, yang baru datang ya tetap dicintai, masak dicuekin ya nggak
mungkin," katanya.
Tidak jauh berbeda dengan Pilkada 2007 lalu, partisipasi warga Jakarta yang
menggunakan hak pilihnya berada pada kisaran 60 sampai 70 persen. Terkait hal
ini Jokowi mengatakan angka partisipasi tersebut masih berada dalam batas
kewajaran. Jokowi menduga, masa liburan anak sekolah turut mempengaruhi
partisipasi masyarakat. Namun, jika partisipasi masyarakat mencapai 80 persen,
Jokowi optimis hasilnya jauh lebih tinggi.
"Kalau seperti survei sebelumnya, mungkin bisa 80an, itu pasti
sangat fantastis," katanya. [F-5]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
HUT Jakarta ke-486, Tampilkan Ondel-Ondel Versi Modern
Harga Sayuran Bergerak Naik, Bumbu Dapur Masih Stabil
Jakarnaval 2013, Libatkan Anak Muda Jakarta
JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang Rampung Juli
Elite Springbed Gelar Ribuan Promo di PRJ
Pedagang Pasar Kena Dampak Langsung Kenaikan BBM
Kepala BLU TransJakarta Diganti
Penyerapan Anggaran Rendah, Jokowi Minta SKPD Berhati-hati
Direktorat Narkoba Ungkap Dua Pabrik Ektasi Rumahan
Besok, Jokowi Akan Bahas Kenaikan Tarif Angkutan dengan Organda
