SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip

Hadapi Putaran Kedua, Jokowi Terapkan Strategi Kecil
Kamis, 12 Juli 2012 | 9:54

Pasangan Jokowi-Ahok [republika] Pasangan Jokowi-Ahok [republika]

[JAKARTA] Dari penghitungan cepat yang dilakukan berbagai lembaga, pasangan nomor urut tiga, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama unggul dengan selisih sekitar tujuh persen dari pesaing terdekatnya pasangan nomor urut satu, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Salah satunya quick count yang dilakukan Jaringan Suara Indonesia (JSI).

Berdasar penghitungan cepat yang dilakukan di 400 TPS di seluruh wilayah Jakarta itu, Jokowi unggul dengan perolehan 41,97 persen, sementara pasangan Foke-Nara yang meraih 34,42 persen. Pada peringkat ketiga bertengger pasangan HNW-Didik dengan 11,4 persen. Untuk peringkat selanjutnya, pasangan calon dari jalur independen Faisal-Biem dan pasangan calon yang diusung Partai Golkar-PPP-PDS, Alex-Nono, sama-sama meraup 5,16 persen. Sementara itu pasangan dari jalur independen lainnya, Hendardji-Riza dengan 1,88 persen.

Dengan perolehan suara sementara ini, sesuai dengan aturan UU no Undang-undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia, pasal 11 (2), Pilkada akan dilangsungkan dalam dua putaran, dan mempertemukan pasangan Foke-Nara dan Jokowi-Ahok.

Menanggapi hasil ini, Jokowi menyatakan dirinya berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama ini. Diungkapkan pria yang akrab disapa Jokowi ini, tidak ada strategi khusus dalam menghadapi putaran kedua dalam pertarungan menjadi orang nomor satu di DKI. Dikatakan, strategi yang diterapkannya untuk mengungguli kompetitornya di putaran pertama hanyalah kebersamaan dengan partai pendukung, relawan, dan masyarakat dalam memenangi hati warga Jakarta.

"Kami tidak ada pakai strategi besar, strategi besar butuh uang besar. Stretegi kecil, itu partai bergerak, PDIP, Gerindra, relawan dan masyarakat juga bergerak," kata Jokowi dalam konferensi pers di Posko Pemenangan Jokowi-Ahok, Jalan Borobudur no 22, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).

Lebih jauh pria jangkung kurus dengan pakaian khas kotak-kotak Ini mengungkapkan tak mudah untuk menyeleraskan berbagai elemen pendukungnya tersebut. Dukungan-dukungan ini menyerupai organisasi tanpa bentuk, karena mulanya bergerak sendiri-sendiri. Bahkan, dirinya baru konsolidasi dengan seluruh elemen pendukung tidak lebih dari tiga minggu. Awalnya, diakui Jokowi sempat terjadi gesekan-gesekan di antara para pendukung.

"Sampai saya ini nggak jelas juga. Partai bergerak PDIP, Gerindra bergerak sendiri-sendiri. Dan kami baru bertemu tiga minggu lalu, sampai kita menentukan satu apa yang kita tuju," paparnya.

Jokowi menyatakan, melihat kepaduan para pendukungnya beberapa saat sebelum hari mencoblosan, dirinya sudah menduga dirinya dan Basuki Tjahaja Purnama dapat masuk ke putaran kedua.

"Saya sudah sampaikan, nanti akan ada kejutan, ya lihat sendiri kejutannya apa. Karena kita realistas, kami menemui berbagai kalangan, kita hitung segala macam Jadi kita bisa mengira-ngira itungannya. Jadi hasil quick count ini tidak mengejutkan," tambahnya.

Strategi ini tampaknya akan kembali diterapkan untuk menghadapi putaran kedua. Dirinya bersama Ahok akan kembali menjadi jembatan dan mengkonsolidasikan setiap elemen pendukung.

"Yang sulit adalah bagaimana dari partai, relawan, dan masyarakat bergerak pada roda mesin yang sama. Asal bisa krep ya saya yakin lolos," katanya.

Selain konsolidasi internal, Jokowi mengisyaratkan untuk berkomunikasi dengan cagub lain. Hal itu dilakukannya dengan mengunjungi para cagub. Setelah pada Rabu siang bertemu dengan pasangan nomor urut empat Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, Jokowi akan bertemu dengan tiga cagub lainnya, yakni Alex Noerdin, Hendardji, dan Faisal Basri.

"Nggak usah lobi-lobi lah, yang penting didolani. Malam ini akan saya dolani semua," ucap pria yang saat ini masih menjabat
sebagai Walikota Solo tersebut.

Selain itu, Jokowi juga membuka diri bagi pihak-pihak yang merendahkannya selama ini, namun berbalik mendukungnya ketika unggul saat ini.

"Didukung ya senang banget lah. Yang dicintai ya yang kemarin dukung penuh, yang baru datang ya tetap dicintai, masak dicuekin ya nggak mungkin," katanya.

Tidak jauh berbeda dengan Pilkada 2007 lalu, partisipasi warga Jakarta yang menggunakan hak pilihnya berada pada kisaran 60 sampai 70 persen. Terkait hal ini Jokowi mengatakan angka partisipasi tersebut masih berada dalam batas kewajaran. Jokowi menduga, masa liburan anak sekolah turut mempengaruhi partisipasi masyarakat. Namun, jika partisipasi masyarakat mencapai 80 persen, Jokowi optimis hasilnya jauh lebih tinggi.

"Kalau seperti survei sebelumnya,  mungkin bisa 80an, itu pasti sangat fantastis," katanya. [F-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN