Buruh di Depok Demo ke Istana dan GBK, Dua Perusahaan Libur
Selasa, 1 Mei 2012 | 11:23
Ilustrasi buruh berunjuk rasa [google] [DEPOK] Ribuan buruh asal Depok turut serta melakukan aksi
pada Hari Buruh yang digelar di depan Istana Negara dan Gelora Bung Karno (GBK).
Mereka mengajukan tiga tuntutan yakni pembuatan peraturan presiden tentang
jaminan kesehatan, kebebasan berserikat dan berkumpul, dan penghapusan sistem
kerja outsourcing.
Para buruh bertolak ke Istana dan GBK pada pukul 08.00.
Menurut Ketua Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kota Depok, Sugino,
tiga tuntutan yang akan diajukan telah menjadi rumusan matang untuk menggelar
aksi di Hari Buruh ini.
"Pertama adalah soal jaminan kesehatan, memang sudah
ada UU BPJS, tapi peraturan presidennya belum ada, inilah yang kami desak untuk
segera dibuat," ujar Sugino kepada SP saat dihubungi, kemarin.
Tuntutan kedua adalah tentang kebebasan berserikat, Sugino
menilai masih banyak perusahaan yang membatasi karyawannya untuk membentuk
serikat pekerja. Hal tersebut, kata Sugino bertentangan dengan UU Nomor 21/
2000 tentang serikat pekerja.
Selain itu, tuntutan ketiga yang diajukan para buruh Depok
adalah penghapusan sistem kerja outsourcing yang tidak sesuai undang-undang dan
dinilai lebih banyak merugikan pekerja.
Di Kota Depok sendiri, Upah Minimum Kota (UMK) sendiri,
diungkap Sugino yakni senilai Rp1.453.000. Jumlah tersebut memang dirasakan
belum layak, namun, aksi para buruh pada hari ini tidak menyuarakan peningkatan
UMK.
"Jika dibilang tak cukup ya jelas, UMK segitu untuk
bertahan hidup di masa sekarang ini tentunya sulit. Tapi untuk permintaan
peningkatan UMK, kami tak mau gegabah. Karena ini pembicaraan tripartit dengan
pihak perusahaan dan pemerintah. Tidak boleh sepihak," papar Sugino.
Lebih jauh dituturkan Sugino, setiap perusahaan wajib
menjalankan UMK yang menjadi kesepakatan di kabupaten/ kota tertentu. Jika ada
yang berniat mengajukan penangguhan, maka harus sesuai dengan yang diatur dalam
Peraturan Menteri Nomor 231/ 2003.
Sementara itu, dua perusahaan di Kota Depok meliburkan
karyawannya pada Hari Buruh Internasional hari ini. Kedua perusahaan itu adalah
PT Sanyo CJI dan PT Takagi Indonesia.
Wakil Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia
(FSPMI) Kota Depok Wino Pratikno mengatakan, pekerja dari dua perusahaan itu
ikut beraksi di Istana Negara dan GBK untuk memperingati May Day. PT Sanyo akan
menerjunkan sekitar 1000 karyawan.
Para buruh dari Kota Depok akan membawa sejumlah spanduk,
bendera, dan akan memakai kaos hitam bertuliskan May Day yang sudah dibuat oleh
pengurus FSPMI.
Menurut Wido, masih banyak perusahaan yang menelantarkan
hak pekerja yang seharusnya menjadi kebutuhan utama para pekerja. “Banyak
rekan-rekan kami yang masih ditelantarkan oleh pihak perusahaan. Masih ada
perusahaan yang tidak memberikan jaminan kesehatan untuk karyawannya,”ujar
Wido.
Secara terpisah,
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok Abdul Haris mengimbau
kepada buruh di Depok yang akan merayakan May Day untuk tetap tertib dan tidak
anarkis.
“Aksi para buruh
dari Depok di Istana Negara dan GBK harus berjalan aman dan tertib sehingga
tidak ada aksi yang menjurus kepada tindakan kekerasan,” tutur Abdul Haris
singkat. [RIA/W-12]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
Banjir, Daan Mogot Macet Parah
Dinkes: Dua RS Resmi Mundur dari KJS
Kuli Bangunan Dibekuk Usai Beli HP dengan Uang Palsu
Kampung Pulo Kembali Direndam Banjir
Rumah Disatroni Maling, Rp 50 Juta Raib
