SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip

Beredar di Youtube, Anggota TNI Tenteng Senjata Marahi Pengendara Motor
Rabu, 2 Mei 2012 | 11:37

Video Koboy Palmerah yang beredar di Youtube [google] Video Koboy Palmerah yang beredar di Youtube [google]

[JAKARTA]  Tindakan aparat keamanan yang menyalahgunakan kewenangannya kepada masyarakat kembali terjadi. Dalam video berjudul “Koboy Palmerah”, tampak seorang lelaki berkemeja putih dan bercelana krem menenteng sebuah pistol dan tongkat sambil memaki pengendara motor yang berkaos biru .Lelaki tersebut adalah seorang aparat TNI AD berpangkat Kapten yang tidak terima karena mobil berpelat nomor 1394-00 dengan tanda bintang yang dibawanya telah bersenggolan dengan sebuah motor.  

Kejadian yang terjadi di Jalan Tentara Pelajar, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (30/4), menunjukkan militer di Indonesia masih lemah karena aparat telah menyalahgunakan kewenangannya.  

Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti menyatakan, kejadian semacam itu sebenarnya sudah biasa. Banyak aparat yang melakukan tindakan sewenang-wenang seperti itu. “Saya sering melihat kejadian-kejadian seperti itu. Sebelumnya pernah ada kejadian yang sama dengan melibatkan anggota TNI AL. Hal ini sebenarnya menunjukkan bahwa reformasi militer di Indonesia belum bagus. Tentu ini sangat berbahaya.   Hal ini juga membutuhkan perhatian dari para petinggi militer. Akan tetapi, pemimpin militer tersebut tidak boleh memberi contoh kepada bawahannya. Mereka jangan tetap pada arogansinya,” katanya, kepada SP, di Jakarta, Rabu (2/5).  

Poengky menambahkan, di Indonesia orang dilarang menggunakan senjata secara bebas apalagi di tempat umum. Dominasi para pemilik senjata pun sangat berbahaya. Namun sayangnya, hal ini tidak diberi sangsi oleh pemerintah. “Kejadian-kejadian seperti itu telah merusak reformasi militer. Dari reformasi militer itu, peradilan militer harus direvisi karena kalau tidak, akan terus memberi peluang kepada orang untuk bisa bertindak sewenang-wenang. Terlebih dengan senjata yang ia miliki,” katanya.  

Sementara itu, Markas Besar Angkatan Darat mengakui, pria dalam rekaman itu adalah anggotanya, Kapten A. Namun, Mabes membantah Kapten A, perwira yang terlibat perselisihan dengan pengendara motor di Palmerah, Jakarta Barat, mengumbar tembakan saat peristiwa berlangsung. Kepala Sub Dinas Penerangan Umum TNI Angkatan Darat, Kolonel Zaenal Mutaqin menjelaskan, Kapten A saat itu hanya membawa pistol mainan berupa airsoft gun untuk menjaga diri. 

 “Kami sangat menyayangkan kedua belah pihak tak dapat mengendalikan emosi. Sampai anggota kami juga mengambil pistol mainan, airsoft gun, dan hanya mengacung-acungkan ke udara, tidak ditembakkan, karena itu kan bukan senjata api,” ujar Zaenal di kantornya, Mabes AD, Jakarta Pusat, Selasa (1/5).  

Menurut Zaenal, Kapten A juga menyampaikan kronologi pada saat kejadian berlangsung di Palmerah, Jakarta Barat, Senin, 30 April 2012. Saat ini, Kapten A masih diproses di Pomdam Jaya akibat perilakunya itu. [W-12]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN