Beredar di Youtube, Anggota TNI Tenteng Senjata Marahi Pengendara Motor
Rabu, 2 Mei 2012 | 11:37
Video Koboy Palmerah yang beredar di Youtube [google] [JAKARTA] Tindakan
aparat keamanan yang menyalahgunakan kewenangannya kepada masyarakat kembali
terjadi. Dalam video berjudul “Koboy Palmerah”, tampak seorang lelaki berkemeja
putih dan bercelana krem menenteng sebuah pistol dan tongkat sambil memaki
pengendara motor yang berkaos biru .Lelaki tersebut adalah seorang aparat TNI
AD berpangkat Kapten yang tidak terima karena mobil berpelat nomor 1394-00
dengan tanda bintang yang dibawanya telah bersenggolan dengan sebuah motor.
Kejadian yang terjadi di Jalan Tentara Pelajar, Tanah
Abang, Jakarta Pusat, Senin (30/4), menunjukkan militer di Indonesia masih
lemah karena aparat telah menyalahgunakan kewenangannya.
Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti menyatakan,
kejadian semacam itu sebenarnya sudah biasa. Banyak aparat yang melakukan
tindakan sewenang-wenang seperti itu. “Saya sering melihat kejadian-kejadian
seperti itu. Sebelumnya pernah ada kejadian yang sama dengan melibatkan anggota
TNI AL. Hal ini sebenarnya menunjukkan bahwa reformasi militer di Indonesia
belum bagus. Tentu ini sangat berbahaya.
Hal ini juga membutuhkan perhatian dari para petinggi
militer. Akan tetapi, pemimpin militer tersebut tidak boleh memberi contoh kepada
bawahannya. Mereka jangan tetap pada arogansinya,” katanya, kepada SP, di Jakarta, Rabu (2/5).
Poengky menambahkan, di Indonesia orang dilarang
menggunakan senjata secara bebas apalagi di tempat umum. Dominasi para pemilik
senjata pun sangat berbahaya. Namun sayangnya, hal ini tidak diberi sangsi oleh
pemerintah. “Kejadian-kejadian seperti itu telah merusak reformasi militer.
Dari reformasi militer itu, peradilan militer harus direvisi karena kalau
tidak, akan terus memberi peluang kepada orang untuk bisa bertindak
sewenang-wenang. Terlebih dengan senjata yang ia miliki,” katanya.
Sementara itu, Markas Besar Angkatan Darat mengakui, pria
dalam rekaman itu adalah anggotanya, Kapten A. Namun, Mabes membantah Kapten A,
perwira yang terlibat perselisihan dengan pengendara motor di Palmerah, Jakarta
Barat, mengumbar tembakan saat peristiwa berlangsung. Kepala Sub Dinas
Penerangan Umum TNI Angkatan Darat, Kolonel Zaenal Mutaqin menjelaskan, Kapten
A saat itu hanya membawa pistol mainan berupa airsoft gun untuk menjaga diri.
“Kami sangat menyayangkan kedua belah pihak tak dapat
mengendalikan emosi. Sampai anggota kami juga mengambil pistol mainan, airsoft
gun, dan hanya mengacung-acungkan ke udara, tidak ditembakkan, karena itu kan
bukan senjata api,” ujar Zaenal di kantornya, Mabes AD, Jakarta Pusat, Selasa
(1/5).
Menurut Zaenal, Kapten A juga menyampaikan kronologi pada
saat kejadian berlangsung di Palmerah, Jakarta Barat, Senin, 30 April 2012.
Saat ini, Kapten A masih diproses di Pomdam Jaya akibat perilakunya itu. [W-12]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Mantan Kasdam Jaya Akan Beli Kembali Lahan yang Dieksekusi
Rumah Mantan Kasdam Jaya Turut Dieksekusi
14 Rumah Sakit Tak jadi Mundur dari Program KJS
Polisi Bantah Petieskan Kasus Penganiyaan di Pondok Indah
Terkait Akun Twitter @Trio Macan, Polda Mau Periksa Syarief Hasan
24 Ribu Lembar Bahan Uang Dolar Palsu Ditemukan di Hotel
Jokowi Harus Periksa Satpol PP dalam Eksekusi Kompleks Srikandi
Polisi Bantah Mahasiswa yang Pukul Wartawan Anak Jenderal
