Whitney Houston yang Tak Tergantikan
Senin, 13 Februari 2012 | 13:09
Whitney Houston [bbc] Selamat jalan sang diva pop dunia, Whitney Elizabeth
Houston. Ucapan duka cita mendalam itu, kerap bermunculan di hampir semua akun
twitter artis dan musisi Hollywood. Bahkan beberapa musisi yang pernah terlibat
kerja sama dengan Whitney menuturkan, sosok sang diva tak tergantikan oleh
siapa pun. Suara emasnya, akan selalu dikenang sepanjang masa.
Berita kematian Whitney Houston pada Sabtu (11/2), jelas
menggemparkan banyak pihak. Terlebih lagi, sang diva meninggal tepat satu hari
sebelum pergelaran Grammy Awards 2012, di Staples Center, Los Angeles,
California, Amerika Serikat, berlangsung. Karena itu, sebagai penghormatan
terakhir kepada sang diva, Produser Eksekutif Grammy Awards, Ken Erhlich, akan
mengadakan pementasan penghormatan bagi Whitney Houston.
Khusus untuk pementasan penghargaan untuk Whitney, Erhlich
meminta vokalis Jennifer Hudson ambil bagian. Selain Hudson, yang juga
direncanakan tampil dalam pementasan penghormatan adalah vokalis Chaka Khan.
Dtegaskan Erhlich, seperti yang dikutip dari AP, Senin (12/2), bahwa
Hudson, Khan, dan Whitney memiliki hubungan pribadi yang dalam. Hudson telah
berkali-kali berbicara mengenai pengaruh Whitney dalam hidupnya, khususnya
dalam hal gaya bervokal.
Sementara bagi Khan, Whitney adalah musisi yang pernah
sukses menyajikan ulang hit klasik Khan berjudul I'm Every Woman, dalam
album original soundtrack film The Bodyguard (1992).
“Kepergian Whitney begitu mendadak. Saya bahkan tidak
mengira ia pergi secepat ini. Terlebih lagi, tahun lalu (2011), ia masih sempat
hadir di acara Grammy Awards. Ia menyanyi serta berduet dengan Dionne Warwick,
pada 2011 Pre-Grammy Gala & Salute to Industry Icons, di Beverly Hilton
Hotel, 12 Februari 2011, waktu setempat. Saya akui, bagi dunia musik, Whitney
adalah sosok yang pernah memberi kontribusi luar biasa, khususnya di setiap
acara Grammy,” ujar Erhlich.
Berdasarkan pernyataan pihak kepolisian Los Angeles,
Whitney, yang berusia 48 tahun, meninggal dunia di kamar tempatnya menginap, di
Beverly Hilton Hotel, Beverly Hills California. Beberapa kabar mengatakan, ia
meninggal karena over dosis obat-obatan terlarang. Namun, hingga berita ini
diturunkan, pihak berwenang masih enggan untuk mengeluarkan keterangan mengenai
penyebab kematian penyanyi kelahiran Newark, New Jersey (AS), 9 Agustus 1963
ini.
Terlepas dari simpang-siur penyebab kematian sang diva,
berkait dengan Grammy Awards, Whitney adalah sosok yang berhasil meraih enam
penghargaan. Album perdananya, yang berjudul Whitney Houston, dirilis
pada 1985, masuk nominasi kategori bergengsi, Album of the Year. Ia meraih
penghargaan Grammy pertamanya pada tahun yang sama untuk kategori Best Pop
Vocal Performance, Female. Ia membawa pulang trofi berbentuk gramofon itu
berkat hit nomor satunya, Saving All My Love For You.
Keberhasilan Houston berlanjut dalam ajang tersebut hingga
pertengahan 1990-an.
Pada 1987, ia masuk nominasi untuk kategori Record of the
Year dengan lagu Greatest Love of All serta menjadi nomine dan peraih
penghargaan untuk kategori Best Pop Vocal Performance, Female, berkat lagu I
Wanna Dance with Somebody (Who Loves Me).
Kemudian, pada 1993, lantunannya yang berjudul I Will
Always Love You menghasilkan trofi Record of the Year, sementara album
original soundtrack film The Bodyguard, yang antara lain berisi
lagu-lagu hits menang dalam kategori Album of the Year.
Penghargaan Grammy terakhir diterimanya pada 1999, yakni
Best Female R&B Vocal Performance dengan lagu It's Not Right But It's
Okay. Pada era 2000-an, Houston tak mencetak lagi satu pun kemenangan dalam
Grammy Awards. Namun, di ajang lain, tangga album Billboard 200, album
terakhirnya yang dirilis, I Look To You (2009), mencapai posisi nomor
satu.
"Whitney Houston merupakan satu dari beberapa penyanyi
pop terhebat dunia sepanjang masa, yang meninggalkan sebuah soundtrack yang
kuat dan bertahan selama tiga dekade terakhir,” kata Presiden/CEO National
Academy and Recording Arts and Sciences (NARAS), penyelenggara Grammy Awards,
Neil Portnow.
Sebelum Whitney, kematian seorang musisi yang juga sangat
menggemparkan adalah King of Pop, Michael Jackson. Senada dengan Whitney,
kematian Jackson hingga kini masih menyimpan sekelumit misteri. Namun banyak
yang menduga kematiannya diakibatkan pergumulan Whitney dengan obat-obatan
terlarang yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Sejak menikah dengan
penyanyi Bobby Brown, ibu satu anak ini memang jadi seorang pecandu. [berbagai
sumber/SP/Elvira Anna Siahaan]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
