SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Mei 2013
Pencarian Arsip

Whitney Houston yang Tak Tergantikan
Senin, 13 Februari 2012 | 13:09

Whitney Houston [bbc] Whitney Houston [bbc]

Selamat jalan sang diva pop dunia, Whitney Elizabeth Houston. Ucapan duka cita mendalam itu, kerap bermunculan di hampir semua akun twitter artis dan musisi Hollywood. Bahkan beberapa musisi yang pernah terlibat kerja sama dengan Whitney menuturkan, sosok sang diva tak tergantikan oleh siapa pun. Suara emasnya, akan selalu dikenang sepanjang masa.  

Berita kematian Whitney Houston pada Sabtu (11/2), jelas menggemparkan banyak pihak. Terlebih lagi, sang diva meninggal tepat satu hari sebelum pergelaran Grammy Awards 2012, di Staples Center, Los Angeles, California, Amerika Serikat, berlangsung. Karena itu, sebagai penghormatan terakhir kepada sang diva, Produser Eksekutif Grammy Awards, Ken Erhlich, akan mengadakan pementasan penghormatan bagi Whitney Houston.  

Khusus untuk pementasan penghargaan untuk Whitney, Erhlich meminta vokalis Jennifer Hudson ambil bagian. Selain Hudson, yang juga direncanakan tampil dalam pementasan penghormatan adalah vokalis Chaka Khan. Dtegaskan Erhlich, seperti yang dikutip dari AP, Senin (12/2), bahwa Hudson, Khan, dan Whitney memiliki hubungan pribadi yang dalam. Hudson telah berkali-kali berbicara mengenai pengaruh Whitney dalam hidupnya, khususnya dalam hal gaya bervokal.  

Sementara bagi Khan, Whitney adalah musisi yang pernah sukses menyajikan ulang hit klasik Khan berjudul I'm Every Woman, dalam album original soundtrack film The Bodyguard (1992).   “Kepergian Whitney begitu mendadak. Saya bahkan tidak mengira ia pergi secepat ini. Terlebih lagi, tahun lalu (2011), ia masih sempat hadir di acara Grammy Awards. Ia menyanyi serta berduet dengan Dionne Warwick, pada 2011 Pre-Grammy Gala & Salute to Industry Icons, di Beverly Hilton Hotel, 12 Februari 2011, waktu setempat. Saya akui, bagi dunia musik, Whitney adalah sosok yang pernah memberi kontribusi luar biasa, khususnya di setiap acara Grammy,” ujar Erhlich.    

Berdasarkan pernyataan pihak kepolisian Los Angeles, Whitney, yang berusia 48 tahun, meninggal dunia di kamar tempatnya menginap, di Beverly Hilton Hotel, Beverly Hills California. Beberapa kabar mengatakan, ia meninggal karena over dosis obat-obatan terlarang. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih enggan untuk mengeluarkan keterangan mengenai penyebab kematian penyanyi kelahiran Newark, New Jersey (AS), 9 Agustus 1963 ini.   

 Terlepas dari simpang-siur penyebab kematian sang diva, berkait dengan Grammy Awards, Whitney adalah sosok yang berhasil meraih enam penghargaan. Album perdananya, yang berjudul Whitney Houston, dirilis pada 1985, masuk nominasi kategori bergengsi, Album of the Year. Ia meraih penghargaan Grammy pertamanya pada tahun yang sama untuk kategori Best Pop Vocal Performance, Female. Ia membawa pulang trofi berbentuk gramofon itu berkat hit nomor satunya, Saving All My Love For You. Keberhasilan Houston berlanjut dalam ajang tersebut hingga pertengahan 1990-an.

Pada 1987, ia masuk nominasi untuk kategori Record of the Year dengan lagu Greatest Love of All serta menjadi nomine dan peraih penghargaan untuk kategori Best Pop Vocal Performance, Female, berkat lagu I Wanna Dance with Somebody (Who Loves Me).   Kemudian, pada 1993, lantunannya yang berjudul I Will Always Love You menghasilkan trofi Record of the Year, sementara album original soundtrack film The Bodyguard, yang antara lain berisi lagu-lagu hits menang dalam kategori Album of the Year.   

Penghargaan Grammy terakhir diterimanya pada 1999, yakni Best Female R&B Vocal Performance dengan lagu It's Not Right But It's Okay. Pada era 2000-an, Houston tak mencetak lagi satu pun kemenangan dalam Grammy Awards. Namun, di ajang lain, tangga album Billboard 200, album terakhirnya yang dirilis, I Look To You (2009), mencapai posisi nomor satu.  

"Whitney Houston merupakan satu dari beberapa penyanyi pop terhebat dunia sepanjang masa, yang meninggalkan sebuah soundtrack yang kuat dan bertahan selama tiga dekade terakhir,” kata Presiden/CEO National Academy and Recording Arts and Sciences (NARAS), penyelenggara Grammy Awards, Neil Portnow.  

Sebelum Whitney, kematian seorang musisi yang juga sangat menggemparkan adalah King of Pop, Michael Jackson. Senada dengan Whitney, kematian Jackson hingga kini masih menyimpan sekelumit misteri. Namun banyak yang menduga kematiannya diakibatkan pergumulan Whitney dengan obat-obatan terlarang yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Sejak menikah dengan penyanyi Bobby Brown, ibu satu anak ini memang jadi seorang pecandu. [berbagai sumber/SP/Elvira Anna Siahaan]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Data tidak tersedia.
Data tidak tersedia.
AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN